10 September 2015

Susahnya Berhenti Jadi Judgemental Parent

Jujur yah, sewaktu aku masih single, ngelihat ibu-bapak muda di mall tuh pasti judgemental deh.
- Ih, kok anaknya malah digendong sus dan emaknya dorong stroller yang diisi belanjaan sih?
- Ih anaknya udah gede kok masih ngedot? Masih pake pampers? Mamanya males ngelatih anaknya nih.
- Ih anak nangis kok bukannya ditenangin atau dibawa pergi dari tempat umum, kok malah dibiarinin sih?
- Ih ngapain sih bawa-bawa baby ke bioskop, mana filmnya action yang berisik gombrang-gambreng, tuh kan anaknya nangis kaget kan. Ortunya egois sih, kalo punya anak kan musti rela ngorbanin beberapa hal dong. Nonton di rumah aja, napa.
- Kok anaknya dibiarinin makan sambil jalan-jalan sih? Apaa, kalo mau anaknya anteng musti dikasih gadget? Ya ampuun...
- Itu anaknya kok dikasih snack yang bergula-gula semua gitu sih? Mana makannya pilih-pilih pula. Ga sehat ih!

Dan seterusnya aku ber-"Ah-ih-ah-ih, kok gini, kok gitu". Sok idealis. Nyinyir abis. Yoihhh, biasa lah karena belum ngalamin sendiri hahaha...

Ehh, kemudian ngalamin sendiri pas adik-adik sepupuku lahir. Umur mereka memang jauh banget dariku, yang paling besar aja selisih 16,5 tahun. Yang terkecil masih di perut, berarti selisih 31 tahun (WAW)!  Trus ngalamin juga punya anak sendiri, yang ternyata bukan tipe bayi yang sama dengan anak-anak mamaku, sampai mamaku aja bingung.
  • Salah satu sepupuku waktu bayi sangat susah makannya. Musti sambil jalan-jalan dan main-main keliling rumah, plus diemut lamaaa banget dan makannya dikit. Aku sekali doang nyoba nyuapin dia, kapok! Dalam 45 menit aku ngejar-ngejar dia, cuma abis dua per tiga piring (dan menurut mamanya itu tuh udah banyak, "Wahh mungkin karena disuapin cicinya nih, next time suapin lagi ya!"). No thanks, no next time-next time yah hahaha...
  • Sepupu-sepupuku agak picky-eater. Gampang-gampang susah lah makannya.
  • Anakku juga ternyata makannya dikit! Huh! Kirain bakal rakus kaya diriku waktu bayi, bisa ngabisin semangkok Pigeon di umur 6 bulan hahaa... 
  • Anakku nggak betah samsek duduk di carseat dan stroller! In the end ya digendong lah ya, abis anaknya belum bisa jalan. In the end carseat dan strollernya lebih sering ditinggal *swt*. Dulu pas hamil mah sok-sokan, "Biarin aja anaknya nangis, pokoknya musti diem di carseat!" Yeah riiiite!
  • Tentunya, anakku juga nggak betah duduk di high chair. Makan harus sambil berdiri-berdiri manjat yang nyuapin (belum bisa berdiri tegak sendiri sih). Padahal aku dulu mau lho duduk diem kalo makan!
Kemudian juga dapat sharing dari teman yang sepupunya autistic. Kalau udah ngamuk malah harus dibiarinin tenang sendiri. Kalau dipegang bisa makin histeris dan melukai dirinya sendiri. Wow. Sekarang saya nggak pernah melihat anak tantrum dengan judgemental lagi, bahkan yang gerung-gerung geletakan di lantai. Paling berdoa aja dalam hati, semoga anakku kelak nggak gitu. Sekarang malah jadi kasihan sama orang tuanya.
Akhirnya sekarang ngerti deh kenapa beberapa idealisme nggak bisa dijalankan. Yang masih bisa kujalankan ke si eneng ya disyukuri banget aja yaa... misalnya soal anak nggak gadgetan, anak masih mau makan sayur dan buah. Ya syukur aja deh... Kalo nggak bisa juga ya sudah laah hahahaa... Ke orangtua-orangtua lain pun aku jadi lebih pengertian. There's a story behind every parenting decision kan?

PS: lagian, ternyata sebel juga kalo kita yang dijudge hihihi... Misalnya kenapa anakku umur 10 bulanan udah makan table food, kenapa anakku digendong mulu bukannya dipakein baby walker supaya cepat jalan, atau kenapa anakku ga ditatih.

Tapi sampai sekarang aku masih judgemental garis-keras loh dalam beberapa hal:

1. Ortu yang merokok di depan anak-anaknya. No need for further explanations kan? Pengen kutabokin satu-satu.

2. Anti-vaxxers.
Opiniku dari dulu keras banget soal mereka ini. Abis ngeselin kan, ignorance mereka membahayakan anak-anak orang lain. Hih! Berapa banyak coba, bayi kecil yang belum boleh divaksin malah terpapar penyakit yang seharusnya udah punah (atau setidaknya bisa diminimalisir)! Contohnya newborn yang dikarantina karena terpapar campak ini. Ihh aku nangkep banget emosi mamanya si bayi ini.
Kemudian kemarin aku baca artikel VOX berjudul I Thought All Anti-Vaxxers Were Idiots. Then I Married One. Langsung mata terbuka, 'wah iya juga ya'! Mereka tuh bukannya ga peduli dan ignorant, tapi TAKUT. Takut anaknya kenapa-kenapa. Takut sama sistem dan korporasi medis yang nggak bener. Semua orang tua pasti ngalamin rasa takut berhubungan dengan anak masing-masing.
Ketika para anti-vaxxers ini diserang, tentunya mereka jadi defensif dan masang barrier. Mana mau dengar argumen pejuang-vaksin. Kalau didekati dengan empati dan kesabaran, malah lebih besar kemungkinannya mereka mau dengar. Hmmm... betul juga tuh. Oke deh aku ga akan terlalu harsh lagi sama anti-vaxxers, tapi aku tetap pendukung vaksin, harga mati!

Frugal Living

Segala yang berlebihan Itu tidak baik... apalagi berlebihan GENGSI! Sayangnya, salah satu kelebihan beberapa orang Indonesia dibanding penduduk negara-negara maju adalah KELEBIHAN GENGSI. Akibatnya? Hambur-hamburin uang nggak keruan dan mubazirin sumber daya alam. Padahal kalau kita pikir lebih jauh, betapa kita tuh musti bersyukur ya kita bisa makan kenyang dan ga kehausan, nggak seperti korban famine di Afrika. Di Indonesia aja masih banyak korban kurang gizi dan kelaparan. Kita bisa tidur nyenyak terlindung dari panas dan dingin, nggak seperti pengungsi Syria dan Rohingya. Di Indonesia pun masih banyak tunawisma dan kaum papa.

Kalau kita nggak bisa menolong mereka, setidaknya kita bisa menerapkan pola hidup yang lebih berempati. Nggak hanya kepada humanitas, tapi juga kepada bumi secara keseluruhan. Sampah yang kita buang setiap tahunnya per orang tuh nyampe berapa kilogram? Merusak alam sampai segimana? Membunuh berapa organisme? Kalau kita nggak bisa hidup go-green yang fully environmental-friendly, setidaknya kita bisa usahakan dalam hal-hal kecil lho.

Nah di luar konsep go-green, ada juga yang namanya frugal living. Konteksnya memang lebih ke arah ekonomis daripada kesadaran lingkungan, tapi in the end banyak overlapnya juga. Gimana sih melakukan hidup yang frugal?

1. Pertama-tama, buang gengsi.
Lungsuran itu menyenangkan lho! Gratis, dan biasanya barangnya berkualitas (ya iyalah, udah dipakai orang lain dan masih bisa kita pakai tuh berarti barangnya durable kan). Bahkan barang bekas dari flea market pun biasanya masih oke; tinggal pintar-pintar kitanya aja milih-milih.

2. Gunakan secukupnya.
- Makanan. 
Ini nih yang kulihat suka ngaco. Contohnya: turis-turis Cina (sorry generalisasi berdasar yang selama ini saya temui aja) hobi banget ngambilin segala makanan prasmanan yang disediakan tour agent sebanyak-banyaknya, lalu cuma makan dikit dan sisanya teronggok jadi sampah. Orang-orang di fast food resto suka ngambil saos sambal sebanyak-banyaknya kemudian nyisa banyak. Belum lagi yang pesan makanan banyak-banyak (apalagi kalau dibayarin kantor) lalu akhirnya nyisa banyak dan terbuang. 
Duh, apa sih susahnya buat pakai seperlunya? Sekeluargaku mah udah jamuran kupingnya keseringan denger aku ngoceh soal 'anak-anak kelaparan di Afrika' setiap ada yang buang-buang makanan. Apalagi kalau kami nonton acara TV yang tokohnya mubazirin makanan. Masterchef Junior tuh contohnya, apa-apaan sih lempar-lemparan pancake, nggak lucu!
- Contoh lain: pakaian dan aksesoris.
Kalau saya sih biasanya cukup dengan 1 dompet, 1 handbag, 1 sepatu pesta (yang awet bertahun-tahun), 1 sepatu sehari-hari. Itu semua pun bukan yang brand mahal. Untuk pakaian, memang sebisa mungkin saya sekalian beli yang bagus dan tahan lama (dari segi bahan dan model) karena biasanya bisa saya pakai 5-8 tahun. Belinya? Tentu cari diskonan dong hahaha! Dan modelnya pun yang bisa di mix-and-match dengan pakaian lainnya.
- Baju bayi.
Si bocah kan kebanyakan di rumah, jadi kami lebih berinvestasi di piyama yang murah-murah daripada baju anak bermerk yang lucu-lucu tapi harganya 3-10 kali lebih mahal. Buat baju pergi, beli secukupnya aja. Lagian suka adaa aja yang beliin baju hehehe...

3. LISTRIK DAN AIR (harusnya masuk poin 2 tapi bahasannya panjang nih)
- Biasakan matikan ketika tidak dipakai. Ini simple tapi banyak lho yang cuek aja membiarkan lampu (yang ga terpakai) nyala sepanjang malam atau AC (di ruangan yang tidak dipakai) nyala seharian. Pakai timer (misal supaya AC mati jam 2-3 pagi, kan udah adem tuh biasanya) ngefek banyak lho di tagihan. Pasang suhu di 24-26C dan kecepatan fan paling rendah.
- Tidak menyetrika (iya cuma dilipat aja hehehe) kecuali baju-baju yang emang harus disetrika... Juga, keringkan pakaian dengan dijemur daripada pakai dryer.
- Cabut colokan kabel ketika tidak dipakai (kabel yang terpasang ke colokan pun menghabiskan listrik walau sedikit).
- Pakai shower buat mandi instead of gayung.
- Matikan keran dan shower ketika sedang menggosokkan sabun.
- Saya punya dispenser tapi nggak pernah mengaktifkan fungsi air panas dan dinginnya. Cukup mengandalkan air panas dari termos (tiap pagi diganti baru) dan es batu dari freezer. Kalo doyan banget air dingin, mending taruh di botol lalu masukkan ke kulkas.
- Usahakan pakai elektronik (misal: mesin cuci) di pagi-siang hari yang ratenya lebih murah daripada malam hari.
- Sterilize botol anak sekali sehari saja, kumpulin dulu sampai sekalian penuh sterilizernya. Sterilnya juga pagi supaya lebih murah listriknya. Saya pakai botol penyimpanan yang juga bisa dipasangi pompa dan dot jadi ga kebanyakan cucian.
- Mandi air dingin. Menurut beberapa penelitian, lebih sehat dan bikin awet muda pula hehehe.

4. Frugal SHOPPING
- Make priorities. Buy what you need, not what you want.
Kalau belum punya rumah, stop belanja branded items. Nabung! Mending punya rumah tapi ga punya Hermes kan daripada sebaliknya?

- Cari diskonan buat barang yang emang dibutuhkan, misalnya pospak hehehe. Yup maap belum pakai clodi karena mamahku yang ngurus si baby jadi rempong. Setidaknya kami sempat 7 bulanan pakai popok kain lho.
- Bikin budget dan list belanja jadi ga melenceng jajan aneh-aneh. Saya sekarang belanja toiletries dll selalu online dan bulanan, jadi lebih kelacak pengeluarannya.
- Stop langganan koran dan TV cable kalau lebih banyak ga dipakainya daripada dipakainya.
- Buy refillable items and bigger package. Banding-bandingkan dengan harga merk lain. Tisu dll biasanya lebih murah yang brand supermarketnya sendirI.
- Buat anak, beli barang yang unisex, apalagi kalau masih rencana nambah sibling. Barang girlynya si eneng kayanya 90% dari kado tuh hahaha...
- Don't shop when you're hungry, sad, or angry.
- Bayar credit card FULL, jangan minimum payment. Dan usahakan jangan pakai credit card untuk belanja. Saya punya CC untuk autodebet asuransi dan jaga-jaga buat RS saja.
- Standar sih ini: pakai plastik supermarket buat tempat sampah di rumah. Kalau belanjaan kecil-kecil sih saya masukin tas, males ngumpulin plastik kecil. Kecuali kalau stok plastik kecil buat bungkus popok di diaper bag udah abis hahaha...

5. Make use of what you have.
- Misalnya: saya punyanya pompa ASI Medela Swing (hasil pemberian teman-teman kantor suami yang murah hati) tapi kok ternyata butuh doublepump ya... Masa musti beli doublepump? Akhirnya keluarlah kreativitas buat memodifikasi Swing menjadi doublepump mengandalkan part-part yang ada dan T-connector selang akuarium hahaha...
- Contoh lain: di rumah masih ada sisa makanan semalam dan nanti malam udah beda lagi menunya. Mending dibawa ke kantor buat bekal makan siang. Irit! Saya sih selalu bawa bekal ke kantor. Atau contoh lain: di rumah masih ada makanan. Napa musti makan di luar? Abisin dulu aja apa yang ada.
- Kasus lain: masih bisa produksi ASI tapi males, jadi kasih sufor. Why, mothers, why? Di saat banyak ibu lain yang pingin breastfeeding tapi ga bisa...*sobs*

6. Hobbies and lifestyles are not always expensive.
Misalnya:
- Ngopi di cafe. Kalau sekedar suka kopinya, bikin sendiri di rumah bisa jauh lebih murah. Saya mengandalkan kopi Aroma buatan Bandung doang, udah enak kok. Kalau suka suasananya, sekalian aja cari cafe lokal yang menggunakan kopi lokal Indonesia.
- Ngegym. Sebetulnya bisa lho olahraga murah. Jogging. Sepedaan. Etapi beda lagi kalau nyari sosialisasinya juga ya...
- Nyemil. Kurangi snack terutama yang manis-manis, mending makan buah yang dibeli di pasar. Murah dan sehat.
- Travelling. Kunci penghematan saat travelling itu ada di harga tiket dan akomodasi. Cari promosi. Hindari high season. Go local atau gunakan AirBnB. Cari spot yang free atau cheap, misalnya taman dan museum. Banyak kok opsinya.
- Usahakan anak nggak hobi ngemall. Hehehe... abisnya, parkirnya aja minimal Rp 8 ribu. Belum jajannya.
- Kuliner. Nah ini suka dilematis buat saya hehehe... Abisnya suka kepingin aja ya makan enak! Ya akhirnya sih pokoknya saya cuma beli masakan yang mamah saya ga bisa masaknya hahahaa... Kalo patokannya dari masakan yang saya ga bisa mah, jawabannya: semua ga bisa! Plus prinsipnya, jangan sampai jajan bikin makanan di rumah terbuang.
- Nonton. Kalau sekeluarga hobi ke bioskop, nah mending langganan HBO, nonton bareng-bareng di rumah. Enak, mau ke toilet tinggal ngibrit, pengen nyemil tinggal bikin popcorn.
Khusus nonton, musik, dan bacaan, saya nggak nyaranin bajakan yah (walau sendirinya suka juga hehehe). Sebisa mungkin sih (apalagi yang bakal dilihat/didengar berkali-kali), kami beli file aslinya.
- Nyalon. Creambath lulur gitu selalu di rumah (itu juga kayanya setaon sekali hihi). Kondangan juga dandan sendiri, ampir ga pernah nyalon, tapi hasilnya ya kalo difoto lecek sendiri hahahaa...

7. Majukan perekonomian rakyat. Go local.
Belanja di tukang sayur dan pasar terdekat. Bangga dengan produk Indonesia. Untuk barang yang kecil-kecil (macam tisu kemasan travel) atau fixed price (majalah dan koran yang memang saya selalu beli eceran karena cuma sekali-kali), saya mending beli di tukang asongan.

8. Hemat bahan bakar dan kurangi carbon print.
- Gunakan kendaraan umum.
Saya dan suami lebih memilih naik bus daripada ngantor macet-macetan bawa kendaraan pribadi. Menempuh jarak pendek menuju halte busnya, kami menggunakan ojek (ingat: majukan perekonomian rakyat hahaa). Mobil kami hanya digunakan kala weekend untuk antar anak divaksin dan pergi-pergian yang banyakan. Sebisa mungkin mobil diutilisasi untuk banyak orang, bukan hanya buat bawa satu orang aja.
- Kurangi pemakaian kertas.
Untuk baca buku, sebisa mungkin kami menggunakan Kindle. Kalau bukunya betul-betul bagus dan pasti akan kami baca ulang, baru kami beli hardcopy-nya. Abisnya enakan pegang bukunya sih ya hehehe... sensasinya beda ngebolak-balik halaman buku sama nge-swipe gadget.
Usahakan transaksi dan tagihan online dan paperless.
- Berjalan selagi bisa.
- Bepergian untuk sekaligus beberapa keperluan.
Jadi daripada short trip tapi sering, mending sekalian aja. Kalau saya biasanya satukan semua di weekend: bersosialisasi, cari hiburan, dan belanja (plus vaksin anak kalau udah jadwalnya). Itu pun rutenya diatur supaya efisien dan sebisa mungkin dekat rumah.

9. Jaga kebersihan lingkungan di manapun kita berada.
Mentang-mentang bukan di halaman rumah sendiri, ga berarti bisa enak aja buang sampah dari mobil. Mentang-mentang di tempat umum dan ada petugas kebersihan, ga berarti bisa enak aja lempar bekas makan minum kita. Kalau udah kebanjiran kan stress tuh, barang-barang pada rusak dan terbuang. Suka sedih lihat teman-teman kebanjiran sampai rumahnya berantakan penuh sampah yang hanyut dan furniturenya rusak parah. Motornya juga rusak. KZL!

10. Declutter your house and sell un-used items. Recycle.
Jangan suka ngumpulin sampah (alias barang-barang yang udah 1 tahun ga terpakai) dengan pemikiran 'siapa tahu kelak terpakai'. 
Kebetulan di lingkungan rumah saya ada yang rutin ngumpulin kardus dan plastik bekas, jadi keluarga saya suka ngumpulin juga sampah dus-plastik kami sampai agak banyakan lalu kasihin ke dia. Some people even make money from their household recycle-able trash!
Air pun bisa di-recycle lho, misalnya bekas cucian beras dan lauk buat nyiram tanaman. Air bekas rendam cucian buat siram-siram WC. Dll.

11. Maintain barang kepunyaan kita, termasuk badan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Badan yang sehat berarti mengurangi biaya berobat. Elektronik, rumah, dan kendaraan kita pun sama. Daripada kita menghemat 'uang kecil' untuk keperluan maintenance (misal: menutup lubang di rumah, bawa mobil untuk cek rutin, membersihkan filter AC) tapi akhirnya barangnya malah rusak parah, mending rutin kita maintain. Kalau rusaknya parah, salah-salah malah lembiru (lempar, beli baru).

12. DO IT YOURSELF
Yah... dalam hal ini mah saya JUJUR minim kemampuan. Hahaha... Beberapa ide yang bisa dipakai:
- Bikin sendiri mainan anak pakai barang bekas (Google aja, banyak tipsnya)
- Tanam sendiri bumbu-bumbu, cabe, jeruk nipis, dll.

13. Sewa barang bayi dan anak, terutama mainan dan gears yang singkat masa pakainya.

Hmmmm apa lagi ya, segitu dulu deh, kalau ada ide lain tolong kasi masukan yahh!

04 September 2015

BEE DAY with TheUrbanMamas August 2014 Birth Club (Part 2) - RUNDOWN

Halal Bee Halal alias Bee Day TUM ABC 14 yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga! Pagi-pagi kami siap-siap. Cuuss! Siap-siap ya, ini postingan panjang yang penuh foto-foto!

Winda - yang menyediakan venue di rumah orang tuanya di Bogor - udah berbaik hati menyediakan peta yang sangat jelas sehingga kami pun sampai tanpa kesasar. Rumahnya guedeee, keren deh! Pendopo di samping rumahnya udah lengkap sama sound system, organ, dan gamelan segala. Ada toilet terpisahnya juga, betul-betul siap dijadiin tempat resepsi nikah adiknya Winda kelak *amiiiinnn*. Keluarga Winda juga sedang mengadakan halal bihalal terpisah dan menyediakan jatah bakso, siomay, dan cendol buat kami juga! Terharuu... hihihi...

Kami sampai sekitar jam 10, berbarengan dengan Airin-Ichan-Arsy dan Mitha-Rangga-Ahnaf. Di dalam sudah ada para mommies-babies dan keluarga masing-masing: Kristi-Danish, Rere-Revan, Livia-Eva. Aku sama Livia sempet tukeran gendong anak. Kayanya Livia pingin berotot gendong Euis hahahaa… Aku gendong Eva si imut, enteeng (songong beud dah ah) sampe aku takut dia gepeng kupeluk hahaa!

Trus geng Bandung Rahmi-Heru-Gendhis bareng Devi-Nanang-Jani, dan Mideh-Iwan-Azhar-Izhar-kedua eyang pun sampai. Satu per satu member BC kami bermunculan bersama keluarganya. Vinny-Mas Anang-Ghani, Mutia-Purnomo-Omar, Siwi-Tito-Azka, Ulil-daddy Kinken-Kinkin-Kenken, Nana-Santo-Bara, Aya-Zhafira (yang jauh-jauh datang dari Kalimantan berduaan, hebatt), Dini-Dicki-Attaya-Dylan. Putrinya Winda, Ayunda yang baru bangun pun sampe bingung ngeliatin kok banyak orang berisik banget hihihi.

Sayang beberapa mommies-babies akhirnya nggak bisa datang karena satu dan lain hal. We miss you, Adin-Zidni, MbakDe-Fay-dan kakak-kakak, Misya-Khay, dan Hetik-Ahnaf! Member kehormatan kami Iluk-Uma pun berhalangan hadir (sebetulnya Uma lahirnya Desember, tapi biar seru gapapa dong gabung sama kami hehehe).
Ini rombongan pertama
Disusul geng Bandung; semakin ramai!
Kami mulai bekerja. Bongkar muatan potluck, doorprize, dan kado. Masang-masang beeday card ke karton. Merapikan cupcake buat dipajang. Kami kebanjiran cupcake lho! Teh Ninit Yunita sang founder TUM ngirimin 5 lusin cupcake! Belum lagi cupcake + cakepop bentuk bee pesenan kami yang dibawakan Mideh dari Bandung (makasih yaa! *kecup*).

Look at those sprinkly cutie delicacy!
Tumpah ruah! Hahaha...
 
Pada akur main bareng
In the end balonnya cuma nyisa sedikit hahahaa
Para suami mulai bantuin masang-masang backdrop, bunting (bendera-bendera segitiga itu lho), geserin bangku lesehan, tiup balon (yang in the end dijadiin mainan babies dan pada meletus ahahaha).

Para mommies juga sibuk memasukkan berbagai souvenir dan voucher ke goodie bag.

Selain cupcake dari Teh Ninit, TUM juga mengirimkan apron, kaos dryfit, buklet panduan menyusui dan voucher Mothercare-ELC buat kami semua! Bahkan Teh Ipeh dari TUM juga meluangkan waktu buat datang. Salah satu sponsor doorprize & souvenir kami, Carlin darinya  Balita Kita (i-Angel Indonesia) juga datang bareng suaminya.
Psstt! Tadinya Teh Ninit mau datang juga lho, tapi bentrok sama script reading Sabtu Bersama Bapak (film yang diangkat dari novelnya Adhitya Mulya, suami Teh Ninit). Aku sama Tim dulu ngefans banget sama novel Jomblo karangannya! Jadi ga sabar nunggu film Sabtu Bersama Bapak! 

Sebagian doorprize (iya, baru SEBAGIAN lho ini!)
Souvenir dan doorprizenya apa aja sih, penasaran kan? Buanyaak banget deh pokoknya, tunggu aja bahasannya di postingan berikut yak!

Mommies pada sibuk berbenah makanan potluck (yang ternyata banyak banget) dan tumpeng pesenan Nana (yang last minute berubah rencana, dari bentuk bee menjadi datar dengan cetakan maskot TUM Bee Day yang edible. Tetep lucuuu dan jadi nyeni banget; unik dan khas TUM ABC 14!).
Our snack table yang bahkan belum komplit! Padahal sponsor dekor sudah menyediakan table card tapi nggak muat untuk dipajang hahaha!
 

Babies pada sibuk main balon. Selagi aku sibuk dan Tim motret-motret, Euis anteng lho maen sama babies laen (dibantu diawasin sama para ortu lain). Walau dia sepanjang hari lempeng-lempeng aja (nggak ketawa, nggak nangis), kelihatannya sih dia enjoy-enjoy aja. Emang dia suka berada di dekat sesama anak kecil sih, semoga lekas dikasih adek ya Nak (eeehh).

Nih foto-foto para babies lucu kami yang bulan ini udah menjadi anak umur setahun semua!


 





Kak Kinkin yang aslinya lebih gorjes dari fotonya
Euis foto bareng si kembar someah










Atas: Omar Ahnaf. Bawah: Omar Bara. Mirip ya booo! Hahahaa *maap sempat salah*
 

Para ortu kemudian berbaur nemenin anak-anak main sambil ice-breaking dengan alami. Beberapa nyuapin anaknya makan. BTW keren deh, bapak-bapak yang baru pertama kali ketemu pun langsung ngobrol sambil dengan kompak mendirikan castle mainan yang dibawakan Nana.

AAAA... Ghani, AAAA....
Kalau papa mamanya Omar multitasker semua, nyuapin sambil makan *kabur sebelum disentil Mutia*
Rumpi-rumpi menunggu acara dimulai
Ada juga teman-teman adiknya Winda datang tapi sayang aku nggak sempat ramah tamah sama mereka, riweuh sih. Anaknya berwajah timur tengah dan ganteng bangetttt!

Jam 12 siang, acara dimulai oleh MC Nana didampingi Siwi (yang lanjut kabur hahaha) dilanjutkan sambutan dari daddy Kinken.
Duo MC dadakan kami
Baru mulai udah pada dibikin cekikikan
Sambutan dari Pak M. Luthfi
Trus kami nyanyi happy birthday: ibu-ibu gendong bayinya masing-masing di depan tumpeng, bapak-bapak siap motret. Keren banget lihat Mideh gendong 2 bayi! Aku langsung bersyukur si mbrotku bukan anak kembar, bisa pengkor! Hahaha… 
Mommies ambil posisi buat difoto
Daddies ambil posisi buat motret
And here we are!!!
HAPPY 1ST BIRTHDAY, OUR BEE-BEES!
And happy anniversary of being MOTHER, HoneyMommies!
Nahh abis itu pada dipersilakan makan dan tiap keluarga bergantian foto di depan backdrop. Anak-anak pada seru banget berhamburan di castle mainan. Sayang si Euis udah keburu ngantuk jadi nemplok terus di gendonganku.

Seruuuu!
Uni dan Dek Dylan. Ehhh Dylan megang ke mana ituuh? *ngakak*
Rupanya Dylan emang udah ngincer Eva. Abis foto ini, Eva disosor tapi dihalangin sama Eva pakai piring di tangannya! Lucuuuuu, sayang ga kefoto!
Si keluarga munyil yang unyu-unyu
Sayang Yunda lagi asik main sama si Sun-Sun jadi ga kefoto mukanya
Acara dilanjut presentasi dari Carlin yang memberikan kejutan: semua orang kebagian voucher discount buat pembelian i-Angel di Balita Kita! Yeeeaay!!! Ini pertama kalinya lho Balita Kita memberikan discount! Carlin pun memperkenalkan beberapa produk baru Balita Kita dari UK: Brother Max! Buat yang suka mantengin olshop pasti tahu deh merk ini. Beberapa produk yang kemarin dibawa adalah peralatan MPASI dan termometer 2-in-1. Balita Kita telah resmi menjadi distributor Brother Max di Indonesia dan memberikan harga yang menurutku lebih value-friendly daripada merk lain macam Beaba dan Boon. *jujur lho*

Peragaan i-Angel hipseat carrier dengan Euis sebagai modelnya
Rombongan susulan pun berdatangan: Ayu-Hasan-Allysha-AlZaidan-MbakErna dan Nia-Naren sekeluarga. Sayang Teh Ipeh harus pamitan pulang duluan karena anaknya udah ngantuk. Babies kami juga kelihatannya udah pada teler, satu per satu bertumbangan. Si eneng akhirnya bisa juga bobo di gendonganku tanpa harus dikelonin. 
Mulai bergelimpangan (^^

Kami melanjutkan acara dengan pembagian doorprize. Aku tadinya mau buatkan kocokan pakai nomor, tapi kan ceritanya ada hadiah yang boy ada yang girl, jadi kubuatlah 3 kocokan (boy only, girl only, unisex prizes). Hihi maap ya salah koordinasi ternyata… Akhirnya beberapa doorprize digabungkan (saking banyaknya dan valuenya sangat bervariasi) dan ga dilihat lagi boy atau girl, ntar kalau nggak cocok tuker-tukeran aja. Pembagian berjalan lancar, walau sebagian nggak kepotret karena lagi menyusui hehe… Aku dan si Euis kebagian baju menyusui dari Mevia, tas dari Qoqo Etnik, bibs-shoes set plus voucher 100ribu dari SweetBatik dan notebook Cocopop Craft. Waaww, banyaak!
Deretan doorprize
Sekali lagi, nantikan postingan berikutnya tentang pembagian doorprize kami yang wow wow wow yaa hihihi...

Ayah Hasan yang baru datang pun berinisiatif mengambil alih kekosongan acara. Doi ngambil mic dan langsung memulai sesi ngobrol-ngobrol. Bo, ternyata orangnya rameee kaya stand-up comedian! Tau gitu dari awal kita tunjuk jadi MC yaaa, padahal kita sempat todong-todongan gitu di group WA hahahaa… Bocah-bocah sudah semakin teler dan acara sepertinya sudah harus kami akhiri.

Kami pun buru-buru memotret keluarga-keluarga yang belum sempat difoto bersama. Karena backlight dan fotonya beda-beda posisi, jadinya ga sinkron ya foto tiap keluarga...maaf... hihi...




 












Acara tukar kado yang tadinya mau pakai lagu (trus kadonya diestafetkan memutar) pun dibatalkan. Supaya singkat dan seru, kado-kado dikumpulkan di tengah dan babies dilepas buat mengambil mana kado yang mereka mau. Lucuuuu hahahaha…. Ternyata si eneng sangat tidak kompetitif, jadi dia nyantai aja nunggu semua kado terambil dan emaknya ngambil yang tersisa hahaha. Di mobil dia bongkar sendiri kadonya, dapat botol shaker Lock n Lock, yipee!
Kami sepakat kado-kado dibungkus kertas koran. Kiri dan kanan: persiapan melepas babies. Momen rebutan kadonya nggak terpotret karena kehalangan para mommies yang takut anaknya nyakar anak lain hahahaa...
Abis itu babies yang masih cenghar dikumpulkan dan disuruh duduk bareng untuk difoto. Ini lucu banget liatnyaa! Belum rela bubar, kami masih foto-foto ramean sekali lagi. Ibu-ibu bareng para babies, trus bapak-bapaknya, trus bertongsis ria... trus dadah-dadahan bubar deh…





In overall, kami senang sekaliiii, acara kami sukseess! Dari segi alur acara memang masih ada beberapa kekurangan misalnya dalam timing. Kami juga mungkin sedikit overestimate stamina para babies. Ya abis gimana, masih betaah, pingin ngobrol lebih lamaa hahaa... Waktu malamnya kami bahas di group WA, ternyata beberapa suami gemes liatnya dan komen ‘taon depan kasi agendanya ke para bapak deh, ntar kami yang ambil alih!’ hahahaha… Keren kan inisiatifnya! Gapapa lah yaaa, segini juga uyuhan kan kami para busy mommies bisa nyiapin acara begini. Lain kali pastinya kudu bawa bala bantuan ah buat gantian jaga anak, biar emak-emaknya puas rumpi! Hahahaa... yuuk, kopdar lagi yuuk!