Showing posts with label finger food. Show all posts
Showing posts with label finger food. Show all posts

20 October 2015

Teori dan Cara Membuat MPASI Sederhana

Kemarin dulu, ada beberapa teman dengan malu-malu nanya cara bikin bubur dan puree MPASI. Padahal mereka ga perlu malu lho... aku juga banyak nanya orang dan googling kok hehehe! 

Hasil sharing-sharing ilmu sama teman-teman dan dokter-dokter anak, aku kumpulkan demikian (BTW soal usia perkenalan MPASI ke anak kita sepakati 6 bulan yaa, ga perlu dibahas lah yaa) :

1. Peralatan MPASI ga perlu ribet-ribet. Peralatan masak sehari-hari di rumah bisa dipakai kok. Ini list peralatan MPASI minimalis yang saya pakai.

2. Ada beberapa teori tentang jenis makanan pertama bayi. Ada yang bilang sebaiknya serealia dulu (minim potensi alergi). Ada yang nyuruh buah dulu (lebih mudah dicerna). Ada yang bilang (termasuk WHO) semua udah boleh asal diberikan satu-per-satu.
Ada juga teori yang kontradiktif, misal HARUS kasi serealia dan sayur duluan karena buah bikin bayinya jadi sweet-tooth (maunya makanan manis doang). Ada yang bilang cerealia lebih susah dicerna, tapi malah ada juga yang bilang sayur dan buah lebih susah dicerna. Mabok kan hahaha... In the end, hak orang tualah untuk memutuskan.
Saya sendiri langsung ngasih buah dan serealia diselang-seling, ngikutin WHO aja deh hehehe... Aku sempat takut anak bakal doyan manis-manis doang, tapi toh kalaupun aku kasi serealia duluan, in the end pasti bakal ngasih buah juga kan, gitu pikirku.
Kalau menurut sejumlah teori, beberapa makanan tuh ditunda ngasihnya untuk mencegah intoleransi (in case pencernaan dan tubuh si anak belum siap). Misalnya: protein hewani nunggu umur 7 bulan, bahkan ada yang nunggu umur 9 bulan. Wortel dan kol nunggu umur 7-9 bulan. Telur cuma boleh dikasi kuningnya aja sebelum umur setahun. Dan seterusnya, listnya puanjang dan macem-macem! In the end saya tetep menganut prinsip WHO aja, semua boleh dikenalkan satu per satu mulai usia 6 bulan hehehe... tentunya sambil tetap memantau reaksi alergi yaa! Misal si enengku PASTI langsung sembelit tiap makan pisang atau pepaya, nah udah ga pernah kukasi lagi selain waktu dia diare.

3. Apapun jenis makanan pertama yang ibu pilih untuk si baby, beri masa tenggang 3 hari untuk cek alergi.
Jadi gini misalnya : hari pertama sampai ketiga kasih alpukat terus. Kalau nggak ada gejala alergi (kulit bruntusan, merah, gatal, sembelit, kembung, dll), hari keempat bisa mulai kasih pir sampai hari keenam. Alpukat tetap boleh diberikan di hari keempat sampai seterusnya karena sudah terbukti tidak alergi.
Kalau anak alergi, tunda pemberian jenis makanan tersebut selama 1-2 bulan.
Saya sih kalau gejala alerginya nggak parah (hanya kulit pipi beruntusan tapi anaknya ga rewel dan ga kelihatan terganggu), makanan tersebut tetap saya berikan supaya kekebalan tubuhnya bisa melawan si alergen.

4. Porsi dan jadwal makan pun banyak teorinya.
Kata beberapa DSA, sebaiknya dari awal bayi dibiasakan langsung makan 3 kali sehari supaya nantinya nggak ketergantungan susu melulu. Hal ini belum saya buktikan karena dulu telanjur cuma ngasih makan 1 kali sehari dulu selama perkenalan terus 2 minggu kemudian anaknya GTM gara-gara teething hahahaa...
Porsinya tergantung kesiapan dan kemauan bayi, tapi basically sih mirip-mirip gini guidancenya :
- Untuk perkenalan, 1-2 sdm cukup. Kalau bayinya masih mau, bisa ditambah 1 sdm lagi. Jadwalnya bisa 1-2 kali sehari. Dalam hitungan hari sampai 1 minggu, tingkatkan porsi sedikit demi sedikit dan tambahkan jadwal makan.
- Usia 7 bulan : makan 4-8 sdm makanan lembut, 2-3 kali sehari.
- Di usia 8 bulan, sebaiknya bayi sudah rutin makan 3 kali sehari, 6-9 sdm makanan yang lebih padat (nasi tim saring).
- Usia 9 bulan dst : 9-12 sdm makanan padat (nasi tim), 3 kali sehari.
- Usia 1 tahun : sudah bisa makan table food 3 kali sehari, sekitar 9-12 sdm.

5. Tekstur makanan pertama bayi pun macam-macam teorinya.
Ada yang nyuruhnya encer dulu menyerupai susu, lalu perlahan meningkatkan kekentalan. Ada yang bahkan memberikan makanan apa adanya (BLW method). Beberapa DSA menyarankan puree dan bubur kental (ketika sendok dibalik, makanan tidak tumpah, contohnya seperti yoghurt Elle Vire).
Believe me or not, babies bisa lho ngunyah makanan bertekstur walau tak bergigi. Tentunya ya dengan berbagai sikon yaa... Makanannya ga boleh yang terlalu alot. Sebisa mungkin makanan langsung lumat ketika dikunyah gusi bayi (misalnya dengan dikukus terlebih dulu). Pengawasan dan kesiapan orang tua juga sangat penting. Kalau bayi kelolotan, harus tetap tenang supaya bisa menolong si bayi.

Tapi yaa ini balik lagi ke preferensi orang tua dan bayi yaa... Yang perlu diingat, sebaiknya tidak kelamaan membiarkan anak makan yang encer-encer. Dalam hitungan hari, musti cepat ditingkatkan kekentalan makanannya. Saya lihat beberapa kasus, anak-anak teman saya susah beralih ke makanan padat karena kebiasaan makan yang encer dan lembek.
DSA teman saya ngasih panduannya gini :
- Perkenalan usia 6 bln : lembut tapi kental (ketika sendok dibalik, makanan tidak tumpah).
- Usia 8 bulan : nasi tim saring.
- Usia 9 bulan : nasi tim.
- Usia 10 bulan : nasi lunak dan lauk dicincang / dipotong kecil-kecil.
- Usia 12 bulan : table food (hindari yang alot dan keras).

6. Sebelum bayi berusia 1 tahun, tidak perlu memberikan garam dan gula. Bumbu-bumbuan (merica, oregano, ketumbar, kunyit, bawang-bawangan dll) boleh diberikan sedikit-sedikit supaya bayi tahu rasa. Untuk memberi rasa gurih pada makanan, bisa mengoseng makanan dengan mentega/butter atau olive oil dan menggunakan air kaldu pada makanan. Biarkan anak mencoba rasa asli makanan.

7. Memperkenalkan air putih. Ada yang menggunakan sendok. Ada yang dengan sippy cup atau gelas. Ada juga yang pakai dot. Anak saya pakai gelas biasa. Kalau di awal-awal anak nampak ga suka air putih, sabar aja dan tawarkan terus (terutama setelah usianya lewat 12 bulan). Kalau berat anak kurang, mending kasi ASIP daripada air putih.
Panduan kebutuhan harian cairan bayi (berupa susu dan air putih) :
- Trimester I : 150 cc / kilogram berat anak. Misal berat 5 kg x 150 cc/kg = sehari butuh 750 cc cairan (ASI/sufor).
- Trimester II : 125 cc / kilogram berat anak.
- Trimester III : 115 cc / kilogram berat anak.

8. Madu dan susu sapi tidak diberikan ke bayi sebelum usianya 1 tahun, tapi UHT boleh digunakan dalam MPASI (misal dijadikan puding, dimasak bersama nasi atau pasta, dll).

9. Porsi protein, lemak, karbohidrat, dan sayur-buah dalam makanan si kecil. Disarankan anak usia di bawah 2 tahun diberi banyak protein dan lemak (lebih banyak daripada karbohidrat) untuk pembentukan otaknya. 

10. Ada bayi yang oke-oke aja nggak ganti menu seharian, tapi ada juga bayi yang bosenan dan maunya ganti menu setiap kali makan. Selama bahan-bahannya sudah dipastikan tidak membuat alergi, pinter-pinter aja mengcombine lauk pauk.

Nah dari teori-teori di atas, nggak berarti harus dilaksanakan sepenuhnya. Balik lagi ke kenyamanan bayi dan pilihan orang tua aja. Perlu diingat bahwa tiap anak berbeda-beda. Ada anak yang sebelum umur 12 bulan, susaaaah banget dan moody makannya kaya anak saya, tapi membaik begitu dia bisa makan table food. Ada anak yang umur 10 bulan udah bisa makan 1 mangkok ayam full kaya anak teman saya! Ada anak yang makannya dikit-dikit tapi sering. Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa sebelum usia 1 tahun, kebutuhan gizi anak masih bergantung pada ASI/susu dan makanan hanya untuk perkenalan. Kenalkan anak dengan sebanyak mungkin jenis makanan sebelum dia berusia 2 tahun, supaya kelak (in sya Allah) tidak picky eater! Tidak perlu memaksa bayi/balita menghabiskan makanannya kalau dia sudah tidak mau meneruskan makan; sebisa mungkin kita menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Salah satu caranya adalah dengan duduk bersama sekeluarga dan makan beramai-ramai.

Berikutnya, saya share cara sederhana kami menyiapkan makanan si eneng semasa dia MPASI yaa :
1. Biasanya begitu belanja lauk pauk, langsung dibersihkan dan dipotong kecil-kecil sesuai porsi makan si kecil. Misalnya ikan kakap dipotong seukuran 5 x 5 cm. Lalu dipisah-pisah pakai plastik kecil atau kotak IKEA Pruta yang kecil-kecil dan dimasukkan ke freezer.

2. Sayuran kami beli fresh tiap hari dan buah setiap 3-4 hari.

3. Cara bikin puree buah / sayur : tempatkan buah dan/atau sayur di wadah tahan panas (sebaiknya keramik, beling, atau stainless steel), kukus menggunakan kukusan atau rice cooker selama 3-10 menit (tergantung jenis makanan). Lumatkan menggunakan garpu dan saringan. Kalau anaknya bisa makannya, kasih juga sisa seratnya. 

Contoh buah yang sebaiknya dikukus di masa perkenalan sampai anaknya bisa mengunyah lebih baik : melon, pir, apel, plum.
Beberapa buah yang bisa diberikan begitu saja tanpa dikukus : semangka, pisang, alpukat, pepaya, jeruk, kiwi, peach. Bahkan bisa dipotong doang dan dikasi ke baby buat finger food. Jambu bangkok enak dijus/puree. Kalau anak sudah lebih lihai makan finger food : strawberry dan other berries, anggur (hati-hati dengan buah berbentuk bulat karena rentan membuat bayi tersedak, sebaiknya dipotong dulu).
Beberapa buah yang saya tunda ngasihnya karena bikin 'panas dalam' atau seratnya tajam: mangga, nanas.
Sayur yang cocok jadi finger food setelah dikukus : brokoli, zucchini, labu-labuan, terong, dan wortel. Kalau sudah lebih lihai : jagung rebus.

4. Cara bikin bubur saring : tempatkan nasi, lauk, dan air kaldu secukupnya di wadah tahan panas, kukus sampai lauk matang (sayur ditambahkan belakangan karena lebih mudah matang), saring. Tingkat kekentalan bisa diatur sesuai jumlah air kaldu yang dipakai. Gile gimpil abis ya metode di rumahku hahaha... 
Kalau mau, bisa bikin bubur di slow cooker, tapi kami rasa lebih praktis ngukus nasi matang pakai air kaldu.
Ibu-ibu lain banyak yang menumis lauk pakai mentega atau olive oil sebelum dimasukkan ke bubur untuk menambah rasa dan sebagai weight-booster. Anak di bawah 2 tahun perlu banyak protein dan lemak lho!

5. Kami tidak menggunakan blender karena beberapa hal: Satu, tidak praktis karena si bocah maunya ganti menu setiap makan dan kami tidak suka membuat puree in bulk. Dua, karena katanya karet blender cenderung mudah menangkap bakteri (ya lebih jaga-jaga aja sih buat si baby, kami mah masih suka pakai blender buat masakan orang dewasa). 

6. Cara membuat nasi tim : tempatkan 4 sdm beras, 400 ml kaldu, bumbu-bumbuan, dan sekitar 40 gram lauk pauk di wadah tahan panas, kukus.

7. Menunya kami gonta-ganti sesuai ketersediaan di pasar dan abang sayur aja, jadi rata-rata ya mirip menu orang dewasanya. Contoh : nasi + bawal + brokoli + kacang merah, kakap + bayam + jamur, kentang goreng tumbuk (anaknya ga doyan kentang rebus) + tomat + daging giling, misoa + telur + daging giling, nasi + tumis soun + wortel + telur, dll. Bisa dilihat di posting-postinganku soal MPASI dan iseng-iseng berkreasi sendiri. Teman-temanku malah JAUH lebih keren menu-menunya hehehe...

Sekian, hope to help. Silakan kontek kalo ada yang mau ditanyain lebih lanjut.  :)


24 May 2015

Home-Made MPASI 8 Bulan

Makanan yang sudah dicoba selama 3 bulan MPASI (BTW sebenernya aku sih ngikut saran WHO aja bahwa start usia 6 bulan bayi boleh dikasi apapun, tapi tetap ngikut aturan tunggu 3 hari ketika memperkenalkan bahan makanan baru untuk lihat reaksi alergi):
Sayur: brokoli, kabocha, tomat, waluh, wortel, zucchini, buncis, mentimun, bayam, paprika, sawi, pakcoy.
Buah: apel, red dragon fruit (satu-satunya buah yang dia nggak doyan; persis emaknya), melon, pepaya, pir, pisang, plum, semangka, xiang li, kiwi, strawberry, jeruk baby, jeruk bali, mangga arumanis. Pernah juga iseng dicuilin duren dan dukuh, doyan-doyan aja sih.
Cerealia dan karbohidrat: beras putih, kentang (ga doyan karena seret, musti digabung makanan lain), jagung (seret kalo dipuree tapi anaknya suka gerogotin jagung rebus), home-made mantau, fussili (juga ga doyan), roti putih biasa dan roti panggang, roti gandum panggang (kalo ga dipanggang, ga mau; seret kali), misoa (pake telur).
Protein: kaldu ayam (awalnya agak bruntus kecil-kecil di muka tapi hilang sendiri), kacang merah, tahu Kong Kee tawar (anaknya ga doyan, tapi pas kucoba emang nggak enak ih), jamur, ikan gurame, ayam giling, udang, telur burung puyuh, hati ayam, telur ayam (putih dan kuningnya, dulu sempat alergi bruntusan dikit di pipi tapi sekarang udah nggak apa-apa), ikan kakap, keju (sedikiiitt, abis takut ndut), tuna (kurang doyan), redbean chilli (anaknya nangis hahahaha), tempe dan tempe goreng (ya abis gimana, dijambret sama anaknya hahaa).

Finger food: brokoli kukus, tomat dan timun mentah, wortel kukus, jeruk dan jeruk Bali, apel, pear, semangka, melon, pepaya, pisang (rata-rata semua buah deh), jagung rebus dipotong silinder sekitar 1,5 cm, roti, mantau, tempe goreng hahaha.

Tekstur: perbuburan masih harus encer dan disaring atau anaknya kelolotan, padahal teorinya anak umur segini udah bisa bubur ga disaring hehe. Anehnya dia bisa ngunyah kalo makan finger food. Misalnya: jagung atau apel dipuree tuh dia ga suka (mungkin agak seret); dimasukin ke buburnya dan disaring pun lempeng aja (atau bahkan disemburin). Tapi coba kasi sekeping, abis tuh digerogotin. Tapi napa kau ndak suka bubur kentel sih naakk? Nasi tim maupun nasi biasa juga keselek.

Porsi: KATANYA yaaa... KATANYAA... anak umur segini dah bisa makan 8 sdm. Boro-boro dah. Kalo mood, bisa abis 6 sdm. Kalo nggak mood ya nggak makan. Banyakan nggak moodnya tuh. Standarnya mah ya 10 suap sendok bayi aja.

Jadwal makan:
07.00 bubur saring
08.00 nyusu (anaknya tetep minta on time even kalo sarapannya abis)
09.30 buah
10.00 nyusu
11.00 bubur saring
12.00 nyusu
14.00 nyusu
16.00 nyusu
17.00 bubur saring
18.30 nyusu sama emaknya
20.00 nyusu + bobo
Masih bangun nyusu (jam 22.00, 24.30an, 2.00 atau 3.00, 4.30-5.30an). Gile ya, gimana nggak gendut, padahal makannya dikiiit!

Menu tidak saya publish karena masih gitu-gitu aja, nggak ada perubahan dari umur 6-7 bulan, tetep bubur (nasi + kaldu + sayur + protein hewani) yang disaring halus dan encer. Lauknya ya gonta-ganti aja dari bahan yang tersedia di kulkas. Pernah weekend saya iseng buatin chilli sesuai resep temen saya Airin di blognya ini tapi anakku nggak suka (dasar emang anak Cina ya, nggak bisa dikasi makanan bule hahaha). Untung chillinya bisa dimakan mamanya. Enak tau, neeng! Dikasi fussili keju juga cuman diawur-awur.

24 March 2015

Home-Made MPASI 6 Bulan

Nggak kerasa, baby Euis udah makan sebulan lamanya. Karena anaknya ndut (umur 6 bulan 10 kg, 71 cm) jadi saya nggak start MPASI dengan cerealia (karbohidrat dari biji-bijian seperti beras dan gandum). Takut obesitas bok! Kami kasih buah dan sayuran dulu aja. Awal-awal malah perkenalannya pake finger food (sok-sokan BLW gitu deh) tapi karena anaknya sewot kalo ga bisa ngarahin makanannya ke mulut, kami suka bantu pegangin, trus akhirnya umur 6,5 bulan mulai kami perkenalkan ke bubur beras. Sayurannya dilumat di buburnya.

MENU

Untuk aturan menu, aku ga ngikut metode Pak Wied Harry ataupun food combining. Aku percaya sama WHO aja deh kalo anak umur 6 bulan udah bisa makan apapun, tapi aku perkenalkannya satu-satu sesuai urutan sbb:
  1. Buah dan sayur (termasuk labu-labuan dan kacang-kacangan).
  2. Karbohidrat.
  3. Kaldu (dari ayam dan bawang bombay).
  4. Daging hewan (ayam, ikan air tawar), jamur, tahu plain.
  5. Agar-agar (ditambahkan di puree buah dan buburnya) supaya lancar poop.
  6. Yoghurt plain, bayam, ikan laut, hati ayam dan telur mau kukenalkan di bulan ke-7. Takut defisiensi zat besi nih, si eneng emang ga kukasih suplemen.
  7. Bumbu-bumbuan (oregano, ketumbar, kunyit, dll) dan daging sapi juga akan mulai kupakai umur 7-8 bulanan. Teman-temanku udah pada ngenalin olive oil, butter, dan santan di usia anak 6,5 bulan buat boost BB dan memenuhi kebutuhan lemak bayi tapi aku nggak. Lagi-lagi karena takut obesitas hahaha... Lagian mamahku ga setuju bubur dipakein mentega. "Aneh atuh, emangnya risotto," gitu ceunah, "lagian ASI kamu juga masih berlemak gitu, ga usah kebanyakan lemak dari makanan lah". Ya daku nurut aja lah secara beliau yang masak hahaha...
  8. Keju dan pasta akan kukenalkan di usia 8 bulanan (lebih karena takut anaknya obesitas aja sih).
Perkenalan dimulai dari buah karena kebetulan anaknya mau kukasih buah melon yang kumakan. Lanjut sayur, puji Tuhan doyan juga. Pas kenalan bubur plain, anaknya nampak ga terlalu tertarik dibanding buah/sayur. Waktu buburnya dipakein ASIP atau kaldu jadi mendingan tapi masih hare-hare (mau-mau-nggak gitu deh). Begitu mulai pake lauk pauk (awalnya sayuran dan kacang merah dulu) ternyata dia suka, apalagi waktu pake gurame. Umur 6,5 bulan kami udah kenalkan ke wortel dan protein hewani. Nah aku bukan tipe yang ngasih bubur beras pake buah, soalnya risih sendiri aja ngebayangin nasi pake buah hahaha... Sebenernya sih dianjurkan kok oleh beberapa DSA supaya anaknya eksplorasi rasa tapi akunya dan mamahku ngerasa aneh. Ngasih ASI di puree dan bubur juga cuman kucoba 2-3 kali trus stop karena anaknya doyan-doyan aja rasa asli makanannya.

So far makanan yang udah kita kasih coba :
Sayur: brokoli, kabocha, tomat (kuanggap aja sayur ya), waluh, wortel (beberapa literatur sarankan start usia 7-8 bulan), zucchini.
Buah: apel (beberapa anak including mine ga suka teksturnya jadi harus dicampur buah lain), red dragon fruit, melon (beberapa literatur sarankan start usia 7-8 bulan), pepaya (pada beberapa anak menyebabkan sembelit), pir, pisang (tidak diberikan sampai pusat/bijinya karena bisa mengakibatkan sembelit), plum, semangka, xiang li. Pernah juga dicuilin duren, jeruk bali, dan dukuh (maap emaknya gendeng, abis anaknya kaya kalong buah sih, dikasi yang asem juga doyan).
Buah-buahan rata-rata kami puree dulu dengan cara dikukus baru dilumatkan pakai sendok. Buah yang nggak usah dikukus: dragon fruit/buah naga (tapi anaknya ga doyan), pepaya, pisang, semangka.
Cerealia dan karbohidrat: beras putih, kentang dan jagung (seret, musti dicampur makanan lain).
Protein: kaldu ayam (awalnya agak bruntus kecil-kecil di muka tapi hilang sendiri), kacang merah, tahu Kong Kee, jamur, ikan gurame, ayam giling.

Semua makanan yang baru dicoba kami berikan 3-4 kali sebelum mengenalkan makanan baru lainnya untuk melihat reaksi alergi dan konstipasi. Kalo cuma bruntusan dikit mah hajar aja, lanjuut.. Kalo udah ga pup 2 hari, naah.. langsung kustop. Aku ga selalu kasih yang organik, misalnya brokoli seadanya di tukang sayur aja, tapi kalau ayam selalu ayam kampung.

JADWAL
Jadwal makan minggu pertama dan kedua: Makan buah atau sayur jam 09.00. Mimi seperti biasa, 2 jam sekali x 100 cc jam 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00. Minggu kedua pas iseng anaknya sore dikasi icip makanan lagi, kalo dianya mau aja.
Jadwal minggu ketiga: Makan buah atau sayur jam 09.00. Makan bubur jam 12.00. Mimi seperti biasa, 2 jam sekali tapi takarannya jadi tricky, tergantung gimana mood si anak dan tingkat kekenyangannya.
Minggu keempat mulai coba kasih snack sore buah kalo anaknya mau.

Jadwal MPASI usia 6 bulan


Minggu Pertama

1
2
3
4
5
6
7
09.00
Pisang lumat
Pisang lumat
Buah naga
Pisang lumat
Brokoli kukus utuh
Brokoli kukus utuh
Brokoli kukus utuh
Alpukat
Zucchini kukus utuh
Minggu Kedua

8
9
10
11
12
13
14
09.00
Zucchini kukus
Kabocha kukus
Zucchini kukus
Kabocha oven
Zucchini kukus
Puree Kabocha
Puree kabocha
Jus Pir
Pir potong
Tomat kukus
Brokoli kukus
Tomat kukus
15.00


Pisang lumat
Pisang lumat
Kentang
Bubur tepung
Bubur tepung + kaldu
BS + brokoli
Minggu Ketiga

15
16
17
18
19
20
21
09.00
Jus pir
Puree apel plum
Puree apel plum
Puree PPS
Puree PPS
Puree PPS
Puree PPS
12.00
BS +  kc merah, tomat
BS + brokoli, kc merah, tomat, wortel
BS + brokoli, kc merah, tomat, wortel
BS + brokoli, tofu, tomat, wortel
BS + brokoli, tofu, wortel
BS + brokoli, tofu, wortel
BS + brokoli, gurame, wortel
Minggu Keempat

22
23
24
25
26
27
28
09.00
Puree APPT
Puree APPT
Puree melon + apel + plum
Puree melon + pir + plum
Puree melon,plum, xiang li
Puree melon + xiang li
Puree melon + xiang li
12.00
BS + brokoli, gurame, wortel
BS
BS + brokoli, gurame, kentang
BS + brokoli, gurame, wortel
BS
BS + brokoli, gurame, wortel
BS + brokoli, gurame, wortel
15.00
Jus pir
Sisa puree
Sisa puree
Jus pir
Sisa puree
-
Sisa puree

Keterangan:
Yang dicoret seperti ini artinya gagal karena anaknya  nolak (either milih nyusu atau ga doyan) atau salah masak atau lagi distop karbo karena susah poop.
Jus: buah diblender, tidak disaring, tidak ditambahkan air atau gula.
BS   = Bubur Saring (menggunakan kaldu ayam) + bahan tambahan yang dilumatkan
PPS = plum, papaya, semangka
APPT = apel, pir, plum, tomat
Minggu keempat emaknya ga sempet belanja groceries jadi anaknya cuma dikasih apa yang ada di tukang sayur keliling aja hihihi... 
.

PORSI
Tergantung mau anaknya aja. Kalau menu bubur saringnya dia doyan, bisa habis sekitar 3-4 sdm dewasa, kalau ga doyan paling ngicip 1-2 suap. Buah sih hampir selalu habis 60-100 gram. Kami nggak pernah paksa makanan harus habis, sesuka dia aja. Namanya juga perkenalan.

Share Pengalaman
Kalo aku rasa sih MPASI awal ini termasuk hepi, soalnya ekspektasiku ga tinggi. MPASI ini bener-bener buat perkenalan makanan aja, bukan buat boost BB jadi aku santaiiii banget kalopun anaknya ga mau makan. Yang penting anaknya doyan buah dan sayur, horeee... Mamahku juga luar biasa banget semangatnya bikinin MPASI rumahan (padahal jamanku dulu kadang dikasi biskuit pake sufor hahaha... katanya dulu mah ga lazim mompa ASI buat dicampurin ke makanan bayi) dan ngizinin aja aku ngasi finger food (kebanyakan kakek nenek kan takut kelolotan). Seneng juga sih bereksperimen ngasi suatu makanan ke si bocah dalam berbagai metode penyajian. Ada yang dia sukanya dimashed (alpukat, kabocha) dan ada yang dia lebih suka gerogotin (melon, zucchini, brokoli - semua dikukus). Dia juga cepet belajar kalo ada gumpalan yang kegigit tuh musti dikunyah atau dibatukin/disembur keluar. Anehnya anak ini kurang suka kalo buburnya grindil-grindil, maunya yang halus. Kalo puree buah malah dia semangat walau grindil-grindil (buah biasanya cuma kami kukus-lumat, ga pake blender).


Trus gimana kira-kira dukanya MPASI bulan ini?
  1. Gagal masak. Mamahku ga ngerti cara bikin bubur pake beras giling, dikiranya cukup diseduh aja pake aer panas, aduk-aduk, kasiin. Hahahaa... Untung anaknya makan 3-4 suap doang trus ogah. Abis itu kupikir mending bubur saring aja kali ya, entah napa aku jadi ga sreg sama pertepungan ini. Nah untuk bubur ini aku berdayakan TAKAHI slow cooker doong... secara aku udah request yang 1.2L di wish list pas lahiran hihii (makasih gossip girlskuuu). Dari hasil googling trus trial and error, kayanya takaran paling pas tuh 4 sdm beras yang sudah dicuci + 200 cc kaldu + 100 cc air, lamanya sekitar 4-5 jam. Mau kaldu semua juga oke... Ntar hasilnya dibiarkan mendingin ke suhu ruang, dimasukin ke wadah tertutup trus taro di kulkas. Keluarin secukupnya yang mau dimakan, angetin di kukusan / rice cooker sekalian ngukus lauknya, trus saring deh. Kalo masih terlalu kental tinggal tambahin air hangat dikit.
  2. Anaknya ga mau disuapin kalo sama emaknya (mending nenen). Kayanya banyak anak kaya gini yaa... Biasanya aku sukses nyuapin tuh pas makan puree buah atau bubur gurame, anaknya doyaaan! Menurut hasil observasi, mood makan si Euis juga tergantung sama suhu makanannya. Kalo bubur saring maunya anget, kalo buah sukanya dingin. Padahal ga dibiasain lho...
  3. Anaknya sembelit! Nahh ini paling nyiksaa....ga tega kan ya liat anak jejeritan gitu. Ternyata kata temenku (dia dokter beranak dua), sebenernya boleh aja kasi Microlax suppository lewat rektum gitu, masukin 1/3 tube, rapetin pantatnya, ntar ga lama bisa keluar sendiri. Tapi belom kebayang beneran ngelakuin ini. Kalo aku perhatiin, si bocah pupnya sih masih lembek, jadi kayanya dia ga suka rasa mulesnya atau masih bingung sama tekstur baru pupnya deh... So far yang paling cocok buat lancarin pupnya tuh melon. Yang ga cocok malah pepaya, jadi susah keluarnya! BTW poop dan ntutnya sekarang jadi aduhay harumnyaa hahaha!
  4. Anaknya ga doyan air putih, padahal kan bisa bantu sembelitnya. Diakalin pake dot atau ditambahin sari buah juga ga bisa. Yasud sabar-sabar aja disendokin air putih setiap ada kesempatan.
  5. Demand ASI ga gitu berkurang; kadang jadi 400an cc tapi kalo anaknya lagi rakus ya tetep aja 500cc. Hahaha... pompa teruuuss!
  6. Salah porsi. Kami kebanyakan pakai nasi. Ternyata, menurut temenku yang kerja di depkes, mustinya porsi makan bayi tuh kaya gini.
    Bayi butuh banyak lemak dan protein buat pembentukan sel otak
  7. Anaknya ga betah duduk di booster chair. Keras kali ya hehe... maklum plincess... Yang nyuapin juga musti gesit kalo ga mau jadi medan perang. Gelas lah dijungkirin, sendok direbut, mangkok dicaplok. Ramee hahaha...
 
Memasuki bulan ke-7, MPASInya bakal makin rame nih. Semoga baby Iis makannya pinter, mau minum air putih makin banyak, gizinya tercukupi, ga sembelit, dan bisa naik tekstur ya sayaaang! *kecuppp pipi mbemnya*