Showing posts with label breastfeeding. Show all posts
Showing posts with label breastfeeding. Show all posts

09 December 2015

Rangkuman Biaya Pumping dan Menyusui Selama 1 Tahun

Kata orang, ngASI tuh lebih irit daripada nyufor. Kalau anaknya langsung enen ke ibunya, itu ga diragukan. Bagaimana kalau ibunya pumping? Saya pingin merangkum biaya-biaya yang saya keluarkan untuk modal pumping ASI buat si sulung selama 1 tahun (sebetulnya pumpingnya saya lanjutkan sampai umur 15 bulan tapi biayanya ga nambah lagi sejak investasi awal kok). Anak sulung saya sejak 15 bulan dah dikasih UHT karena ASI saya seret sejak hamil amak kedua. 

1.  Breastpump
Variasi harga pompa manual: Rp 300-700 ribu.
Variasi harga pompa elektrik: Rp 650ribu - 6 juta.
Biaya yang saya keluarkan: Rp 0 (karena Medela Swingnya dapat dari kado hahaha) + Rp 400.000an buat modifikasi Swing menjadi closed-system.
Kalau beli sendiri, Medela Swing harganya sekitar Rp 1,7 juta.
Note : jika kita merawat pump kita dengan baik, kelak si breastpump bisa dijual kembali (di-flea-kan) dengan harga yang ok lho! BTW kalau punya pump elektrik bekas yang masih oke, silakan jual sama saya mwahahaa... 

2. Cooler Bag
Biaya yang saya keluarkan: Rp 0 (lagi-lagi karena dapat kado mwahaha).
Kalau beli sendiri, Igloo cooler bag dual compartment harganya sekitar Rp 240.000. Very worth it, IMO, karena bisa sekalian jadi tas ngantor (diisi pump & dompet). Bahannya juga kuat dan mudah dibersihkan. Selama 1 tahun saya pakai, awet-awet aja tuh! 

3. Ice pack
Harga ice pack blue gel lekuk 3: Rp 45.000 sudah dengan ongkir dari olshop.

4. Botol
Ini yang bikin saya mengeluarkan modal paling besar karena saya nggak pakai bag ASI demi kepraktisan si mamah. Baby saya itu dulunya nggak bisa ditaruh duduk atau tiduran. Harus selalu di gendongan neneknya. Beberapa kali, ketika mama saya menuangkan ASIP dari kantung ASI ke botol, ASIPnya tumpah karena si bocah nggak bisa diem huhuhuuks... Botol lebih praktis, tinggal pasang dot, hangatkan, sodorkan. Selain itu, botol kaca meminimalisir lemak ASI yang tertinggal ketika dituangkan (yang biasanya nyangkut dan nempel di kantung ASI, dan sekali lagi, nggak praktis buat mamaku). Botol juga reusable jadi lebih go-green daripada kantung ASI.
Yah, penggunaan botol ASIP memungkinkan bagi saya karena stock ASIP saya nggak pernah lebih dari 30 botol jadi saya nggak perlu beli terlalu banyak botol dan tidak menghabiskan terlalu banyak tempat di freezer. Kalau stok saya puluhan-ratusan liter kaya ibu-ibu lain mah pasti saya pakai kantung ASI juga hehehe... 
Macam-macam harga botol:
- BKA (kaca) : Rp 50.000 isi 8.
- RBS (kaca) : Rp 55.000 - 60.000 isi 4. Most recommended!
- Babypax (kaca) : Rp 45.000 isi 3.
- Pigeon (plastik PP) : Rp 120.000 isi 3.
- dr. Brown's (plastik PP) : Rp 150.000 isi 4.
- Unimom (plastik PP) : Rp 100.000 isi 3.
Total pembelian botol sekitar Rp 600.000.

Ditotal, secara keseluruhan saya butuh modal sekitar Rp 3 juta untuk ngASI si sulung secara eksklusif (nggak termasuk biaya listrik buat pompa dan dengan asumsi semuanya saya beli sendiri. In reality, saya hanya mengeluarkan Rp. 650.000 hahahaha). Baju dan bra menyusui tidak saya masukkan dalam hitungan karena toh saya memang harus beli baju baru kalaupun saya tidak ngASI. Baju lama pada ga muat karena setelah melahirkan pun berat saya masih kelebihan 10 kg dari berat pre-pregnancy hehehe...

BTW saya baru saja menjual Swing saya (beserta printilan modifikasinya) setelah 1 tahun penggunaan dengan harga 950 ribu, jadi bisa dianggap biaya untuk pompa ASI (jika saya beli sendiri)  adalah:
Rp 1.700.000 + Rp 400.000 - Rp 950.000 = Rp 1.150.000 selama 1 tahun. In reality, penjualan Medela Swing ini bahkan udah menutup semua pengeluaran saya untuk menyusui si bocah selama 15 bulan dan masih dapat profit LOL!

Kenapa dijual? Kan masih bisa dipakai buat anak kedua? Well, karena saya berencana membeli breastpump yang punya fitur pengatur ritme. Dan takut harga jualnya si Medela Swing jebol kalau udah dipakai lebih dari 2 tahun hahahaa...  Cooler bag dan botol-botol masih pada bisa dipakai buat baby number two, palingan ngeganti dot aja.

BTW, beli sufor tuh berapaan sih? Teman saya cerita minimal sebulan Rp 1 -1,5 jutaan, bener ya? Jadi anggaplah dalam setahun habis Rp 12 s.d. 18 juta-an? Oh wow... Bisa buat modal DP uang pangkal TK atau SD lho! Atau jalan-jalan sekeluarga ke Bali hahaha...
Saya aja sejak stop pumping dan mulai memberi UHT merasakan dampaknya di pengeluaran rumah tangga. Seminggu sekitar Rp 100.000 buat beli susu Ultra, tapi ya masih lumayan lah daripada kudu beli sufor.

Nah semoga pertimbangan dari segi finansial ini pun berhasil memotivasi para calon ibu buat ngASI juga hehehe... Tapi saya sih ga ngeremehin ibu-ibu yang nyufor lho yaa! Kalau ternyata nggak bisa ngASI, jangan putus asa, yang penting si baby sehat. Semoga kelak nambah terus rejekinya, otreee!

21 October 2015

Review Breastpump Elektrik Medela, Unimom, dan Spectra

Sehubungan dengan launchingnya Rental Buteki (penyewaan pompa ASI-ku), saya jadi mendapat kesempatan nyoba-nyoba beberapa tipe pump hehehe... Khusus pompa manual, saya nggak bisa ngasih testimoni karena manual pumps just don't work for me, hiks! Yang namanya BREASTPUMPS ITU COCOK-COCOKAN jadi saya berusaha sebisa mungkin ngasih review yang objektif yaa...

So far saya sudah nyoba beberapa pumps dari 3 merk: Medela, Unimom, dan Spectra. BTW mohon maafkan diriku ya sembarangan pakai foto dari situs-situs lain. Belum sempet motret pumpsnya, udah pada disewa.

Pertama, saya mau bahas beberapa electric pumps keluaran MEDELA, sebuah perusahaan berbasis Swiss yang didirikan tahun 1961. Sejarah dan riset puluhan tahun dalam membantu busui tentunya membuat barang-barang keluaran Medela terkenal bagus. Kelemahannya? Mihil hihihi!

1. Medela Swing
a. Corong/flange     b. Selang/tube     c. Connector     d. Valve     e. Membran      f. Mesin/motor      g. Botol      h. Dudukan botol

(+)
+ Kekuatan hisapan 50 sampai 250 mmHg. Kuat tapi tidak menyakitkan.
+ Dual phase : massage/stimulation phase untuk memancing LDR (ritme cepat tapi hisapan ringan) dan expression phase (ritme lambat tapi hisapan kuat).
+ Kekuatan hisapan ada sembilan level.
+ Bisa menggunakan 4 baterai AA.
+ Parts bisa dibongkar sampai bagian kecil dan mudah dibersihkan.
+ Set corong-botol cukup ringan untuk menggunakan hands-free pumping bra.

(-)
- Open-system, ASI bisa masuk ke selang dan motor. Hal ini yang menyebabkan saya tidak menyewakan Swing. Review saya berikan dari penggunaan Swing pribadi saya.
- Single-pump.
- Hisapan ketika pakai baterai AA tidak sekuat hisapan ketika dicolok langsung ke listrik.
- Membran sangat kecil dan tipis, rentan sobek. Pemasangan membran dan valve yang tidak benar rentan mengganggu fungsi hisapan.


Fitur lain dan info tambahan : 
* Stimulation phase 2 menit dan otomatis berubah menjadi expression phase tapi bisa juga mengganti stimulasi menjadi ekspresi sebelum 2 menit dengan menekan tombol let-down.
* Otomatis mati setelah pemakaian selama 30 menit. Ahli laktasi tidak menyarankan pemompaan dalam jangka waktu panjang. Lebih bagus sebentar-sebentar tapi sering.
* Ukuran motor medium (lingkaran diameter sekitar 12 cm, tebal 6 cm). 
* Ada gantungan / kalung leher dan klip ikat pinggang untuk pumping sambil jalan-jalan haha. Maksudnya buat beraktivitas ya.
* Printilannya yang harus dicuci: corong, connector, valve, membran, botol.
* Menggunakan selang.
* Suara sekitar 55 desibel.

Fitur yang TIDAK ADA:
* Indikator level kekuatan hisap.
* Indikator waktu / lama memompa.
* Pengaturan ritme.


2. Medela Swing Maxi
A. Corong.  B. Connector base-membran-connector cap.   C. Selang/tube.  D. Botol.  E. Motor/mesin.  F. Dudukan botol.  G. Adaptor/colokan  Untuk doublepumping, kalikan 2 aja A, B, D, dan F.

(+)
+ Kekuatan hisapan sampai 300 mmHg. Kuat tapi lembut.
+ Dual phase : massage/stimulation phase untuk memancing LDR (ritme cepat tapi hisapan ringan) dan expression phase (ritme lambat tapi hisapan kuat).
+ Kekuatan hisapan ada sembilan level.
+ Closed-system; ASI tidak akan masuk selang.
+ Double-pump.
+ Bisa pakai 6 baterai AA.
+ Parts bisa dibongkar sampai bagian kecil dan mudah dibersihkan.
+ Set corong-botol cukup ringan untuk menggunakan hands-free pumping bra.

(-)
- Hisapan ketika pakai baterai AA tidak sekuat hisapan ketika dicolok langsung ke listrik.
- Printilannya yang harus dicuci cukup banyak karena double pump : 2 set corong, connector base, membran, connector cap, botol. However, ASI tidak mengenai membran dan connector cap jadi tidak perlu dicuci setiap kali dipakai, cukup sekali sehari.

Fitur lain dan info tambahan :
* Stimulation phase 2 menit dan otomatis berubah menjadi expression phase tapi bisa juga mengganti stimulasi menjadi ekspresi sebelum 2 menit dengan menekan tombol let-down.
* Otomatis mati setelah pemakaian selama 30 menit.
* Ukuran motor medium (lingkaran diameter sekitar 12 cm, tebal 6 cm).
* Ada gantungan / kalung leher dan klip ikat pinggang untuk pumping sambil beraktivitas.
* Menggunakan selang berbentuk T (bisa diadjust untuk single-pump).
* Suara sekitar 49,6 desibel.

Fitur yang TIDAK ADA:
* Indikator level.
* Indikator waktu.
* Pengaturan ritme.


3. Medela Mini Electric

A. Corong.   B. Personal-Fit Connector.   C. Valve dan membran   D. Botol dan dudukannya.   E. Motor/mesin.   F. Disc.   G. Tutup ulir.   H. Adaptor/colokan.

(+)
+ Ringkas, motornya kecil.
+ Tidak pakai selang (IMO less ribet).
+ Kekuatan hisap sekitar 100-220 mmHg.
+ Bisa pakai 2 baterai AA.
+ Parts bisa dibongkar sampai bagian kecil dan mudah dibersihkan.
+ Kekuatan hisap bisa diatur menggunakan vacuum regulator berbentuk scrolling wheel; jadi tidak ada level-levelan, kekuatan hisap bisa diatur secara manual sesuai kenyamanan pemakai.
+ Termasuk murah buat ukuran electric breastpump keluaran Medela.
Seperti ini tampilan motornya

(-)
- Single phase (tidak ada stimulation/massage phase, hanya ada expression phase). Pada beberapa ibu yang sensitif, jika langsung digunakan tanpa memijat payudara secara manual, dapat menimbulkan rasa sakit. Sebaiknya pijat manual payudara untuk memancing Let Down Reflex sebelum memompa.
- Menurut banyak testimoni pemakai, berisik. Berisik itu subjektif lho yaa... tapi memang suaranya lebih keras dari Swing.
- Semi-closed system. ASI masih bisa masuk mesin kalau sedang deras.
- Single-pump.
- Mesinnya kurang kuat untuk digunakan secara terus-menerus, alias hanya untuk penggunaan light-duty / occassional pumping (1-3 kali sehari @ 30 menit).
- Kekuatan hisap ketika menggunakan baterai AA tidak sekencang ketika dicolok langsung ke listrik.
- Membran sangat kecil dan tipis, rentan sobek. Pemasangan membran dan valve yang tidak benar rentan mengganggu fungsi hisapan.
- Set corong-botol-mesin agak berat untuk menggunakan hands-free pumping bra, kecuali kalau sudah terbiasa dan branya cukup kuat.

Fitur lain:
* Part yang harus dicuci : connector, corong, membran, valve, botol.

Fitur yang TIDAK ADA:
* Stimulation phase / massage mode.
* Indikator level kekuatan hisap.
* Indikator waktu / lama memompa.
* Timer dan auto-shut-off.
* Pengaturan ritme.


4. Medela Freestyle
Connector dan membran HARUS dipasang dalam keadaan kering
(+)
+ Double-pump.
+ Closed-system.
+ Kekuatan hisap 50-250 mmHg. Cycle 50-110 hisapan per menit.
+ Dual phase : massage/stimulation phase untuk memancing LDR (ritme cepat tapi hisapan ringan) dan expression phase (ritme lambat tapi hisapan kuat).
+ Kekuatan hisapan ada sembilan level.
+ Rechargeable batterynya kuat sampai 3 jam pemakaian.
+ Tidak ada perbedaan kekuatan hisap antara menggunakan baterai dengan dicolok langsung ke listrik, kecuali ketika battery sudah sangat low.
+ Tombol memory untuk merekam level hisap favorit.
+ Memory level hisapan yang terakhir dipakai.
+ Bisa pakai hands-free strap yang tersedia di paket pembeliannya; nggak perlu beli pumping bra terpisah. Set corong-botol juga cukup ringan untuk menggunakan hands-free pumping bra.
+ Ada back-lit LCD screen buat lihat sisa battery-life, indikator level kekuatan hisap, dan indikator waktu dan bisa dilihat jelas walau mompa dalam kegelapan.
+ Parts bisa dibongkar sampai bagian kecil dan mudah dibersihkan.

(-)
- Part yang harus dicuci lumayan banyak karena doublepump: 2 set corong, connector base, membran, connector cap, botol. Connector cap dan membran tidak kena ASI jadi bisa dibersihkan di akhir hari saja.
- MEHONG!
- LCD display kata-katanya sih cepat rusak, tapi so far FS temanku fine-fine aja walau udah dibanting anaknya hehehe..
- Hands-free strapnya ribet untuk digunakan (menurut banyak pemakai). Not included di paket sewa Rental Buteki.

Fitur lain dan info tambahan :
* Stimulation phase 2 menit dan otomatis berubah menjadi expression phase tapi bisa juga mengganti stimulasi menjadi ekspresi sebelum 2 menit dengan menekan tombol let-down.
* Otomatis mati setelah pemakaian selama 30 menit. 
* Menggunakan selang berbentuk T (bisa diadjust untuk single-pump).
* Ada klip ikat pinggang untuk pumping sambil beraktivitas.
* Paketan pembelian sudah termasuk tas (tote bag), cooler bag dengan ice pack dan botol, dan dot Calma. However ini bikin harga pompanya makin mahal hahahaa... BTW paketan sewa dari Rental Buteki hanya kelengkapan pompa saja tanpa tas, cooler bag, dan hands-free strap yaa!
* Suara sekitar 58 desibel.
* Ukuran motor cukup kecil (muat dalam genggaman tangan, p 12 cm x l 9 cm x t 6 cm).

Fitur yang TIDAK ADA :
* Pengaturan ritme.


Kelebihan overall MEDELA:
* Warranty 1 tahun.
* Bahan yang BPA-free.
* Sparepartnya banyak yang jual (bahkan ada merk sparepart abal-abalnya merk Maymom dengan harga lebih murah, tapi saya jamin Rental Buteki hanya pakai spare part asli Medela).
* Aftersales servicenya ok, including warranty-nya. Bisa komunikasi via e-mail dan telepon doang, lalu kirim pompanya ke alamat service centernya di Kelapa Gading, transfer biaya perbaikan (jika ada) dan ongkir balik. Done!
* Corongnya tersedia dalam berbagai size, bisa disesuaikan ukuran PD ibu. Size yang tersedia: S 21 mm, M 24 mm (standard di paket pembelian), L 27 mm, XL 30 mm, XXL 36 mm. Kesesuaian ukuran corong sangat berpengaruh terhadap efektivitas pengosongan payudara dan kenyamanan pemakai lho!
* Mudah dibersihkan, breastshield bisa dibongkar (corong dan connector adalah parts terpisah). Terutama valve dan membran harus rutin dibersihkan yaa... Some moms di babycenter dll kubaca kurang rajin melepas part-part pompanya untuk membersihkan sehingga tersisa bekas ASI dan bahkan jamur! Iyuhhhh!
* Bisa digunakan dengan semua botol standard neck.

Kekurangan overall MEDELA:
* Membran untuk electric single pumps dan manual pumpsnya kecil dan mudah robek. "Ah itu mah cuma kalau lepasnya kurang hati-hati," you said? Hmmm... Kadang kalo buru-buru ya ga sengaja robek jugaa...
- Connector dan membran sebaiknya DALAM KEADAAN KERING ketika pompa digunakan agar hisapan berfungsi efektif.
- Printilannya cenderung banyak (walau jadinya paling mudah dibersihkan sih karena breastshieldnya bisa dibongkar unlike Unimom atau Spectra).
- Buat pumping-idealists, seluruh breastpump Medela dikategorikan bukan closed-system (selain Symphony dan Lactina), tapi menurut saya itu pengkategorian yang terlalu sadis. Swing saya akui open-system, tapi yang lain harusnya nggak akan sampe kemasukan ASI kok selama pemakaiannya normal.
- Tidak ada pengaturan ritme. Ritme otomatis berubah sesuai level atau malah stagnan.
- Cenderung masuk kategori mahal dibanding pompa lain dengan fitur serupa.
- Dari expression phase, tidak bisa langsung pindah ke stimulation phase dengan 1 tombol tapi harus matikan mesin dulu.
- Kalau mau ubah ke manual, cenderung mahal beli piston dan membrannya (sekitar Rp 300 ribu) karena harga pompa manual Medela pun paling murah di kisaran Rp 400 ribu.
- Rata-rata paket pembelian termasuk dot Calma yang menurut testi para ibu tuh jaraaaang banget kepake.

Untuk membandingkan beberapa pompa merk MEDELA, silakan cek di link ini.


Setelah Medela, merk berikut yang saya coba adalah UNIMOM, keluaran Korea. Termasuk merek baru (kalau nggak salah pertama kali launching tahun 2008) tapi kualitas produk udah lumayan terbukti lahh...

5. Unimom Forte (yang ini nyoba di rental lain almost 1 year ago; saya sendiri nggak menyediakan)

Bentuk parts FORTE dan ALLEGRO (sama) : 1. Corong/breastshield.   2. Valve.   3. Botol.   4. Top cover.   5. Membran besar.   6. Back cover.   7. Disc.   8. Tutup ulir.   9. Selang/tube. Untuk doublepump tinggal kalikan 2.

(+)
+ Kekuatan hisap sampai 300 mmHg. Ritme hisap sekitar 46 hisapan per menit.
+ Closed-system.
+ Double-pump. Hospital grade, motor kuat diabuse buat power pumping sekalipun.
+ Kekuatan hisap dapat diadjust manual dengan tombol putar; jadi nggak pakai level-levelan, bisa disesuaikan sendiri oleh pemakai.
+ Untuk ukuran pompa segaban ini, IMO suaranya imut mendesah hahahaa... Sayangnya saya ga berhasil nyari tingkat noise breastpumps Unimom.
+ Set corong-botol cukup ringan untuk ditahan dengan hands-free pumping bra.

(-)
- Mobilitas buruk. Gede (sekitar 17 x 17 x 10 cm) dan berat (1,7 kg). Tapi buat hospital grade mah termasuk ringan sih. Tidak mungkin dipakai sambil beraktivitas jalan-jalan; kalau di meja doang ngetik-ngetik mah bisa.
- Tidak bisa pakai baterai, harus selalu dicolok ke listrik.
- Single-phase; tidak ada mode pijat untuk memancing LDR.
- Total part yang harus dirakitnya banyak, tapi kalau sudah terbiasa sih gampang.

Info tambahan :
* Part yang dicuci : corong, valve, botol. Ada top-back cover, membran, dan per tapi tidak kena ASI jadi cukup dicuci di akhir hari.
* Indikator level kekuatan hisap bisa dilihat dari sejauh mana ibu memutar tombolnya.
* Menggunakan selang. Jika double pump harus pakai 2 selang.

Fitur yang TIDAK ADA:
* Indikator waktu / lama memompa.
* Pengaturan ritme.
* Timer dan auto shut-off.


6. Unimom Allegro

Paket pembelian Allegro hanya untuk single-pumping
(+)
+ Kekuatan hisap 80-300 mmHg.
+ Closed-system.
+ Bisa digunakan untuk double pump dengan membeli paket breastshield tambahan.
+ Ada lithium rechargeable battery yang kuat dipakai 2 jam.
+ Kekuatan hisap ketika memakai baterai termasuk stabil, kecuali sudah sangat low batt.
+ Dual-phase, ada mode stimulasi dan mode perah.
+ Ada 7 level kekuatan hisapan (level 1-3 untuk mode stimulasi, level 4-7 untuk mode perah).
+ Part yang harus dicuci kalau single-pumping tidak banyak (corong, valve, botol). Top-back cover, per, dan membran tidak harus selalu dicuci karena tidak terkena ASI.
+ Ada layar LED untuk indikator level dan baterai.
+ Corong+botol cukup ringan untuk ditahan menggunakan hands-free pumping bra.

(-)
- Total part yang harus dirakitnya banyak, tapi kalau sudah terbiasa sih gampang.
- Suara lebih keras daripada Forte dan KPop.
- Mesin kurang kuat untuk penggunaan heavy duty. Sebaiknya hanya 2-3 kali sehari @ 30 menit.

Fitur lain :
* Part yang dicuci : corong, valve, botol. Ada top-back cover, membran, dan per tapi tidak kena ASI jadi cukup dicuci di akhir hari.
* Menggunakan selang; ketika doublepump harus memakai 2 selang.
* Ukuran motor medium, sekitar 12 x 12 x 7 cm. Berat motor sekitar 300 gram.
* Ada indikator level kekuatan hisap.
* Suaranya agak lebih keras daripada Forte.

Fitur yang TIDAK ADA:
* Indikator waktu (lama memompa).
* Pengaturan ritme.



7. Unimom KPop Plus

(+)
+ Ringkas, motor termasuk kecil (sekitar 10 x 6 x 6 cm)
+ Kekuatan hisap sampai 330 mmHg. Kuat banget.
+ Dual-phase (massage mode dan expression mode).
+ Ada 6 level kekuatan hisap: level 1 untuk massage, selebihnya untuk mompa.
+ Ada rechargeable battery, kuat sekitar 2 jam pemakaian. Kekuatan hisap pakai baterai cukup stabil kecuali sudah sangat low batt.
+ Closed-system.

(-)
- Single-pump.
- Tidak didesain untuk digunakan sambil beraktivitas mondar-mandir. Kombinasi pump+botol agak berat untuk menggunakan hands-free pumping bra, kecuali kalau branya sangat kuat ya.
- Info tentang KPop sangat sedikit. Kalau lihat Google, kayanya KPop hanya dikeluarkan di Indonesia dan Thailand.

Info tambahan:
* Parts yang dibersihkan termasuk sedikit: corong, valve, botol. Membran tidak kena ASI jadi bisa dibersihkan di akhir hari saja.
* Tidak pakai selang.


Yang saya perlu konfirmasi lagi soal Allegro dan KPop (maaf banget, lupaa) :
* Lama stimulation phase, apa otomatis pindah ke expression phase.
* Timer / auto shut-off.
* Memori level terakhir.

Kelebihan overall merk UNIMOM :
* BPA-free untuk semua part yang terkena ASI.
* Mudah di-switch menjadi manual pump, tinggal beli switch kitnya (sekitar 130 ribu) dan bahkan di beberapa pump sudah termasuk paket pembelian.
* Harga terjangkau.
* Ada warranty Indonesia (12 bulan) tapi belum pernah saya jajal gimana kinerjanya.
* Sparepartnya banyak yang jual.
* Ada tutup corongnya supaya ga kemasukan kotoran ketika tidak dipakai.
* Ada silicon massager yang katanya bikin nyaman ibu, serasa dipijat. Tapi efeknya di tiap pemakai beda lho ya. Banyak juga yang ngerasa itu gak berguna.
* Bisa menggunakan semua botol standard neck.
* Bisa beli converter supaya bisa dipakai ke botol wideneck Avent.

Kekurangan overall merk UNIMOM :
- One-size-fit-all flange. Sedihnya buteki yang butuh corong kecil atau besar... Katanya sih sebetulnya ada size lain tapi saya belum nemu sellernya. Selain corong size small dan large, spareparts lain gampang dicari.
- Breastshield (corong dan connector) menjadi satu kesatuan sehingga lebih sulit dibersihkan, butuh sikat kecil dan ketelitian. Penyimpanan dan mobilitas corong butuh tempat besar karena tidak bisa dibongkar.
- Valve warna putih sulit dicek kebersihannya (takut ada sisa ASI menempel); saya pribadi lebih suka yang bening. Valve juga harus dicuci menggunakan sikat kecil dengan hati-hati untuk mencegah robek.
- Banyak pemakai (termasuk saya) yang ASInya suka masuk ke sela corong dan silicon massager. Silicon massagernya jadi nggak guna, bahkan annoying.
- Tidak didesain untuk digunakan sambil beraktivitas mondar-mandir (kecuali niat banget bikin pouch atau gantungan sendiri yah).
- Website resminya nggak di-update; kurang informasi dibanding merk lain. Unimom.co.id sendiri malah kulihat lebih kaya reseller / distributor doang.
- Masih baru jadi masih terus melakukan research and development (it's actually a plus) tapi jadinya kasian yang udah telanjur beli model lama trus nggak lama kemudian keluar model barunya (contoh: Allegro).
- Botolnya gampang hilang cetakan ukuran mililiternya. Ukuran juga bukan per 10 ml tapi per 30 ml, agak kurang akurat pula.


Nah sekarang salah satu yang lagi ngehits di USA tuh merk SPECTRA, karena bisa ngeluarin hospital-grade breastpump dengan harga terjangkau dan ukuran yang cukup compact. Kalau nggak salah, ini merk keluaran Korea juga.

8. Spectra M1
Paket pembelian awal M1 hanya untuk single-pumping

(+)
+ Kekuatan hisap sampai 300-320 mmHg.
+ Dual-phase; ada fase pijat untuk mancing LDR dan fase perah/pompa.
+ Kekuatan hisap ada 5 level (kalau ga salah, masing-masing 5 level untuk fase pijat dan fase perah).
+ Rechargeable battery (pengisian 3 jam untuk pemakaian sampai 2 jam).
+ Kekuatan hisapan menggunakan baterai cukup stabil.
+ Bisa dipakai double-pump dengan membeli paket breastshield lagi dan T-Connector total sekitar Rp 200.000.
+ Suara sekitar 45 desibel.
+ Closed-system.
+ Berat corong + botol cukup ringan untuk ditahan menggunakan hands-free pumping bra.

(-)
- Paketan penjualan hanya corong wideneck. Kalau mau converter ke standard neck, musti beli terpisah.
- Selang agak mudah lepas dari backflow preventernya (tapi mungkin karena saya hands-free dan ga bisa diem duduknya hehehe).

Info tambahan :
* Auto shut-off setelah 30 menit pumping.
* Menggunakan selang. Jika double-pumping, harus pakai 2 selang.
* Ukuran motor medium, diameter sekitar 13 cm, tinggi sekitar 7 cm.
* Part yang harus dicuci : corong, valve, botol. Backflow preventer (top-back cover dan membran) tidak kena ASI, bisa dicuci di akhir hari saja. Kalau doublepump berarti kalikan 2 set.
* Tidak didesain untuk digunakan sambil jalan-jalan. Kalau sekedar duduk ngetik sih oke.

Fitur yang TIDAK ADA:
* Otomatis switch dari massage mode ke expression mode; harus manual tekan tombol.
* Pengaturan ritme. Ritme otomatis melambat jika kekuatan hisap ditambah.


9. Spectra 9S


(+)
+ Kekuatan hisap sampai 300 mmHg. Siklus hisapan 30-46 hisapan/menit.
+ Closed-system.
+ Double-pump.
+ Dual-phase (massage mode dan expression mode).
+ Kekuatan hisap di mode massage ada 5 level, di mode expression ada 10 level.
+ Bisa ubah dari expression mode ke stimulation mode kembali, dan sebaliknya dengan menekan 1 tombol.
+ Back-lit LCD screen untuk lihat indikator baterai, waktu (lama memompa), mode yang digunakan, dan level kekuatan hisapan.
+ Bisa menggunakan powerbank ataupun 4 baterai AA jika listrik mati.
+ Kekuatan hisap menggunakan baterai cukup stabil, kecuali jika sudah sangat low.
+ Memory yang mengingat kekuatan hisap yang terakhir digunakan.
+ Suara sekitar 40 desibel.
+ Berat corong + botol cukup ringan untuk ditahan menggunakan hands-free pumping bra.

(-)
- Selang agak mudah lepas dari back-flow preventernya.
- Posisi connector selang ada di atas mesin, jadi jangan meletakkan motor terlalu jauh (supaya selang nggak terasa kependekan) atau posisikan mesin miring.

Fitur lain:
* Ukuran mesin cukup compact (p 12 cm x l 7 cm x t 4,5 cm). Berat mesin sekitar 250 gram.
* Menggunakan selang. Untuk double-pump, membutuhkan 2 selang.
* Automatic shut-off setelah pumping selama 30 menit.
* Part untuk dibersihkan untuk double-pumping : 2 set corong, valve, botol. Backflow preventer (top-back cover, membran) tidak kena ASI, bisa dibersihkan di akhir hari saja. 
* Paketan penjualan sudah termasuk converter corong agar bisa menggunakan botol standard neck.
* Tidak didesain untuk digunakan sambil jalan-jalan. Kalau sekedar duduk ngetik sih oke.

Fitur yang TIDAK ADA:
* Otomatis switch dari massage mode ke expression mode; harus manual tekan tombol.
* Pengaturan ritme. Ritme otomatis melambat jika kekuatan hisap ditambah.

10. Spectra 9+ / Advance
Ada fitur indikator level, fase/mode, lama memompa

(+)
+ Kekuatan hisap sampai 300 mmHg. Siklus hisapan 30-46 hisapan/menit.
+ Closed-system.
+ Double-pump.
+ Dual-phase (massage mode dan expression mode).
+ Kekuatan hisap di mode massage ada 5 level, di mode expression ada 10 level.

+ Bisa ubah dari expression mode ke stimulation mode kembali, dan sebaliknya dengan menekan 1 tombol.
+ Back-lit LCD screen untuk lihat indikator baterai, waktu (lama memompa), mode yang digunakan, dan level kekuatan hisapan.
+ Rechargeable battery kuat sampai 2 jam pemakaian.
+ Memory yang mengingat kekuatan hisap yang terakhir digunakan.
+ Suara sekitar 40 desibel.
+ Berat corong + botol cukup ringan untuk ditahan menggunakan hands-free pumping bra.

(-)
- Selang agak mudah lepas dari back-flow preventernya.
- Posisi connector selang ada di atas mesin, jadi jangan meletakkan motor terlalu jauh (supaya selang nggak terasa kependekan) atau posisikan mesin miring.
- Jika baterai sudah low, kekuatan hisapan cenderung berkurang.

Fitur lain:
* Ukuran mesin cukup compact (p 12 cm x l 7 cm x t 4,5 cm). Berat mesin sekitar 250 gram.
* Menggunakan selang. Untuk double-pump, membutuhkan 2 selang.
* Automatic shut-off setelah pumping selama 30 menit.
* Part untuk dibersihkan untuk double-pumping : 2 set corong, valve, botol. Backflow preventer (top-back cover, membran) tidak kena ASI, bisa dibersihkan di akhir hari saja. 
* Paketan penjualan sudah termasuk converter corong agar bisa menggunakan botol standard neck.
* Tidak didesain untuk digunakan sambil jalan-jalan. Kalau sekedar duduk ngetik sih oke.
* Sebaiknya tidak digunakan sambil dicolok ke listrik karena baterainya bisa cepat aus (seperti handphone).

Fitur yang TIDAK ADA:
* Otomatis switch dari massage mode ke expression mode; harus manual tekan tombol.
* Pengaturan ritme. Ritme otomatis melambat jika kekuatan hisap ditambah.


Nah untuk Spectra S1/S2 ini, reviewnya adalah update-an tahun 2016 karena saya sudah menyewakan juga Spectra S2 selama sekitar 9 bulan dan saya sendiri menggunakan Spectra S1 buat nyetok ASIP anak kedua.Postingan ini sendiri dibuat pada bulan Okt 2015.

10. Spectra S1 and S2
Mesin dan fitur-fitur pada S1 dan S2 sama persis. Perbedaannya ada pada sumber power. Pada S1, ada rechargeable battery seperti pada handphone, jadi tinggal charge selama sekitar 1 jam lalu pakai sampai sekitar 2 jam pemakaian. Pada S2, pemakaian harus tercolok ke steker listrik.

(+)
+ Kekuatan hisap sampai 300 mmHg.
+ Ada fitur pengatur ritme hisapan sampai 5 level antara 38-54 hisapan/menit. Khusus massage mode hanya ada 1 level hisap yaitu 70 hisapan/menit.
+ Closed-system.
+ Double-pump.
+ Dual-phase (massage mode dan expression mode).
+ Kekuatan hisap di mode massage ada 5 level, di mode expression ada 12 level.
+ Bisa ubah dari expression mode ke stimulation mode kembali, dan sebaliknya dengan menekan 1 tombol.
+ LCD screen untuk lihat indikator baterai, waktu (lama memompa), mode yang digunakan, dan level ritme & kekuatan hisapan.
+ Rechargeable battery pada S1 kuat sampai 2 jam pemakaian.
+ Kekuatan hisap menggunakan baterai cukup stabil, kecuali jika sudah sangat low.
+ Memory yang mengingat kekuatan hisap yang terakhir digunakan.
+ Suara sekitar 45 desibel. Getaran minim.
+ Berat corong + botol cukup ringan untuk ditahan menggunakan hands-free pumping bra.
+ Night-light (2 level)
+ Posisi selang di depan mesin jadi maneuverability lumayan bebas.
+ Hisapan bukan sucking tapi suckling. Halah, bagaimana ya menjelaskannya... Jadi di pompa S series, sekalian tarikan itu ada beberapa hisapan, seperti kenyotan bayi. Kalau di pompa tipe lain, hanya satu hisapan saja per tarikan. Jenis hisapan pada S series dipercaya lebih memudahkan terjadinya let down reflex.

(-)
- Selang agak mudah lepas dari back-flow preventernya.
- Ukuran mesin besar! Diameter sekitar 20 cm, tinggi (dengan handle) sekitar 20 cm.
- Layar LCD tanpa backlight, tapi ga perlu juga sih karena sudah ada lampu pada handlenya kalau perlu penerangan.

Fitur lain:
* Berat mesin sekitar 1,1 kg untuk S1 dan 0,9 kg untuk S2.
* Menggunakan selang. Untuk double-pump, membutuhkan 2 selang.
* Part untuk dibersihkan untuk double-pumping : 2 set corong, valve, botol. Backflow preventer (top-back cover, membran) tidak kena ASI, bisa dibersihkan di akhir hari saja. 
* Paketan penjualan sudah termasuk converter corong agar bisa menggunakan botol standard neck.
* Tidak didesain untuk digunakan sambil jalan-jalan. Kalau sekedar duduk ngetik sih oke.
* Automatic shut-off setelah pumping selama 30 menit.

Fitur yang TIDAK ADA (kalo ga salah hehe):
* Otomatis switch dari massage mode ke expression mode; harus manual tekan tombol.


Kelebihan overall SPECTRA :
* Tersedia ukuran flange: S (diameter puting 24 mm, diameter areola 8,2 cm, standard paketan pembelian), M (diameter puting 27 mm, diameter areola 8,6 cm), dan L (diameter puting 28 mm, diameter areola 9 cm; tidak pakai silicon massager). 
* Sparepart udah makin banyak yang jual.
* Model S1 dan S2 menyediakan fitur pengaturan ritme.
* Corong compatible dengan botol wide-neck Avent.
* Relatif tidak berisik.
* Bahan valve tebal, tidak mudah robek, tapi sebaiknya tetap hati-hati ketika membersihkan. 
* Paket pembelian electric pump sudah disertai converter-kit untuk manual pump.
* Bisa dijadikan doublepump.

Kekurangan overall SPECTRA :
- Ukuran corong cenderung besar. Ukuran S yang terkecil pun sudah 24 mm (bandingkan dengan Medela yang ukuran S-nya 21 mm). Gimana nasib buteki-buteki berpayudara mini? Hiks...
- Kebanyakan paket penjualan dengan corong wideneck (walau disertai botol Spectra yang sesuai). Harus pakai converter atau beli corong standard neck dulu kalau mau pakai botol standard neck. Kalau ga salah, model Dew memakai corong standard neck.
- Corong (flange) dan connector menjadi kesatuan, perlu sikat kecil dan ketelitian dalam membersihkan. Seriusan ini beberapa kali kejadian saya nerima corong dalam kondisi di bagian dalamnya ada kerak ASI. Iyuuuhhh...
- Valve berwarna putih perlu ketelitian dan kehati-hatian untuk membersihkan agar tidak ada sisa ASI. Andai ada yang bening pasti lebih oke.Oleh Spectranya, disarankan untuk membersihkannya menggunakan kelingking (tentunya dengan kuku terpotong).
- Tidak didesain untuk digunakan sambil beraktivitas jalan-jalan. Kalau mau sekedar hands-free sambil ngetik di laptop sih bisa pakai hands-free pumping bra.


BTW, semua double pump didesain untuk bisa digunakan sebagai single pump juga ya!

FYI *halah banyak amat singkatannya*, noise dari segi desibel menurutku nggak mencerminkan getaran/vibrasi si pompa. Misalnya Freestyle walau 58an desibel tapi getarannya lebih halus dari Swing Maxi yang cuma 50an desibel. Ini menurut pendapat saya pribadi dengan pengalaman mompa di meja kerja yang sangat gampang ngegetar kena pompa.

Butuh info lain? Ada pertanyaan? Pingin sharing? Silakan hubungi rentalbuteki(at)gmail.com, sebisanya saya akan jawab semampu saya.

15 October 2015

Tentang E-Ping (Exclusive Pumping) dan Pumping at Work

Saya selalu merasa salut sama ibu-ibu yang melakukan eping. Gimana nggak, saya sendiri (yang cuma sempat 3 mingguan menjalani eping) udah merasa kelelahan hehehe... Rasanya kaya nggak tidur-tidur. Terus-terusan mompa, kasih susu ke baby, boboin dia, gantiin popoknya, nyikat pup dari popok, cuci-steril pompa dan botol-botol, mompa lagi, dan seterusnya. Saat itu aku ga mau ngandelin sus dan suami, ceritanya pengen bonding sama anak selama cuti hahahaaa... Idealisme first-time-mother *geleng-geleng kepala sendiri*.  Untung abis lahiran tuh kaya ada adrenaline rush ya, jadi nggak tepar.

Abis itu aku bohuat sendiri, mana kami mau ke Bandung. Aku ga pede bawa dan ngasih asip di jalan (namanya juga emak rempong). Aku memutuskan buat relaktasi selagi anaknya masih sangat kicik. Puji Tuhan relaktasinya cuma butuh 2 minggu dan anaknya sekarang malah maniak nenen (*sweat* trus bingung deh kelak gimana nyapihnya hahahaha... serba salah deh, dasar emak rempong).

Balik ke soal eping. Kemarin saya nemu artikel menarik di blognya Veronika's Blusing tentang usahanya melakukan exclusive pumping. Recommended banget buat ibu-ibu yang eping! Apalagi ada beberapa ibu yang merasa bersalah atau menyesali tidak bisa menyusui anaknya secara langsung. Bukannya perasaan begitu nggak valid sih; aku paham banget rasanya pingin anak bisa nemplok di dada tanpa nyakar-nyakar dan ngamuk histeris. Tapi dalam beberapa kasus memang akhirnya eping lah jalan keluar terbaik. Bukan berarti ibunya kurang berusaha ataupun anaknya menolak ibunya. Buat ibu-ibu yang gundah menjalaninya e-pingnya, monggo silakan dibaca artikelnya Mbak Veronika di atas, bagusss deh! 

Walau ga exclusively pumping, saya sekarang masih rutin pumping at work. And I hate it. Hahahaa... Riweuh aja gitu rasanya walau puji Tuhan aku ditempatkan di sebuah ruangan kicik di mana aku bisa ngunci pintu dan mompa. Tapi tetep aja riweuh. Kadang tiba-tiba ditelepon boss lah disuruh promptly ke ruangannya, atau digedor-gedor ada yang nyariin, atau di depan ruangan lagi ramai banyak orang dan bikin suasana pumping nggak rileks. Pernah juga kerabat boss dari luar kota main intip aja dari atas sticker kaca pintu karena ngira itu ruangan sodaranya! Gilak, padahal pintunya udah kututup kertas, cuman orangnya emang jangkung banget! Untung aku selalu pakai nursingwear jadi nggak keliatan aurat. Udah gitu, baru-baru ini keluar pengumuman bahwa bakal ada perubahan layout kantor dan aku disatukan dengan 12 orang, duduk di depan meja manager yang udah pasti bakal sering dilalulalangi tamu. Udah pasti ga bisa lagi pumping di meja lah ya... Ini aku lagi usahain supaya bisa pindah ke ruangan kicik lain bareng temenku sesama busui supaya bisa pumping walau rada risih hehehe...

Temenku itu sendiri ga pumping di kantor, katanya males susah cari tempatnya. Emang sih kantorku ini ga sedia pumping room dan syusyelah mintanya despite of Peraturan Pemerintah dll yang mewajibkannya. Secara kantor kami di ruko yang layoutnya super padugdeg alias syempiiit! Ada juga ibu lain di kantor yang nggak mompa karena nggak sempat dan nggak enak sama bossnya. Sedih ya dengernya. Satu busui lain lumayan sukses mompa selama 6 bulan buat ASIX dan sesudah anaknya MPASI dia mengurangi pumping sessionnya. Sekarang sih kelihatannya dia udah ga mompa, mungkin karena anaknya udah setahun.

Anakku udah jalan 14 bulan. Menurut mama papaku mah udah boleh disapih. Akunya yang belum tega hehehe... Sebetulnya dia sih fine-fine aja nggak minum ASIP selama aku ngantor, asal diganti UHT atau sufor. Kenapa atuh aku keukeuh banget mompa buat ngasih dia ASI? Toh aku kan nggak idealis-idealis amat yang mengagungkan ASI di atas segala jenis susu dan menistakan susu sapi ("susu sapi buat anak sapi!" LOL). Anakku juga udah mulai makan nasi walau masih moody; setidaknya udah nggak terlalu mengandalkan ASI sebagai sumber gizi utamanya.

Simply karena waswas aja sih. Aku dan suami punya riwayat asma dan alergi yang lumayan parah waktu kecil. Aku baca-baca, ASI bisa sangat membantu meningkatkan daya tahan anak dan mengurangi kemungkinan alergi dan asma, atau setidaknya mengurangi gejalanya. Puji Tuhan memang sampai saat ini si eneng nggak menampakkan tanda-tanda bengek. Kata mamaku sih aku dulu sebelum setahun udah kelihatan langganan batuk pilek dan napasnya ngak ngik ngok. Semoga aja si eneng nggak mewarisi bengek alergian ini yah!

Alasan kedua rada absurd. Aku ngerasa ASI tuh salah satu faktor pendukung utama buat bonding antara aku dan si baby. Walaupun sekarang dia udah tahu mana 'mwamwa'nya, udah bisa manja dan caper ke aku walau ada pengasuh lain, aku mikirnya ASI tuh semacam reminder buat dia supaya merindukan mamanya selama aku ngantor. Hahahaha absurd kan? Namanya juga emak rempong! ;p

BTW, yang namanya pumping tuh butuh ketekunan emang ya. Kalau ga tekun, biasanya hasil pompaan ga akan sebanding sama demand si baby. Mungkin karena stimulasi sedotan pompa nggak mempengaruhi tubuh seefisien kenyotan bayi. Mungkin karena pompa biasanya nggak bisa mengosongkan PD seefisien bayi. Mungkin ada sebab lain juga. Makanya ga kebayang ibu-ibu yang oversupply ASIP, itu pasti rajin banget pumpingnya! Saluuuut!

09 October 2015

Introducing : Rental Buteki

Ehem! Ceritanya saya baru memulai usaha nihh, ciye ga ciye ga? Padahal kecil-kecilan doang hahahaa... Yup, saya baru saja membuka rental breastpump bernama Rental Buteki. Monggo kalo sekiranya ada sanak saudara yang perlu, silakan cek di FB-nya Rental Buteki atau IG @rentalbuteki yaaa.... tapi barangnya masih dikiiit hihihi. Abis belinya kudu nyicil-nyicil hasil nabung duit belanja.

Ga kebayang deh kalo lihat rental yang udah gede-gede sampai punya ratusan pump dan bisa open investment, keren bangettt! Targetku mah ga muluk-muluk dulu lah, cukup balik modal aja dalam setahun, udah hepi hahahaa... *manusia rendah diri* Ini aja mulainya ragu-ragu, akhirnya ngetes pasar dulu ke temen-temen sendiri, eh ternyata ada yang mau. Yowis lah lanjutt hahaha...

Kalo ditanya kenapa kepikir buka rental breastpump... ya karena pas sama passionku. Bisa sekalian supporting breastfeeding, sharing dengan sesama buteki (ibu meneteki, in case ada yang belum tau kepanjangannya kaya sohibku yang nanya apa artinya buteki hahaha) soal bittersweetnya ngasih ASI buat anak sambil kerja, dan rental ini bisa dikerjakan sambil kerja kantoran juga. Saya juga terilhami ketika saya sendiri nyewa breastpump dulu, misalnya waktu pumpku rusak, dan waktu saya penasaran pingin nyoba double pumping gara-gara kecapean kejar tayang.

Kenapa ga sekalian rental mainan? Karena males sama delivery maenan size gede dan eike ora ngerti maenan-maenan mahal! Hahaha kesian ya anak eike maenannya cuman kresek sama dus bekas! Maenan si eneng yang bermerk macam FP, LT, ELC gituan semuanya dapet dari kado hahahaa... *kecup my frugal baby*.

Trus ternyata beberapa teman dan famili pada mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan.
- Why rent, not buy? Emang ada orang yang nyewa pompa ya?
- Emangnya higienis? Gimana kalo bayinya kenapa-napa terus dituntut sama penyewa?
- Aman gitu ngasiin pompa ke orang lain, gimana kalo nggak balik?
- Gimana maintain performa pompanya? 

OK, sekalian saya jelaskan juga yaa di sini.

1. Why rent?

Why not? #eh       
Ga menjawab ya, malah minta digebok.  

Umm... bisa macam-macam alasannya:
- Masih mencari pompa yang paling cocok. Pompa itu cocok-cocokan, kaya jodoh. Ada yang cocoknya elektrik, ada yang cocoknya manual. Bahkan banyak ibu cocoknya marmet (memerah menggunakan tangan) walau pegel! Ada juga yang cocoknya pompa elektrik tipe A tapi nggak cocok dengan elektrik tipe B. Walaupun beberapa buteki bisa-bisa aja beli beberapa pompa buat coba-coba, tapi pasti, PASTI deh, suami geleng-geleng liatnya, kecuali tajir melintirrrr banget kali ya. Nah daripada telanjur beli lalu nggak cocok, mendingan nyewa dulu aja, terutama pumps mehong-mehong kaya Swing Maxi yang ampir 3 jeti atau bahkan Freestyle yang harganya minimal 5,4 jeti (itu sebelum dollar menggila)!
- Buat substitusi pompa yang sudah dimiliki yang lagi direparasi.
- Dalam kasusku ya kaya cerita tadi: buat nyoba doublepump karena pompaku single (sebelum tahu cara ngakalinnya supaya bisa jadi doublepump).


2. Apakah higienis?

Banyak juga orang yang waswas sama kebersihan pompa karena berpindah dari tangan ke tangan. Sebetulnya balik lagi ke pemakai (penyewa) dan pemilik pompanya yaa... Di Rental Buteki, setelah ngecek kelengkapan pompa yang dikembalikan, semua part saya cuci kembali, sterilisasi dan dikeringkan dengan dish dryer Panasonic. Termasuk box tempat penyimpanannya juga pasti dicuci bersih. Barulah semuanya dipak masuk ke box dan disimpan di tempat yang bersih : rak buku saya. Pokonya mah OCD lah, ga mungkin dibiarin keangin-angin kena debu. Bahkan boxnya aja pun nggak pernah kena lantai.

Saya juga saat ini masih menghindari pompa open-system macam Swing. Ngeri bo! Jangankan penyewa baru, saya aja yang udah lama pakai kadang masih 'kebobolan' juga ASInya masuk selang kalau lagi asik mompa sambil kerja. 


3. Apakah aman mengirimkan pump ke orang tak dikenal?

Amit-amit deh jangan sampaaaii ketemu penyewa gendheng yang suka klepto atau jorok ngejaga barang orang, amit-amit! Yah setidaknya kan saya megang copy KTP, no rek, alamat, sama no telp penyewa buat jaga-jaga dan kalau perlu, sekalian laporin ke polisi. Amit-amiiiitt, jangan pernah deh! Saya percaya yang namanya buteki mah semua beritikad baik *muah*!


4. Bagaimana menjaga kualitas pompa?

Nah kalo ini emang kesian juga penyewanya, saya cerewetin hahaha... Saya minta mereka nggak merebus part pompa buat jaga-jaga. Walau beberapa merk mengizinkan perebusan part di manualnya, tapi mana tahu ya kalo ditinggal di atas kompor trus kelupaan, atau airnya kurang banyak sehingga part terkena dasar panci, dll. Pernah ada kasus part pompa penyok meleleh *oh noooo*! Saya juga minta supaya part silikon jangan terkena panas, cukup dibasuh air matang.

Untuk mengecek kekuatan hisapan, saya pakai alat pengukur kekuatan tekanan (gauge). Kalau ada penurunan performa mesin pompa atau kerusakan, saya masukkan ke service centernya. Saat ini makanya cuma berani pakai merek-merek yang udah terbukti after-sales servicenya (selain karena keterbatasan modal hahaha).

Saya juga meminta pemakaian pompa hanya untuk 1 orang pemakai karena pompa yang saya sewakan bukan hospital grade macam Medela Symphony yang kuat di-abuse rame-rame. Semoga nggak ada penyewa 'bandel' yang pakai pump saya rame-rame sama temen sekantornya aja hehehe...


Nah sekian perkenalan sama Rental Buteki. Kalau ada inquiry, silakan hubungi di page-nya (link ada di atas). Mau sekedar sharing dan minta masukan dari sesama busui juga monggo silakan lhoo....

01 October 2015

Review: Mamaway Second Skin Seamless Bra

Acara "Bee Day TUM Birth Club Agustus 2014" yang diadakan pada 16 Agustus 2015 lalu di Bogor diisi oleh kegiatan-kegiatan seru serta banyak hadiah menarik! Salah satu doorprize yang menjadi incaran para anggota kami adalah Second Skin Seamless Bra dari Mamaway! Gimana nggak menjadi incaran, produk ini merupakan salah satu best seller Mamaway yang retail pricenya Rp 600.000! Hihihi...

Mamaway sendiri merupakan brand produk pakaian hamil dan menyusui asal Taiwan yang sangat disukai para bumil dan busui. Selain karena bahannya yang aman dan nyaman, produk Mamaway juga memiliki kualitas yang memuaskan. Reviewku atas baju dan jeans hamil dan menyusui Mamaway bisa dilihat di post ini.

Ketika mendengar ada doorprize dari Mamaway berupa maternity and nursing Second Skin Seamless Bra ini, tiap mommy di TUMABC14 langsung excited dan berharap dialah yang beruntung mendapatkannya! Setelah diundi menggunakan kocokan nama para babies, akhirnya doorprize ini diberikan kepada Aulia, yang akrab kami panggil Ulil! Yeaaay... congrats ya Lil!


Saking penasaran sama komen Ulil atas produk Second Skin Seamless Bra ini, saya langsung nagih reviewnya. Inilah kutipan komentar Ulil :

"Seneng sekali di acara Bee Day TUM ABC14 lalu saya mendapat banyak doorprize. Alhamdullilah yaa, rejeki isteri sholeha, amiiiinn... hehehe... Salah satu doorprizenya adalah yang menjadi incaran semua mommies ABC14: Seamless Bra dari Mamaway! Saya tinggal memberikan ukuran lingkar dada dan payudara saya ke Mamaway, lalu Seamless Bra yang pas dengan ukuran saya dikirimkan ke rumah saya!



Setelah saya coba, barulah saya mengerti kenapa Mamaway menjadi hype di kalangan ibu menyusui. Bahan branya lembut tapi kuat menopang payudara (PD). Rasanya sangat nyaman dan stabil, terlebih dengan ukuran PD saya yang cukup besar sejak mengandung dan menyusui 2 anak. Walau saya menggunakan jilbab yang menutupi area PD, rasanya tetap lebih nyaman jika mengenakan bra yang dapat menopang PD dengan baik, terlebih lagi dengan kesibukan saya di rumah dan mengurus 2 toddler yang sedang lincah-lincahnya! 

Bukaan menyusuinya juga mudah dilepas-pasang dengan 1 tangan. Desainnya sangat elastis, memungkinkan untuk terus dikenakan selewat masa menyusui. Hal ini juga dimungkinkan dengan adanya breast pad yang bisa dilepas-pasang. Bra ini juga dapat memperbaiki bentuk PD lho! O ya, bra ini pun tidak berkawat sehingga tidak mudah rusak bentuknya ketika dicuci, tidak seperti bra berkawat yang mudah berubah bentuk ketika dicuci. Walau tak berkawat, bagian kain di lingkar dada cukup tebal dan kuat untuk menahan PD. Bahannya juga elastis dan tidakmudah melar.


I love it so much, terima kasih banyak Mamaway yang telah memberikan doorprize ini buat acara Bee Day kami!"

Nah, itu testimoni dari Mama Ulil. Sangat recommended loh  produk Second Skin Seamless Bra ini buat mommies yang sedang hamil atau menyusui, karena dari yang saya ketahui dari website Mamaway, ternyata bahannya yang elastis dapat mengikuti ukuran payudara para ibu yang sejak awal kehamilan hingga menyusui semakin membesar dan kembali mengecil setelah menyusui. Dan elastisitas bra ini akan kembali seperti semula setelah dicuci. Mengutip dari situs Mamaway: Model busa payudara tanpa jahitan ini bisa dipasangkan pada masa kehamilan, dan bisa dilepaskan dari cup masa menyusui dan kemudian menggantikannya dengan busa khusus menyusui.


 Pusing kan milih bra? Nah ini bra yang memang didesain untuk bumil dan busui.




Jadi meskipun harganya Rp 600.000,-, Second Skin Seamless Bra ini cukup efisien karena selain bahan dan kualitasnya yang sangat baik, designnya juga bikin kita juga ga perlu repot-repot cari dan beli bra lain untuk menyesuaikan dengan perubahan payudara kita. Sangat efisien kan? Mamaway juga menyediakan promo untuk produk ini lho: Buy 2 for Rp 1 juta! Lumayan banget diskonnya! Cuusss ah melipir ke Mamaway!

11 September 2015

Cara Memodifikasi Breastpump Medela Swing Menjadi Double Pump

BACKSTORY
 
Ketika si baby umur 5 bulan, aku ngalamin paniknya dikejar-kejar mompa ASI untuk memenuhi demandnya yang nggak kunjung berkurang: 5 x 120 cc untuk jam 7.00-18.00! Aku coba segala jenis booster ASI, jaga asupan gizi bahkan makan lebih banyak daripada waktu hamil, jaga emosi dan berusaha nggak stress. Saat itu stok ASI di kulkas hanya sekitar 900 cc setiap harinya dan produksiku hanya sekitar 500 cc. Weekend aku harus bangun subuh untuk memompa karena kalau weekdays malah pompaan jadi dikit kalau kurang tidur haahaa...

Yang gilanya, pompa hampir nggak pernah lepas dari badanku selama aku di kantor! Ya abisnya aliran ASIku emang lambat. Pernah kucoba memompa hanya di jam 9.00, 12.00, dan 15.00. Hasilnya mengenaskan, cuma 400 cc. Faktor lain adalah aku selalu berusaha memompa setiap PD selama 1 sesi Medela Swingku (30 menit) walaupun tetesannya sudah sangat seret, jadi memompa 2 PD butuh 1 jam. Too long! Sampai-sampai aku beli pumping bra supaya bisa tetap bisa sambil kerja!

Ketika baca-baca situs laktasi, katanya menggunakan double pump dapat membantu meningkatkan produksi ASI sampai 18%. Menarik! Aku langsung nyewa Unimom Forte yang hospital grade. Bener loh, quite helpful, tiap harinya bisa lah bawa 590-600 cc, minimal bisa bawa pulang 550 cc sehari dan pernah beberapa kali sampai 620 cc! Langsung dilema dong. Kalo jual Swing trus beli Forte tuh rasanya sayang, karena Swing udah cocok phasenya di aku. Bahkan aku bisa dapat hasil pompaan yang memuaskan kalau pakai fase mancing LDR-nya Swing sebelum doublepump pakai Forte. Kalau Swingnya ga dijual, mubazir. Apa jual Swingnya terus beli Swing Maxi? Ahhhh binun!

Akhirnya terpikir buat nyoba bikin Swing menjadi double pump! Alasannya karena aku pernah memodif Swing menjadi closed system menggunakan parts Unimom Mezzoku (tutorialnya bisa dilihat di Blog AsiBayi). Kupikir parts yang kupunya harusnya bisa kupakai lagi nih! Dan ternyata betul, tinggal beli T-connector selang akuarium dan selang Unimom!


BAHAN YANG DIBUTUHKAN


Berikut parts Medela Swing yang standar kita dapatkan saat purchasing baru:
a. Corong M 24 mm
b. Tube alias selang
c. Connector
d. Valve (yang kuning kecil itu)
e. Membran (yang putih kecil)
f. Motor (mesinnya)
g. Botol
h. Dudukan botol (opsional, kurang terpakai saya mah)
i. Tutup botolk. Kantung
l. Tali (juga nggak saya pakai)
m. Colokannya



Berikut parts yang harus dimiliki buat modif jadi double swing:
    Satu aja cukup kok hehehe
  •  T-connector selang akuarium (di toko akuarium dijual Rp 1.000an per piece)
Lactina Tube
  • Selang Medela Lactina atau Lactina tube
Note: bisa aja sih pakai selang Swingnya, tapi sayang. Apalagi kalau kelak mau flea Swingnya, mana mau orang beli kalau selangnya udah kepotong.
Selang Lactina lebih murah daripada selang Swing, juga lebih panjang sehingga lebih mudah disesuaikan panjangnya.
Selain itu, ketika kita lagi pingin single pump, masih bisa memakai selang Swing yang utuh.

  •  Satu set corong dan botol tambahan
Nah set corong ini bisa menggunakan berbagai merk parts breastpump asalkan masih dalam tipe selang seperti Medela Swing. Yang kupakai adalah corong dan selang Unimom.
Apa aja partnya?
1. Badan Corong Unimom (universal, saya pakai dari Unimom Mezzo)
2. Valve (juga universal, saya pakai dari Unimom Mezzo)
3. Botol (apa aja yang standard neck)
4. Top Cover
5. Spring atau per
6. Large membrane
7. Back / Bottom Cover
8. Cakram dan ring (atau lid) untuk tutup botol
9. Selang / tube

 allegro# breastshield set 
Semua part yang dibutuhkan saya beli dari ASIBayi (sumpah nggak dapat imbalan apapun). Kalau ga salah, sepaket gini tuh harganya sekitar Rp 250.000. Swingnya gratis dapet dari kado dan sebagian part udah ada dari Unimom Mezzo pemberian suami. Asik kan, modal ga nyampe Rp 200 ribu dapet doublepump! Langsung dipuji suami deh sebagai istri yang irit hohoho...


STEP-BY-STEP INSTRUCTIONS

1. Potong selang Lactina sekitar 3-7 cm dari ujung.
Gambar diambil dari Blog ASIBayi

2. Pasang ujung selang Lactina yang pendek ke bagian tengah T-Connector. Lalu pasang ujung selang Lactina yang panjang ke salah satu tangan T-Connector dan selang Unimom ke tangan lainnya.
Bentuk akhirnya

3. Pasang ujung khas Medela dari selang Lactina yang pendek ke motor dan botol. Pompa bisa digunakan.
Swing Maxi jadi-jadian

Gampang kan!


POST NOTE TIPS

- Ketika menggunakan single pump, saya biasanya hanya memakai isapan level 1-3. Ketika pumping menggunakan double pump, kekuatan isap saya tingkatkan ke level 3-4 di phase memancing LDR dan ke level 4-5. Disesuaikan kenyamanan masing-masing aja, tapi dengar-dengar sih tipsnya: pasang level tertinggi yang persiss di bawah ambang batas toleransi sakit.

- Entah sugesti atau bukan, rasanya kurang narik kalau menggunakan double pump dengan tenaga baterai di Swing. Harus dicolok ke listrik terus. For consideration aja in case mommies mompanya di tempat tanpa colokan.

- Parts yang digunakan tidak harus sama dengan yang saya pakai (Unimom). Bisa kok pakai corong Spectra atau connector Medelanya sendiri, tapi harganya lebih mahal.

- Sebaiknya selalu nyetok membran Medela dan valve Unimom karena keduanya paling rentan robek. Kalau udah robek, pompanya jadi ga narik. Mending udah persiapan spare part daripada rempong kalau ada apa-apa.

- Karena selangnya makin ribet, hati-hati dan jangan terburu-buru ketika gerak ya, takutnya malah selangnya nyenggol botol atau apa. No use to cry over spilled milk tapi tetep aja aku mah mewek pas selang ngebelit botol, lalu jatuh karena ketarik trus 150 cc hilang percuma pas botolnya pecah! (T^T)

- Be careful sama corong yang Medela karena pakai open-system sehingga ASI gampang masuk ke selang. Kalau ASI telanjur masuk selang, harus langsung cepat-cepat matikan motor. Enaknya pakai selang jadi-jadian gini, biasanya ASInya masih terhalang T-connector dan belum masuk motor. Kalau udah masuk motor, musti cuci mesin. Caranya gampang kok:
1. Buka penutup belakang mesin dan busa penutup lubang pembuangan. Kalau baterai terpasang, lepas dulu.
2. Pasang selang ke mesin.
3. Siapkan 1 mangkuk air hangat yang sudah diberi sabun cuci.
4. Tempatkan ujung selang ke mangkuk.
5. Pegang atau tempatkan mesin mendatar. Siap-siap nanti air sabun akan mengalir dari lubang pembuangan, jadi harus nadahin air buangannya.
6. Taruh ujung selang satunya di air sabun, nyalakan mesin. Air sabun akan tertarik masuk selang dan keluar dari lubang pembuangan.
7. Ulangi dengan air matang untuk membilas.
8. Keringkan sisa tetesan air dari mesin, biarkan dulu di atas serbet sampai betul-betul kering. Masukkan lagi busa penutup dan pasang tutup mesin.
9. Untuk mengeringkan selang, bisa dengan menggantung selang. Cara paling mudah: putar-putar selangnya (di kamar mandi) kaya laso, yihaaa! Airnya nyepret sih ke mana-mana tapi cepat kering hehehe...

Hope it helps! Happy breastfeeding!

25 August 2015

Baby L's Milestones : 12 Months!

Wawww my baby finally turned one! Ga kerasaa... tau-tau si baby jadi toddler. Ah tetep aja mama's baby banget Euis mah! Pertumbuhan skillnya in overall average lah.

LINGUA & KOGNITIF
- Pengenalan udah OK. Hafal mainan-mainan favoritnya. Ketawa begitu lihat mainan itu.
- Mengenali orang-orang serumah, mbak ART, dan tukang sayur langganan.
- Manggil "mm--maa" atau "mamwaa" tapi cuma kalo lagi nangis.
- Ngerti beberapa kata misalnya "yuk", "nen", "mimi", "jalan-jalan", "sini", "minta", "bagi", "kasih", "ambil", "pegang", "papa", "mama", "popo", "mana", dll. Tau kalau sedang dilarang trus biasanya ngeyel (ngambek atau malah nyengir tengil).
- Ikutan "aaaaaa" kalo kami nyanyi. Goyang-goyang tangan kalo denger lagu yang dia suka.
- Sempat suka babbling tapi makin ke sini malah ga pernah lagi. Cuma 'uuuu' atau 'eeeuuu' atau menjerit kenceng kalau excited dan 'EEIIIIIII' kalau kesel nggak diwaro.Dah 2 bulan ini jadi berkurang cerewetnya.
- Nunjuk arah yang dimau. Nah ini salah satu yang bikin cerewetnya berkurang, soalnya tinggal kasih isyarat aja mau apa. Kalau mau minum, dia tunjuk gelas di atas dispenser. Kalau ada nyamuk, dia tunjuk raket nyamuk di atas rak.
- Minta digendong dengan mengulurkan tangan.
- Ngambek (cemberut, nggak mau eye contact) kalau kemauannya nggak dituruti atau habis diomelin selama sekitar 5-15 menit.
- Cemburu kalau emaknya gendong atau peluk anak lain (kalau moodnya lagi jelek aja).
- Ketawa ngekek kalau dibercandain (dalam kondisi good mood).
- Nyariin kalau kami pura-pura ngumpet.
- Berusaha ngambil makanan atau mainan di dalam wadah bening.
- Minta dikelonin buat bobo begitu ada di kondisi gelap. Hahaha ini karena kebiasaan begitu masuk kamar tiap malam matiin lampu, jadi kalau naik mobil jam 6-7an malam pun dia suka mengira udah waktunya tidur.
- Masih suka emosi kalo dipakein baju tapi kalo lagi kooperatif, udah tau kapan musti nekuk tangan dan lurusin tangan.

MOTORIK KASAR
- Berguling-guling; bergerak ke posisi duduk dari posisi tiduran; duduk tegak.
- Merangkak dan manuver-manuvernya (memanjat penghalang, merunduk dan merayap, dll).
- Manjat meja, tangga, dan kasur ketinggian 30-40an cm.
- Turun dari kasur dan sofa (30-50an cm) menggunakan kaki duluan. Belum bisa turun tangga sendiri.
- Menarik badan untuk berdiri sendiri (dengan pegangan ke barang/orang); menurunkan badan perlahan ke posisi duduk.
- Berjalan merambat mengitari meja, rak,dll. Nggak suka ditatih, pingin tangannya lepas.
- Buka pintu yang ringan (dengan menarik, mendorong atau menggeser).
- Berdiri tanpa pegangan selama beberapa detik.

- High-five (tapi suka ga kena) dan kiss bye (baru kiss udah masuk mulut, batal deh byenya hahahaa).
- Melambai kalau dibilang 'dadah' dan goyang-goyang tangan kalau denger rattle sound.
- Tepuk tangan ngasal (kadang yang ketepuk malah perut).
- Gerakan standar: meraba dan menggaruk barang terutama yang bertekstur, mengayun-ayun barang, narik-narik semua yang berbentuk tali, masukin SEMUANYA ke mulut lalu emut-emut, jambret makanan.

MOTORIK HALUS
- Meraih barang yang tergantung di depannya.
- Menjatuhkan barang dari tempat tinggi supaya bisa dia eksplor di lantai.
- Ngorek-ngorek dan meraba tekstur semua barang yang terpegang.
- Mengambil barang dari celah sempit.
- Gerakan-gerakan jari yang dibutuhkan buat mengarahkan makanan ke mulut.
- Pincer grip, menjepit barang dengan jari jempol dan telunjuk. Tapi belum bisa yang kecil-kecil banget.
- Mengeluarkan barang dari kantung plastik (terutama makanan) dengan menghalalkan segala cara: digaruk-garuk, goyang-goyang, lempar, gigit, dll. Pokoknya sampe barangnya keluar.
- Ngerawis (mencabik-cabik) kertas dan tisu.
- Membuka tutup box mainannya lalu menggulingkan boxnya supaya bisa dia acak-acak sambil duduk.
- Buka tutup tempat baterai di remote First Media. Enak sih ada katupnya, tinggal ceklek. Kalau remote TV dan AC kami musti bukanya ditekan jadi dia belum bisa.
- Belum tertarik cilukba. Tapi emang kitanya juga jarang stimulasi sih hahaha...

SOCIAL SKILLS
- Kadang masih separation anxiety. Mama is still number one *tawa kemenangan*. Mama posesif enjoy-enjoy aja ditemplokin sebelum tiba masanya dia malu dipeluk di depan umum.
- Stranger anxiety udah sangat berkurang, tapi kadang muncul when surrounded and cooed by many people she isn't familiar with. Apalagi kalo lagi bad mood. Biasanya no-smiley kalo di tempat ramai yang baru. Pastinya kalau ketemu orang yang belum dihafal, bakal diamati dulu. Kalo udah lama, baru sok akrab nyamperin. Kalau good mood, mau digendong siapa aja.
- Loves other babies and small kids, especially the active ones. Langsung dipelototin dan mencondongkan diri pengen megang.
- Meluk (occasionally) dan nyium (very rarely) tanpa disuruh.

MPASI 
- Been eating table food (almost anything her mama eats) since she was 10,5 months. Belum bisa yang agak alot, musti yang lembut-lembut, tapi udah nggak mau bubur atau nasi tim.
- Makannya masih moody, maks 10 suap trus bosen. Nyusunya masih afgan 2 jam sekali @100 cc.
- Suka banget finger food.
- Minum air putih dari gelas (walau kadang belepotan dan masih suka keselek sendiri; kadang cuma pura-pura keselek juga sih).
- Belum diajari pake sedotan, lupa melulu buat beli sedotannya hahaha...

PERSONALITY & HABIT (yang nampak saat ini)
- Keras kepala. Decisive. Persistent banget kalo udah ada maunya harus dapet, ga bisa dibelokin; kalau dipaksa sesuatu yang dia ga mau bakal ngamuk parah!
- Tengil alias iseng.
- Moody dan bosenan. Cuma fokus kalau ada yang menarik aja, tapi abis itu bisa dilempar begitu aja barangnya dan nggak dimainin lagi sampe beberapa minggu kemudian.
- Nggak kapokan dan tertarik nyoba hal baru (kecuali soal makan obat dan kalau dibawa ke kolam renang yang selalu bikin dia manyun, but we suspect that she just wants to step on something and doesn't like the buoyancy), misalnya megang-megang raket nyamuk walau pernah kena setrum.
- Morning person alias bangunnya pagi banget! Semoga berlanjut sampe gede deh hihihi...
- Strict to schedule. Badannya kaya ada alarmnya: nyusu 2 jam sekali, tidur malem maks jam 20.00, bangun pagi maks jam 7.00 (yang mana sangat jarang terjadi, biasanya 5.00-5.30).
- Anak mama abis. Ya iyalah masa anak tetangga. Rada manja tapi masih wajar.
- Aktif banget. Baru bangun pun langsung merangkak kabur atau manjat-manjat. Tangan dan kaki selalu gerak, nggak mau dipegangin. Sampe sempet cari info soal anak hiperaktif (iya mamanya lebay).
- Picky eater.

Karena menurut penelitian, sifat bawaan anak tuh nurun dari bapak dan kecerdasan dari emak.... kebayang lah ya kaya apa sifat papanya? LOL *kiss kiss*