Showing posts with label mpasi. Show all posts
Showing posts with label mpasi. Show all posts

20 October 2015

Teori dan Cara Membuat MPASI Sederhana

Kemarin dulu, ada beberapa teman dengan malu-malu nanya cara bikin bubur dan puree MPASI. Padahal mereka ga perlu malu lho... aku juga banyak nanya orang dan googling kok hehehe! 

Hasil sharing-sharing ilmu sama teman-teman dan dokter-dokter anak, aku kumpulkan demikian (BTW soal usia perkenalan MPASI ke anak kita sepakati 6 bulan yaa, ga perlu dibahas lah yaa) :

1. Peralatan MPASI ga perlu ribet-ribet. Peralatan masak sehari-hari di rumah bisa dipakai kok. Ini list peralatan MPASI minimalis yang saya pakai.

2. Ada beberapa teori tentang jenis makanan pertama bayi. Ada yang bilang sebaiknya serealia dulu (minim potensi alergi). Ada yang nyuruh buah dulu (lebih mudah dicerna). Ada yang bilang (termasuk WHO) semua udah boleh asal diberikan satu-per-satu.
Ada juga teori yang kontradiktif, misal HARUS kasi serealia dan sayur duluan karena buah bikin bayinya jadi sweet-tooth (maunya makanan manis doang). Ada yang bilang cerealia lebih susah dicerna, tapi malah ada juga yang bilang sayur dan buah lebih susah dicerna. Mabok kan hahaha... In the end, hak orang tualah untuk memutuskan.
Saya sendiri langsung ngasih buah dan serealia diselang-seling, ngikutin WHO aja deh hehehe... Aku sempat takut anak bakal doyan manis-manis doang, tapi toh kalaupun aku kasi serealia duluan, in the end pasti bakal ngasih buah juga kan, gitu pikirku.
Kalau menurut sejumlah teori, beberapa makanan tuh ditunda ngasihnya untuk mencegah intoleransi (in case pencernaan dan tubuh si anak belum siap). Misalnya: protein hewani nunggu umur 7 bulan, bahkan ada yang nunggu umur 9 bulan. Wortel dan kol nunggu umur 7-9 bulan. Telur cuma boleh dikasi kuningnya aja sebelum umur setahun. Dan seterusnya, listnya puanjang dan macem-macem! In the end saya tetep menganut prinsip WHO aja, semua boleh dikenalkan satu per satu mulai usia 6 bulan hehehe... tentunya sambil tetap memantau reaksi alergi yaa! Misal si enengku PASTI langsung sembelit tiap makan pisang atau pepaya, nah udah ga pernah kukasi lagi selain waktu dia diare.

3. Apapun jenis makanan pertama yang ibu pilih untuk si baby, beri masa tenggang 3 hari untuk cek alergi.
Jadi gini misalnya : hari pertama sampai ketiga kasih alpukat terus. Kalau nggak ada gejala alergi (kulit bruntusan, merah, gatal, sembelit, kembung, dll), hari keempat bisa mulai kasih pir sampai hari keenam. Alpukat tetap boleh diberikan di hari keempat sampai seterusnya karena sudah terbukti tidak alergi.
Kalau anak alergi, tunda pemberian jenis makanan tersebut selama 1-2 bulan.
Saya sih kalau gejala alerginya nggak parah (hanya kulit pipi beruntusan tapi anaknya ga rewel dan ga kelihatan terganggu), makanan tersebut tetap saya berikan supaya kekebalan tubuhnya bisa melawan si alergen.

4. Porsi dan jadwal makan pun banyak teorinya.
Kata beberapa DSA, sebaiknya dari awal bayi dibiasakan langsung makan 3 kali sehari supaya nantinya nggak ketergantungan susu melulu. Hal ini belum saya buktikan karena dulu telanjur cuma ngasih makan 1 kali sehari dulu selama perkenalan terus 2 minggu kemudian anaknya GTM gara-gara teething hahahaa...
Porsinya tergantung kesiapan dan kemauan bayi, tapi basically sih mirip-mirip gini guidancenya :
- Untuk perkenalan, 1-2 sdm cukup. Kalau bayinya masih mau, bisa ditambah 1 sdm lagi. Jadwalnya bisa 1-2 kali sehari. Dalam hitungan hari sampai 1 minggu, tingkatkan porsi sedikit demi sedikit dan tambahkan jadwal makan.
- Usia 7 bulan : makan 4-8 sdm makanan lembut, 2-3 kali sehari.
- Di usia 8 bulan, sebaiknya bayi sudah rutin makan 3 kali sehari, 6-9 sdm makanan yang lebih padat (nasi tim saring).
- Usia 9 bulan dst : 9-12 sdm makanan padat (nasi tim), 3 kali sehari.
- Usia 1 tahun : sudah bisa makan table food 3 kali sehari, sekitar 9-12 sdm.

5. Tekstur makanan pertama bayi pun macam-macam teorinya.
Ada yang nyuruhnya encer dulu menyerupai susu, lalu perlahan meningkatkan kekentalan. Ada yang bahkan memberikan makanan apa adanya (BLW method). Beberapa DSA menyarankan puree dan bubur kental (ketika sendok dibalik, makanan tidak tumpah, contohnya seperti yoghurt Elle Vire).
Believe me or not, babies bisa lho ngunyah makanan bertekstur walau tak bergigi. Tentunya ya dengan berbagai sikon yaa... Makanannya ga boleh yang terlalu alot. Sebisa mungkin makanan langsung lumat ketika dikunyah gusi bayi (misalnya dengan dikukus terlebih dulu). Pengawasan dan kesiapan orang tua juga sangat penting. Kalau bayi kelolotan, harus tetap tenang supaya bisa menolong si bayi.

Tapi yaa ini balik lagi ke preferensi orang tua dan bayi yaa... Yang perlu diingat, sebaiknya tidak kelamaan membiarkan anak makan yang encer-encer. Dalam hitungan hari, musti cepat ditingkatkan kekentalan makanannya. Saya lihat beberapa kasus, anak-anak teman saya susah beralih ke makanan padat karena kebiasaan makan yang encer dan lembek.
DSA teman saya ngasih panduannya gini :
- Perkenalan usia 6 bln : lembut tapi kental (ketika sendok dibalik, makanan tidak tumpah).
- Usia 8 bulan : nasi tim saring.
- Usia 9 bulan : nasi tim.
- Usia 10 bulan : nasi lunak dan lauk dicincang / dipotong kecil-kecil.
- Usia 12 bulan : table food (hindari yang alot dan keras).

6. Sebelum bayi berusia 1 tahun, tidak perlu memberikan garam dan gula. Bumbu-bumbuan (merica, oregano, ketumbar, kunyit, bawang-bawangan dll) boleh diberikan sedikit-sedikit supaya bayi tahu rasa. Untuk memberi rasa gurih pada makanan, bisa mengoseng makanan dengan mentega/butter atau olive oil dan menggunakan air kaldu pada makanan. Biarkan anak mencoba rasa asli makanan.

7. Memperkenalkan air putih. Ada yang menggunakan sendok. Ada yang dengan sippy cup atau gelas. Ada juga yang pakai dot. Anak saya pakai gelas biasa. Kalau di awal-awal anak nampak ga suka air putih, sabar aja dan tawarkan terus (terutama setelah usianya lewat 12 bulan). Kalau berat anak kurang, mending kasi ASIP daripada air putih.
Panduan kebutuhan harian cairan bayi (berupa susu dan air putih) :
- Trimester I : 150 cc / kilogram berat anak. Misal berat 5 kg x 150 cc/kg = sehari butuh 750 cc cairan (ASI/sufor).
- Trimester II : 125 cc / kilogram berat anak.
- Trimester III : 115 cc / kilogram berat anak.

8. Madu dan susu sapi tidak diberikan ke bayi sebelum usianya 1 tahun, tapi UHT boleh digunakan dalam MPASI (misal dijadikan puding, dimasak bersama nasi atau pasta, dll).

9. Porsi protein, lemak, karbohidrat, dan sayur-buah dalam makanan si kecil. Disarankan anak usia di bawah 2 tahun diberi banyak protein dan lemak (lebih banyak daripada karbohidrat) untuk pembentukan otaknya. 

10. Ada bayi yang oke-oke aja nggak ganti menu seharian, tapi ada juga bayi yang bosenan dan maunya ganti menu setiap kali makan. Selama bahan-bahannya sudah dipastikan tidak membuat alergi, pinter-pinter aja mengcombine lauk pauk.

Nah dari teori-teori di atas, nggak berarti harus dilaksanakan sepenuhnya. Balik lagi ke kenyamanan bayi dan pilihan orang tua aja. Perlu diingat bahwa tiap anak berbeda-beda. Ada anak yang sebelum umur 12 bulan, susaaaah banget dan moody makannya kaya anak saya, tapi membaik begitu dia bisa makan table food. Ada anak yang umur 10 bulan udah bisa makan 1 mangkok ayam full kaya anak teman saya! Ada anak yang makannya dikit-dikit tapi sering. Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa sebelum usia 1 tahun, kebutuhan gizi anak masih bergantung pada ASI/susu dan makanan hanya untuk perkenalan. Kenalkan anak dengan sebanyak mungkin jenis makanan sebelum dia berusia 2 tahun, supaya kelak (in sya Allah) tidak picky eater! Tidak perlu memaksa bayi/balita menghabiskan makanannya kalau dia sudah tidak mau meneruskan makan; sebisa mungkin kita menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Salah satu caranya adalah dengan duduk bersama sekeluarga dan makan beramai-ramai.

Berikutnya, saya share cara sederhana kami menyiapkan makanan si eneng semasa dia MPASI yaa :
1. Biasanya begitu belanja lauk pauk, langsung dibersihkan dan dipotong kecil-kecil sesuai porsi makan si kecil. Misalnya ikan kakap dipotong seukuran 5 x 5 cm. Lalu dipisah-pisah pakai plastik kecil atau kotak IKEA Pruta yang kecil-kecil dan dimasukkan ke freezer.

2. Sayuran kami beli fresh tiap hari dan buah setiap 3-4 hari.

3. Cara bikin puree buah / sayur : tempatkan buah dan/atau sayur di wadah tahan panas (sebaiknya keramik, beling, atau stainless steel), kukus menggunakan kukusan atau rice cooker selama 3-10 menit (tergantung jenis makanan). Lumatkan menggunakan garpu dan saringan. Kalau anaknya bisa makannya, kasih juga sisa seratnya. 

Contoh buah yang sebaiknya dikukus di masa perkenalan sampai anaknya bisa mengunyah lebih baik : melon, pir, apel, plum.
Beberapa buah yang bisa diberikan begitu saja tanpa dikukus : semangka, pisang, alpukat, pepaya, jeruk, kiwi, peach. Bahkan bisa dipotong doang dan dikasi ke baby buat finger food. Jambu bangkok enak dijus/puree. Kalau anak sudah lebih lihai makan finger food : strawberry dan other berries, anggur (hati-hati dengan buah berbentuk bulat karena rentan membuat bayi tersedak, sebaiknya dipotong dulu).
Beberapa buah yang saya tunda ngasihnya karena bikin 'panas dalam' atau seratnya tajam: mangga, nanas.
Sayur yang cocok jadi finger food setelah dikukus : brokoli, zucchini, labu-labuan, terong, dan wortel. Kalau sudah lebih lihai : jagung rebus.

4. Cara bikin bubur saring : tempatkan nasi, lauk, dan air kaldu secukupnya di wadah tahan panas, kukus sampai lauk matang (sayur ditambahkan belakangan karena lebih mudah matang), saring. Tingkat kekentalan bisa diatur sesuai jumlah air kaldu yang dipakai. Gile gimpil abis ya metode di rumahku hahaha... 
Kalau mau, bisa bikin bubur di slow cooker, tapi kami rasa lebih praktis ngukus nasi matang pakai air kaldu.
Ibu-ibu lain banyak yang menumis lauk pakai mentega atau olive oil sebelum dimasukkan ke bubur untuk menambah rasa dan sebagai weight-booster. Anak di bawah 2 tahun perlu banyak protein dan lemak lho!

5. Kami tidak menggunakan blender karena beberapa hal: Satu, tidak praktis karena si bocah maunya ganti menu setiap makan dan kami tidak suka membuat puree in bulk. Dua, karena katanya karet blender cenderung mudah menangkap bakteri (ya lebih jaga-jaga aja sih buat si baby, kami mah masih suka pakai blender buat masakan orang dewasa). 

6. Cara membuat nasi tim : tempatkan 4 sdm beras, 400 ml kaldu, bumbu-bumbuan, dan sekitar 40 gram lauk pauk di wadah tahan panas, kukus.

7. Menunya kami gonta-ganti sesuai ketersediaan di pasar dan abang sayur aja, jadi rata-rata ya mirip menu orang dewasanya. Contoh : nasi + bawal + brokoli + kacang merah, kakap + bayam + jamur, kentang goreng tumbuk (anaknya ga doyan kentang rebus) + tomat + daging giling, misoa + telur + daging giling, nasi + tumis soun + wortel + telur, dll. Bisa dilihat di posting-postinganku soal MPASI dan iseng-iseng berkreasi sendiri. Teman-temanku malah JAUH lebih keren menu-menunya hehehe...

Sekian, hope to help. Silakan kontek kalo ada yang mau ditanyain lebih lanjut.  :)


19 September 2015

GTM Baby L Umur Setahun

Si kucritku cuma sukses MPASI selama 1 bulan aja. Begitu doi teething di usia 7 bulan, masa-masa cobaan pun dimulai. Mulailah yang namanya GTM alias Gerakan Tutup Mulut! Ihhhh, apaan sih ituu? Kenapa sih musti ada momok seperti ituu? Padahal aku udah pede banget, secara pola makannya sejak umurnya (ampir) 6 bulan (hehe umur 5,5 bulan udah dicicipin melon kukus sih) bisa dibilang cukup lancar... secara doi kan turunan emak bapaknya yang makannya banyak... secara waktu bayi aku bisa ngabisin 1 mangkok Pigeon sekali makan dan masih nangis minta lagi hahaha! Kok ini anakku malah susah makan siihh?

Cara si kecil menolak makanan

Disodorin bubur ikan kesukaannya, mingkem. Kalo disodorin lagi, ngamuk. Langsung kepalanya terpelanting ke belakang sambil menjerit kesel. Yasud batal dong sesi makannya. Daripada anaknya trauma? 

Pernah malah dia mau disuapin tapi makanannya diemut lamaaaa banget! Padahal dikasi bubur saring encer yang harusnya gampang banget ditelan, tapi ini diemut sampe keliatan ampasnya di mulutnya udah menggumpal, jijay! Buru-buru kami korek keluar dan menghentikan sesi makan begitu dia mulai ngemut, supaya ga berlanjut jadi kebiasaan.

Masa mengemut berhasil terlewati, mulai masa melepeh. Yasud, masih untung ga disembur ke mana-mana. Tetep aja malesin bersih-bersihnya, apalagi aku penganut Aliran Kaypang Anti Buang Makanan. Kesel liat makanan dibuang-buang! 

Menjelang umur setahun, dia mulai bisa bahasa isyarat. Kalo udah ga mau makan, dia goyang-goyangin tangannya tanda ga mau lagi. Kalau disodorin terus, piringnya bakal dia dorong dengan bete.

Setelah melewati masa denial ('mungkin cuma karena teething!') dan anger alias nyalahin suami, biasalah gara-gara aku need someone to blame ('ini gara-gara nurun gen kamu sih, picky-eater!'), aku mulai menerima kenyataan. Bocahku super-moody buat makan bubur dan nasi. Bocahku lebih suka nyusu. Bocahku sukanya ngicip apa yang dimakan orang gede. Bocahku biasanya makan paling banyak 10 suap. Bocahku lebih doyan buah daripada nasi. Bocahku pingin megang makanannya sendiri.

Metode Anti-GTM yang pernah dicoba

Orang-orang, bahkan yang nggak kenal, memberi kami berbagai saran.
- Ganti tekstur.
- Gonta-ganti menu tiap makan. Kasih variasi lauk.
- Puasa nasi, kasih buah doang 3 hari (yeah right, metode ini paling ga ngefek karena anaknya ga peduli sama sekali secara dia doyannya buah dan susu hahaha).
- Suapin pakai tangan.
- Taruh makanannya di piring orang dewasa dan pura-pura makan sama-sama sepiring. 
- Baby Led Weaning atau fingerfood. Pokoknya biarkan anak pegang sendiri makanannya. Nah ini sayangnya si anak kadang lebih memilih bereksplorasi sama tekstur makanannya, diremas sampe hancur berantakan, diserakkan di meja atau lantai, dll. Mamahku gemes liat dia mainin makanannya jadi batal deh BLW-an.

Ga nemu metode yang tokcer (kami jelas ga akan maksa nyekokin dia makanan), kami menyerah kepada keinginan si kecil buat nyicip makanan dari piring kami. Non gula-garam sampai umur 1 tahun? Buyaarr hahaha... Itu pun makannya tetap moody, maksimal 10 suap lah. Dan untungnya masih bisa dikasi cemal-cemil buah, sayur, sama daging sedikit-dikit. Nyusunya sih masih kenceng, dua jam sekali.

Pola Makan si GTM
Nah ceritanya, pola makannya begitu mulai makan table food di umur 10,5 bulan tuh AGAK membaik. Yang tadinya ga mau makan bubur atau nasi tim SAMA SEKALI, jadi bisa makan nasi dikit-dikit.

Jam 7.00 sarapan roti (kaya bule saja kau, Nak!)
Jam 8.00-9.00 kadang ngicip sarapan mamahku beberapa suap.
Jam 10.00 snack buah, misalnya air perasan 1 buah jeruk medan, atau sekitar 100 gr semangka, atau setengah buah kiwi, atau 3 buah strawberry, dll.
Jam 12.00 makan siang sepiring sama mamahku, kalo doyan bisa sampai 12 suap lah.
Jam 16.00 bangun tidur siang, snack buah lagi atau puding.
Jam 19.00 ngicip makan malamku beberapa suap.

Di antara sesi-sesi makan itu, dia tetap nyusu 2 jam sekali hehehe...

Kekhawatiran orang tua

Kuatir? Teteeppp... Abisnya seantero jagad internet kan menekankan bahwa kebutuhan gizi anak umur setahun tuh dipenuhi 70% dari makanan dan 30% dari ASI dan bahwa kecukupan gizi berperan penting terhadap pertumbuhan otak! Galau lah ya si emak newbie ini... apa karena kurang gizi yah, anak gue ga bisa jalan? Apa gara-gara kurang makan ya, milestones si bocah suka tertinggal dari teman-temannya? 

Tapi kemudian kami jalan-jalan ke kampung halaman suami dan ketemu sepupu-sepupunya si eneng yang semuanya GTM, doyannya nyusu. Yang gede baru kenal MPASI umur 1,5 tahun (iya ciyus selama 18 bulan cuma ASI tok), moody buat makan, nyusunya kuat banget, ga doyan sayur sama sekali. Yang kecil baru mulai mau makan dikit-dikit umur 1,5 tahun juga, lebih suka nyusu walau ga sebanyak kakaknya. JLEB! Ngeri juga hahaha...

Dan sehabis trip itu, sohib mamahku nginep di rumah dan memuji cara makan si eneng ucrit, "Seneng ihh liatnya, dikasih apa juga mau. Udah bisa ngunyah nasi. Makan buah meuni lahap gituu!" Lho kok, beda ya penilaiannya? Ya tentu aja. Cucunya si tante umurnya hampir 3 tahun dan sampai sekarang maunya cuma nyusu (formula pula, kebayang kan jebolnya budget rumah tangganya) dan menolak makan nasi. Paling pol cuma ayam goreng dan itu pun ditambul ga pake nasi. Buah ga suka. Sayur ga suka. Kebayang stressnya... kesian emaknya.

Belajar menerima dan bersyukur

Mamahku pun sehabis dengar komen sohibnya itu jadi lebih bersyukur soal cucunya. Ya abis gimana, si mamah pasti compare ke aku sama adekku yang makannya kaya miara naga gembel di perut. 

Ternyata segini mah syukur ya, katanya, si eneng masih mau makan apa aja walau sedikit. Si eneng masih mau nyoba berbagai makanan walau cuma ngicip. Si eneng doyan sayur dan buah. Si eneng doyan ikan, apalagi ikan laut. Si eneng masih nampak sehat dan ceria, dan toh dia ga bego-bego amat. Ketinggalan milestone dikit mah cincay lah... Si eneng juga beratnya oke, walau cenderung stagnan sejak umur 7 bulan, tapi tinggi dan lingkar kepalanya terus meningkat sesuai grafik WHO.

Kalau boleh aku ber-positive thinking, aku yakin seiring waktu dia bakal makan lebih baik. Apalagi giginya terus bertambah. Kalau udah ada geraham kelak, pasti dia bisa lebih enak ngunyah makanan.

Strategi saat ini

Dengar-dengar, bayi GTM gini sebaiknya distop nyusunya, apalagi kalo pake dot. Susu kan bikin perutnya full. Tapi ya gimana dong, aku belum tega nyetop ASInya. It's one of her sources of comfort, apalagi sering kutinggal kerja. Ga kebayang juga, kasihan mamahku menghadapi jerit tangisnya. 

Sekarang ini sih kami cukup kasih makan sesuai jadwal aja, biarkan dia ngicip makanan apapun (asal sehat), kasih cemilan buah dan sayur, dan sebisa mungkin kami ngasih dia protein dan lemak lebih banyak daripada karbonya. Buat pembentukan otak hehehe...

Semogaaaa makannya makin pinter dan porsinya makin sesuai kebutuhan badannya. Kalau gini terus, nampaknya kalo umur dia udah 18 bulan aku bakal nekad stop kasih susu jam 8.00 dan jam 12.00. Soalnya pernah tuh pas dia pilek parah kemarin, sehari cuma nyusu 3 botol saking mampet idungnya, dan makannya jadi buanyaak! Tapi masa musti sakit dulu, ndhuuk, jangan dong ah!

25 August 2015

Baby L's Milestones : 12 Months!

Wawww my baby finally turned one! Ga kerasaa... tau-tau si baby jadi toddler. Ah tetep aja mama's baby banget Euis mah! Pertumbuhan skillnya in overall average lah.

LINGUA & KOGNITIF
- Pengenalan udah OK. Hafal mainan-mainan favoritnya. Ketawa begitu lihat mainan itu.
- Mengenali orang-orang serumah, mbak ART, dan tukang sayur langganan.
- Manggil "mm--maa" atau "mamwaa" tapi cuma kalo lagi nangis.
- Ngerti beberapa kata misalnya "yuk", "nen", "mimi", "jalan-jalan", "sini", "minta", "bagi", "kasih", "ambil", "pegang", "papa", "mama", "popo", "mana", dll. Tau kalau sedang dilarang trus biasanya ngeyel (ngambek atau malah nyengir tengil).
- Ikutan "aaaaaa" kalo kami nyanyi. Goyang-goyang tangan kalo denger lagu yang dia suka.
- Sempat suka babbling tapi makin ke sini malah ga pernah lagi. Cuma 'uuuu' atau 'eeeuuu' atau menjerit kenceng kalau excited dan 'EEIIIIIII' kalau kesel nggak diwaro.Dah 2 bulan ini jadi berkurang cerewetnya.
- Nunjuk arah yang dimau. Nah ini salah satu yang bikin cerewetnya berkurang, soalnya tinggal kasih isyarat aja mau apa. Kalau mau minum, dia tunjuk gelas di atas dispenser. Kalau ada nyamuk, dia tunjuk raket nyamuk di atas rak.
- Minta digendong dengan mengulurkan tangan.
- Ngambek (cemberut, nggak mau eye contact) kalau kemauannya nggak dituruti atau habis diomelin selama sekitar 5-15 menit.
- Cemburu kalau emaknya gendong atau peluk anak lain (kalau moodnya lagi jelek aja).
- Ketawa ngekek kalau dibercandain (dalam kondisi good mood).
- Nyariin kalau kami pura-pura ngumpet.
- Berusaha ngambil makanan atau mainan di dalam wadah bening.
- Minta dikelonin buat bobo begitu ada di kondisi gelap. Hahaha ini karena kebiasaan begitu masuk kamar tiap malam matiin lampu, jadi kalau naik mobil jam 6-7an malam pun dia suka mengira udah waktunya tidur.
- Masih suka emosi kalo dipakein baju tapi kalo lagi kooperatif, udah tau kapan musti nekuk tangan dan lurusin tangan.

MOTORIK KASAR
- Berguling-guling; bergerak ke posisi duduk dari posisi tiduran; duduk tegak.
- Merangkak dan manuver-manuvernya (memanjat penghalang, merunduk dan merayap, dll).
- Manjat meja, tangga, dan kasur ketinggian 30-40an cm.
- Turun dari kasur dan sofa (30-50an cm) menggunakan kaki duluan. Belum bisa turun tangga sendiri.
- Menarik badan untuk berdiri sendiri (dengan pegangan ke barang/orang); menurunkan badan perlahan ke posisi duduk.
- Berjalan merambat mengitari meja, rak,dll. Nggak suka ditatih, pingin tangannya lepas.
- Buka pintu yang ringan (dengan menarik, mendorong atau menggeser).
- Berdiri tanpa pegangan selama beberapa detik.

- High-five (tapi suka ga kena) dan kiss bye (baru kiss udah masuk mulut, batal deh byenya hahahaa).
- Melambai kalau dibilang 'dadah' dan goyang-goyang tangan kalau denger rattle sound.
- Tepuk tangan ngasal (kadang yang ketepuk malah perut).
- Gerakan standar: meraba dan menggaruk barang terutama yang bertekstur, mengayun-ayun barang, narik-narik semua yang berbentuk tali, masukin SEMUANYA ke mulut lalu emut-emut, jambret makanan.

MOTORIK HALUS
- Meraih barang yang tergantung di depannya.
- Menjatuhkan barang dari tempat tinggi supaya bisa dia eksplor di lantai.
- Ngorek-ngorek dan meraba tekstur semua barang yang terpegang.
- Mengambil barang dari celah sempit.
- Gerakan-gerakan jari yang dibutuhkan buat mengarahkan makanan ke mulut.
- Pincer grip, menjepit barang dengan jari jempol dan telunjuk. Tapi belum bisa yang kecil-kecil banget.
- Mengeluarkan barang dari kantung plastik (terutama makanan) dengan menghalalkan segala cara: digaruk-garuk, goyang-goyang, lempar, gigit, dll. Pokoknya sampe barangnya keluar.
- Ngerawis (mencabik-cabik) kertas dan tisu.
- Membuka tutup box mainannya lalu menggulingkan boxnya supaya bisa dia acak-acak sambil duduk.
- Buka tutup tempat baterai di remote First Media. Enak sih ada katupnya, tinggal ceklek. Kalau remote TV dan AC kami musti bukanya ditekan jadi dia belum bisa.
- Belum tertarik cilukba. Tapi emang kitanya juga jarang stimulasi sih hahaha...

SOCIAL SKILLS
- Kadang masih separation anxiety. Mama is still number one *tawa kemenangan*. Mama posesif enjoy-enjoy aja ditemplokin sebelum tiba masanya dia malu dipeluk di depan umum.
- Stranger anxiety udah sangat berkurang, tapi kadang muncul when surrounded and cooed by many people she isn't familiar with. Apalagi kalo lagi bad mood. Biasanya no-smiley kalo di tempat ramai yang baru. Pastinya kalau ketemu orang yang belum dihafal, bakal diamati dulu. Kalo udah lama, baru sok akrab nyamperin. Kalau good mood, mau digendong siapa aja.
- Loves other babies and small kids, especially the active ones. Langsung dipelototin dan mencondongkan diri pengen megang.
- Meluk (occasionally) dan nyium (very rarely) tanpa disuruh.

MPASI 
- Been eating table food (almost anything her mama eats) since she was 10,5 months. Belum bisa yang agak alot, musti yang lembut-lembut, tapi udah nggak mau bubur atau nasi tim.
- Makannya masih moody, maks 10 suap trus bosen. Nyusunya masih afgan 2 jam sekali @100 cc.
- Suka banget finger food.
- Minum air putih dari gelas (walau kadang belepotan dan masih suka keselek sendiri; kadang cuma pura-pura keselek juga sih).
- Belum diajari pake sedotan, lupa melulu buat beli sedotannya hahaha...

PERSONALITY & HABIT (yang nampak saat ini)
- Keras kepala. Decisive. Persistent banget kalo udah ada maunya harus dapet, ga bisa dibelokin; kalau dipaksa sesuatu yang dia ga mau bakal ngamuk parah!
- Tengil alias iseng.
- Moody dan bosenan. Cuma fokus kalau ada yang menarik aja, tapi abis itu bisa dilempar begitu aja barangnya dan nggak dimainin lagi sampe beberapa minggu kemudian.
- Nggak kapokan dan tertarik nyoba hal baru (kecuali soal makan obat dan kalau dibawa ke kolam renang yang selalu bikin dia manyun, but we suspect that she just wants to step on something and doesn't like the buoyancy), misalnya megang-megang raket nyamuk walau pernah kena setrum.
- Morning person alias bangunnya pagi banget! Semoga berlanjut sampe gede deh hihihi...
- Strict to schedule. Badannya kaya ada alarmnya: nyusu 2 jam sekali, tidur malem maks jam 20.00, bangun pagi maks jam 7.00 (yang mana sangat jarang terjadi, biasanya 5.00-5.30).
- Anak mama abis. Ya iyalah masa anak tetangga. Rada manja tapi masih wajar.
- Aktif banget. Baru bangun pun langsung merangkak kabur atau manjat-manjat. Tangan dan kaki selalu gerak, nggak mau dipegangin. Sampe sempet cari info soal anak hiperaktif (iya mamanya lebay).
- Picky eater.

Karena menurut penelitian, sifat bawaan anak tuh nurun dari bapak dan kecerdasan dari emak.... kebayang lah ya kaya apa sifat papanya? LOL *kiss kiss*

24 July 2015

MPASI Usia 9-10 Bulan

Pengalaman perkenalan baby Euis ke MPASI (start 6 bulan, all home-made) bisa dibaca di sini. Waktu umur 7 bulan, dia mulai teething dan MPASInya mulai ngaco jadwal dan porsinya. Ceritanya bisa dibaca di sini. Pengalaman MPASI sejak usia 8 bulan (yang juga masih ngaco jadwal dan porsi makannya karena teething nonstop) bisa dibaca di sini.

Di umur 9-11 bulan, si eneng masih terus teething dan susaah banget dikasih makanan bayi. Bubur saring, bubur ga disaring, nasi tim, nasi biasa semua dilepeh. Maunya ngejambret makanan orang dewasa. Diajak makan bareng juga dia langsung nyadar kalau makanan dia beda sama kami. 
Strategi 1: kasih garam sedikit di buburnya start umur 9,5 bulan. Sedikiiiit banget. Berhasil beberapa saat saja.
Strategi 2: bikinkan pasta pakai keju dan saus daging. Enaaak banget, tapi anaknya ga suka pastanya. Cuma dibenyek-benyek pakai tangan. Disuapi juga malah ngamuk.
Strategi 3: kasih makanan yang sama dengan kami, tapi nggak digarami atau hanya digarami sedikit. Anaknya tetap moody, kadang mau kadang kaga.
Strategi 4: buat makanan yang bisa dia pegang, misal baso ikan+udang atau ayam giling yang dibentuk gumpalan. Berhasil sebentar, tapi akhirnya dia tetap pingin ambil makanan dari piring kami.
Akhirnya start umur 10,5 bulan dia kami biarkan makan table food (including kentang dan ikan goreng asal yang goreng sendiri di rumah dan pakai minyak baru; kan bayi butuh lemak buat pembentukan otak hahaha... cari pembenaran). Lumayan, makannya jadi membaik walaupun sedang teething, apalagi kalau dia dibolehin megang sendiri makanannya. Ya lumayan sih, neneknya jadi nggak repot masak bubur atau nasi tim hahaha... Jadi ternyata dia maunya pegang makanan sendiri sambil disuapin juga dari piring kami. Yaelah Nak...

Tekstur
Maunya yang bisa dikunyah, tapi kalau terlalu keras atau alot juga belum bisa. Giginya kan baru 6 gigi seri. Masih susah ngunyah buat melumat batang sayur dan gorengan yang alot.

Makanan non homemade
Oya, selewat umur 9,5 bulan juga kadang kukasih sedikit makanan yang kami makan di restoran.
9,5 bulan: cuilin ayam panggang IKEA yang nggak kena saos, kacang polong, dan jagung.
10 bulan: baked tuna sushi, california roll sushi (tapi nggak sama norinya dan cuma sekali aja ngasihnya pas kami ke Sushitei).
10,5 bulan: casaopao (nggak sama isinya, cuma kena dikit isiannya), ayam gulai, ikan goreng, cah sayuran, salmon sashimi (cuma sekali dan sedikiiit, plis jangan ditiru hahaha), biskuit.

MENU
Sayur: brokoli, kabocha, tomat, waluh, wortel, zucchini, buncis, mentimun, bayam, paprika, sawi, pakcoy, caisim, siomak, daun pagoda.
Buah: apel, red dragon fruit (satu-satunya buah yang dia nggak doyan; persis emaknya), melon, pepaya, pir, pisang, plum, semangka, xiang li, kiwi, strawberry, jeruk baby, jeruk sunkist, jeruk bali, mangga arumanis, anggur (buang biji, belah dua), jambu biji (diblender+saring biji doang), nanas, grapefruit.
Cerealia dan karbohidrat: beras putih, puree kentang (ga doyan karena seret, musti digabung makanan lain), kentang goreng, jagung (seret kalo dipuree tapi anaknya suka gerogotin jagung rebus), mantau dan bapao, fussili (juga ga doyan), roti putih biasa dan roti panggang, roti gandum panggang (kalo ga dipanggang, ga mau; seret kali), misoa (pake telur), roti keju, kuetiaw.
Protein: kaldu ayam (awalnya agak bruntus kecil-kecil di muka tapi hilang sendiri), kacang merah, tahu Kong Kee tawar (anaknya ga doyan, tapi pas kucoba emang nggak enak ih), jamur (merang, kancing/champignon, kuping, enoki), ikan gurame, ayam, udang, telur burung puyuh, hati ayam, telur ayam (putih dan kuningnya, dulu sempat alergi bruntusan dikit di pipi tapi sekarang udah nggak apa-apa), ikan kakap, keju, tuna (kurang doyan), redbean chilli (anaknya nangis hahahaha), tempe dan tahu goreng, tuna, ikan kuwe, nila, baked tuna sushi, Californian roll sushi, salmon sashimi (mohon jangan ditiru, ini nekad aja karena anaknya mau), cumi (tapi harus yang lembut), tenggiri (dibuat bakso), daging sapi (dari kari yang dipresto), kepiting.
Kadang dia berhasil menjambret emping dan kerupuk; ya tentunya dia doyan.
Mungkin masih banyak bahan lain yang nggak kesebut. Rata-rata bahan masakan keluarga dia udah bisa.

Nyusunya masih 2 jam sekali, tapi kadang sekarang bisa 2.5-3 jam sih kalo anaknya bablas ketiduran. Frekuensi laparnya nggak sengeri dulu.

Nah karena MPASI si eneng udah pindah ke table food, catatan tentang MPASI si eneng disudahi sampai di sini saja. Bhay MPASI, see you di anak kedua yaa *semoga lebih lancar, amiinnnn*!

24 May 2015

Home-Made MPASI 8 Bulan

Makanan yang sudah dicoba selama 3 bulan MPASI (BTW sebenernya aku sih ngikut saran WHO aja bahwa start usia 6 bulan bayi boleh dikasi apapun, tapi tetap ngikut aturan tunggu 3 hari ketika memperkenalkan bahan makanan baru untuk lihat reaksi alergi):
Sayur: brokoli, kabocha, tomat, waluh, wortel, zucchini, buncis, mentimun, bayam, paprika, sawi, pakcoy.
Buah: apel, red dragon fruit (satu-satunya buah yang dia nggak doyan; persis emaknya), melon, pepaya, pir, pisang, plum, semangka, xiang li, kiwi, strawberry, jeruk baby, jeruk bali, mangga arumanis. Pernah juga iseng dicuilin duren dan dukuh, doyan-doyan aja sih.
Cerealia dan karbohidrat: beras putih, kentang (ga doyan karena seret, musti digabung makanan lain), jagung (seret kalo dipuree tapi anaknya suka gerogotin jagung rebus), home-made mantau, fussili (juga ga doyan), roti putih biasa dan roti panggang, roti gandum panggang (kalo ga dipanggang, ga mau; seret kali), misoa (pake telur).
Protein: kaldu ayam (awalnya agak bruntus kecil-kecil di muka tapi hilang sendiri), kacang merah, tahu Kong Kee tawar (anaknya ga doyan, tapi pas kucoba emang nggak enak ih), jamur, ikan gurame, ayam giling, udang, telur burung puyuh, hati ayam, telur ayam (putih dan kuningnya, dulu sempat alergi bruntusan dikit di pipi tapi sekarang udah nggak apa-apa), ikan kakap, keju (sedikiiitt, abis takut ndut), tuna (kurang doyan), redbean chilli (anaknya nangis hahahaha), tempe dan tempe goreng (ya abis gimana, dijambret sama anaknya hahaa).

Finger food: brokoli kukus, tomat dan timun mentah, wortel kukus, jeruk dan jeruk Bali, apel, pear, semangka, melon, pepaya, pisang (rata-rata semua buah deh), jagung rebus dipotong silinder sekitar 1,5 cm, roti, mantau, tempe goreng hahaha.

Tekstur: perbuburan masih harus encer dan disaring atau anaknya kelolotan, padahal teorinya anak umur segini udah bisa bubur ga disaring hehe. Anehnya dia bisa ngunyah kalo makan finger food. Misalnya: jagung atau apel dipuree tuh dia ga suka (mungkin agak seret); dimasukin ke buburnya dan disaring pun lempeng aja (atau bahkan disemburin). Tapi coba kasi sekeping, abis tuh digerogotin. Tapi napa kau ndak suka bubur kentel sih naakk? Nasi tim maupun nasi biasa juga keselek.

Porsi: KATANYA yaaa... KATANYAA... anak umur segini dah bisa makan 8 sdm. Boro-boro dah. Kalo mood, bisa abis 6 sdm. Kalo nggak mood ya nggak makan. Banyakan nggak moodnya tuh. Standarnya mah ya 10 suap sendok bayi aja.

Jadwal makan:
07.00 bubur saring
08.00 nyusu (anaknya tetep minta on time even kalo sarapannya abis)
09.30 buah
10.00 nyusu
11.00 bubur saring
12.00 nyusu
14.00 nyusu
16.00 nyusu
17.00 bubur saring
18.30 nyusu sama emaknya
20.00 nyusu + bobo
Masih bangun nyusu (jam 22.00, 24.30an, 2.00 atau 3.00, 4.30-5.30an). Gile ya, gimana nggak gendut, padahal makannya dikiiit!

Menu tidak saya publish karena masih gitu-gitu aja, nggak ada perubahan dari umur 6-7 bulan, tetep bubur (nasi + kaldu + sayur + protein hewani) yang disaring halus dan encer. Lauknya ya gonta-ganti aja dari bahan yang tersedia di kulkas. Pernah weekend saya iseng buatin chilli sesuai resep temen saya Airin di blognya ini tapi anakku nggak suka (dasar emang anak Cina ya, nggak bisa dikasi makanan bule hahaha). Untung chillinya bisa dimakan mamanya. Enak tau, neeng! Dikasi fussili keju juga cuman diawur-awur.

26 April 2015

Home-Made MPASI 7 Bulan

Punya bayi bongsor tuh agak waswas juga sama yang namanya obesitas. Waktu umurnya 7 bulan dan dicek ke dokter, ternyata pertambahan berat si eneng cuma 500 gram. Yes! Biasanya 1,2 kg per bulan soalnya ahaha... Euis pun kami tambahkan jatah makannya jadi sehari 3 kali bubur saring plus 1-2 kali buah. Ngasinya pake doa dan agar-agar Swallow karena takut sembelit. Puji Tuhan, sejak pakai agar-agar jadi lancar poopnya, nggak pernah nangis-nangis lagi.

Tekstur: masih enceerr! Ni anak kalo finger food mau ngunyah (misalnya melon, semangka, mantau) tapi kalo bubur maunya tinggal telen aja. Haih... tapi menurut teorinya wajar kok kalau anak umur 7 bulan masih makan bubur saring. Coba dikasih finger food aja buat mancing refleks ngunyah.

Porsi makan: kalo puree buah bisa abis sekitar 100 gram + masih minta nyusu sekitar 50cc. Kalau bubur saring biasanya cuma sekitar 2-3 SDM orang dewasa (hiiikss....).

Bulan ini agak berantakan jadwal dan porsi makannya karena lagi rewel teething, akhirnya dia prefer nyusu. Hikkksss lagii...

Makanan yang sudah dicoba selama 2 bulan MPASI (warna biru berarti baru diperkenalkan setelah usia 7 bulan):
Sayur: brokoli, kabocha, tomat, waluh, wortel (beberapa literatur sarankan start usia 7-8 bulan), zucchini, buncis, mentimun.
Buah: apel, red dragon fruit, melon, pepaya, pir, pisang, plum, semangka, xiang li. Pernah juga iseng dicuilin duren, jeruk bali, dukuh dan mangga.
Cerealia dan karbohidrat: beras putih, kentang (ga doyan, seret), jagung (musti dicampur makanan lain), home-made mantau.
Protein: kaldu ayam (awalnya agak bruntus kecil-kecil di muka tapi hilang sendiri), kacang merah, tahu Kong Kee tawar, jamur kancing, ikan gurame, ayam giling, udang, telur burung puyuh, hati ayam, telur ayam, ikan kakap, keju (sedikiiitt).



Minggu Pertama

25 Mar
26
27
28
29
30
31
09.00
Puree melon, xiang li, semangka
Puree melon, xiang li, tomat
Puree PTX (pepaya, tomat, xiangli) Puree PTX Puree PTX
Baby molor
Puree xiangli, yogurt, tomat, semangka
12.00
BS distop karena sembelit
BS UDANG, brokoli, wortel
BS wortel, TELUR PUYUH, BUNCIS, brokoli, gurame
BS wortel,telur puyuh, buncis, brokoli, gurame BS wortel,telur puyuh, buncis, brokoli, gurame Puree xiangli, yogurt, tomat,pepaya, semangka BS wortel,telur puyuh, buncis, brokoli, gurame
15.00
Sisa puree buah


Sisa puree buah
Sisa bubur saring
BS wortel,telur puyuh, buncis, brokoli, gurame
Sisa puree buah
Minggu Kedua

1 Apr
2 Apr
3 Apr
4 Apr
5 Apr
6 Apr
7 Apr
09.00
Puree melon, xiang li, yogurt, semangka
Puree alpukat, melon, xiang li
Jus alpukat, melon, xiang li
Puree rockmelon, xiang li
Skip buah krn lagi di jalan ke Bandung
Puree melon, xiang li, MANGGA Puree melon, xiang li, pepaya, KIWI
12.00
BS HATI AYAM, buncis, brokoli, wortel BS hati ayam, buncis, brokoli, wortel
BS gurame, buncis, wortel, kentang
BS gurame, buncis, wortel, kentang BS gurame, buncis, wortel, kentang (cuma sedikit) BS hati ayam, brokoli, wortel, waluh
BS hati ayam, telur puyuh, brokoli, wortel
16.00
Puree melon, xiang li, yogurt, semangka
Puree alpukat, melon, xiang li
-
Pear potong
Sisa BS siang dan MANGGA potong 1 kotak
Papaya potong, pisang lumat
Puree kiwi, papaya, xiang li
Minggu Ketiga
Ket: lagi teething dan rewel; jadwal dan porsi makan berantakan
Minggu Keempat
Ket: masih teething dan ogah-ogahan makan

15 April
16 April
17 April
18 April
19 April
20 April
21 April
07.00
BS
BS
BS
BS 2 SDM

Nasi tim (5 sendok)
BS waluh, gurame, telur puyuh
10.00
Puree kiwi, rockmelon, pear
Puree kiwi, rockmelon, pear
Puree kiwi, rockmelon, pear
Puree melon, xiang li, plum
Puree melon, xiang li, plum
Puree melon, xiang li, plum
Puree melon, xiang li, plum
12.00
BS
BS
BS
Bubur saring
Mantau
BS 6 sendok
BS hati ayam, wortel
15.00
Puree kiwi, rockmelon, pear
Puree kiwi, rockmelon, pear
Puree kiwi, rockmelon, pear
Melon 1 potong
Puree melon, xiang li, plum
Puree melon
Puree melon
17.00



BS brokoli, wortel, kakap, hati
Pastel tutup Kentang-ayam- wortel
Mantau + BS brokoli, wortel, kakap
BS kakap, brokoli


Kami belum berani ngasih makanan pabrikan macam Heinz, Cerelac, Milna dkk karena beberapa bayi pada GTM (gerakan tutup mulut) sesudah diperkenalkan ke makanan itu. Aku takuutt babyku ga mau makanan home-made lagiii... Jadinya kalo si Eneng lagi males makan, aku prefer dia nyusu daripada makan biskuit bayi. Lagian takut kebita, abisnya aku suka baunya hahaha... ntar yang ada dicemilin emaknya.