Showing posts with label essential oil. Show all posts
Showing posts with label essential oil. Show all posts

04 November 2015

Beginner's Review: Young Living Stress Away


Baru-baru ini, aku nyoba essential oil Young Living yang lain: Stress Away. Penyebabnya ya karena akhir-akhir ini banyak perusak mood (seller pompa ASI yang ajaib; kondisi kantor yang nggak bagus dan terancam PHK; banyaknya berita negatif soal asap dan soal anak-anak yang kecelakaan dan sakit, bahkan ada yang meninggal; kabar dari kantor suami soal penurunan angka pengali bonus). Dengan kondisi kerjaanku yang lagi ga stabil gini, kami jadi bimbang buat nerusin usaha punya anak kedua. Ah akuh resah...

Kubuka lah si Stress Away, endus, endus. Hmmm! Baunya nyengat banget, semacam floral fruity scent gitu dan kenceng banget. Tapi begitu didiffuse, hmmmm wanginya lembut dan enak. Suamiku pun komen, "bikin ngantuk ya" dan nggak sampai 5 menit, kami bertumbangan hehehe...

Nah malam-malam tuh biasanya si baby masih suka bangun buat nyusu dan akhir-akhir ini dia bangunnya gelisah dan heboh banget, suka pake acara nangis kenceng atau teriak segala. Tumben, begitu diffuse Stress Away itu, dia bangunnya kalem. Cuma kucek-kucek mata, berguling mendekatiku, dan merengek lirih. Entah efek Stress Away apa bukan, tapi boleh lah dicoba lagi.

Sebelumnya, setiap bangun pagi tuh pinggangku suka pegal. Mungkin efek posisi menyusui sambil tiduran yang nggak benar. Nah pagi sesudah diffuse Stress Away itu sakit pinggangnya hilang.

Apa aja sih kandungan Stress Away ini?
- Copaiba (Copaifera reticulata) resin oil.
  Kegunaan: one of the best natural anti-inflammatory ingredients in the world,
                    dapat meredakan sakit (kepala, keram, arthritis, punggung, 
                    disinfectant dan penyembuhan luka dan jamur,
                    melembabkan dan mengencangkan kulit
                    (bagus untuk skin care bahkan bagi kulit sensitif),
                    expectorant (mencairkan dahak),
                    anti-kanker kulit dan perut,
                    menurunkan tekanan darah tinggi,
                    melancarkan pembuangan air kemih.  
- Lime (Citrus aurantifolia) rind oil.
  Kegunaan: antioksidan, antiseptik, antivirus, antibakteri, disinfectant, anti-allergen,
                    membantu daya tahan tubuh,
                    menurunkan demam,
                    meredakan pendarahan dan mengentalkan darah,
                    mengencangkan kulit dan meringankan keriput, bekas luka, dll,
                    meringankan kegelisahan, depresi, dan kelelahan,
                    mengembalikan fungsi organ tubuh setelah menderita sakit,
                    membersihkan kulit kepala sampai perkakas rumah tangga.
  Dapat meningkatkan nafsu makan.

- Cedarwood (Cedrus atlantica) bark oil
  Kegunaan: relaxing dan membantu fokus, sedative,
                     meregulerkan produksi sebum pada kulit,
                     antiseptik, anti-inflammatory, fungicide,
                     meredakan kontraksi otot yang tiba-tiba
                     (misalnya pada keram, penderita asma, gangguan pernapasan dll),
                     mengencangkan kulit dan otot misalnya pada gusi,
                     detox, meredakan tekanan darah tinggi, membantu fungsi ginjal,
                     meregulerkan siklus haid dan mengurangi gejala negatif haid,
                     melegakan pernapasan dan mengencerkan dahak,
                     insect-repellant,
                     mengurangi jerawat, ketombe, masalah pada kulit.
- Vanilla (Vanilla planifolia) fruit extract yang punya efek menenangkan dan bikin rumah harum (sayangnya I'm not a big fan of its sweet scent walaupun aku doyan banget es krim vanilla hahaha).
- Ocotea (Ocotea quixos) leaf oil.
  Kegunaan: anti-inflammatory, antibakterial, antifungal,
                     meredakan stress,
                     membantu kinerja tubuh melawan iritasi dan cedera,
                     membantu kinerja pencernaan,
                     ditambahkan pada bahan kue dan masakan,
                     membantu menurunkan level gula darah.
- Lavender (Lavandula angustifolia) flower oil.
  Lavender essential oil sudah pernah kubahas kegunaannya di postingan ini.


Semua bahan tersebut terkenal dengan efek menenangkan. Saya survey sih katanya cukup aman untuk anak kecil di atas usia 1 tahun, ibu hamil dan menyusui (tentunya dengan penggunaan yang moderate, dan sebaiknya bumil busui yang belum pernah pakai essential oil menggunakannya dalam jumlah kecil dulu atau didilute).

Kegunaan Stress Away :
- Menenangkan, menciptakan lingkungan yang seimbang dan lembut.
- Membuat suasana tidur yang nyaman.
- Mengurangi kemarahan, ketegangan, mental and emotional stress, perasaan resah, dan trauma.
- Menimbulkan perasaan aman, damai, tenang, jernih, dan membumi *halah*.
- Membantu tubuh mengatasi iritasi dan luka.
- Cleansing and purifying.
- Meningkatkan daya tahan tubuh.
- Bagus untuk kesehatan kulit, tapi jangan kena sinar matahari langsung selama 12 jam setelah penggunaan karena mengandung lime oil. Citrus oil bersifat fotosensitif, kulit kita bisa berflek hitam jika kena sinar matahari langsung.
- Mendukung proses pencernaan.
- Cocok untuk relaksasi, korban abuse, penderita trauma, korban kecelakaan, dll.

Cara pemakaian Stress Away :

Cara lain penggunaan Stress Away :
- Untuk pengobatan jerawat : 1-2 tetes pada cotton bud, oles langsung ke jerawat. Jangan kena matahari langsung selama 2x24 jam (ada yang bilang cukup 12 jam, tapi jaga-jaga aja haha).
- Dilute dengan carrier oil, pijat di area yang terkena stretch marks atau varises, bisa juga digunakan untuk pijat sebelum sesi chiropractic.
- Oleskan pada bagian luar luka (jatuh, goresan, dll).
- Oleskan pada bekas gigitan serangga.
- Diffuse ketika anak sakit dan susah tidur, terutama pada penyakit yang diakibatkan infeksi virus atau bakteri. Diffuse juga pada masa recovery dari sakit.
- Meredakan sakit gigi dan bau mulut: 1 tetes di air minum, kumur.
- Teteskan pada air mandi untuk membantu meredakan alergi kulit (tapi anak-anak, bumil, busui, sebaiknya gunakan untuk bilas saja dan tidak berendam).

JANGAN: dioles atau diteteskan ke dalam hidung, mata, dan telinga; digunakan pada orang yang punya kekentalan darah tinggi atau penggumpalan darah; digunakan secara internal oleh wanita hamil (karena beberapa orang sensitif pada cedarwood).


Stress Away juga ternyata ada kemasan roll-onnya (sudah ditambahkan carrier oil dari Young Livingnya, yaitu coconut oil). Tapi kayanya lebih murah bikin sendiri aja pakai botol kaca roll-on dan VCO hehehe... Tapi hati-hati menggunakan coconut oil ke wajah ya, karena di beberapa orang malah bikin komedo.

Setelah dicobakan ke si eneng tiap malam, ternyata dia lebih kalem tidurnya kalau pakai Stress Away ini dibanding Peace & Calming. Memang namanya essential oil mah cocok-cocokan yaa...

02 July 2015

Young Living Essential Oils for Cold



Yesterday I got cold when I already arrived at my office. You know how it is. Dizzy head, runny nose. It amazed me that I managed to get to the office at all. I guess it was because I used a mask during my trip on the bus and motorbike, and I dropped lemon oil on it so I could inhale it during my trip. I always use 1 drop of lemon oil every morning to help with my allergy in the morning. 

Mistake number 1: Stupid me; I fell asleep and forgot to turn off the air conditioner at the previous night and yesterday I forgot to wear a jacket! Yesterday was quite windy and a bit cold, too and I guess I wasn't pretty fit myself.

Well, at 9 AM, I already used one pack of tissues (10 sheets) and at the end of the day there was about 7 packs of tissues in the trash bin. I barely survived the day. However, I tried hard not to take half day off, since I already took 3 paid leaves last month (when my baby was sick). I inhaled lemon oil all day long (when I was not busy rubbing my nose with tissues) to help with the itchy feeling inside the nose. It helped a little. At noon, I drink 1 drop of lemon oil with half glass of water. Lemon oil was all I got in my bag. And I drank about 3 liter of water during the day.

My another mistake: I drank 2 glasses of cow milk in the morning. It always worsen my cold and phlegm. Cow milk makes you produce more mucus (including naval mucus and phlegm). I always avoid drinking cow milk when I don't feel well.

I arrived at home at 6 PM, hurried to take a warm bath, ate and drank plentifully, then gargled a drop of Thieves oil with water and swallowed it. Thankfully my baby daughter was in good health and I kept breastfed her so she could get the antivirus from my body. And of course, this time I remembered to raise the aircon's temperature.

In the morning, I already felt fresh! I still gargled and swallowed a drop of Thieves oil to help with the recuperation, and drop lemon oil on my mask as usual. So far, those 2 oils are the best and fastest natural remedy for my cold and sore throat.
I use Lemon oil when I'm healthy to increase my stamina and when the symptoms show up.
When I already feel sick or the symptoms are quite heavy, I swallow a drop of Thieves oil as it's the most efficient way to cure the sickness.

PS: People say that other oils that help a lot during flu are: peppermint, RC, tea tree (malaleuca anternifocalia), frankincense, and oregano. I also have peppermint oil but I avoid it during breastfeeding since I'm sensitive to the effect (reducing breastmilk production).


http://www.ourpieceofearth.com/wp-content/uploads/2015/02/Cold-and-Flu-Bomb.jpg
You can get the full recipe from Our Piece of Earth here

Essential Oils for the Summer Cold
Other flu remedy tips from lifeessentialoils.com


Other flu bomb recipe from Oilyheart

To help inducing a good sleep during cold, flu, and cough season, we can diffuse Lavender, Peace and Calming, or Stress Away just right before we go to bed.

05 June 2015

Beginner's Review: Young Living Lavender, Lemon, Fennel Essential Oil

Yuuukkk lanjuuutt... Batch kedua essential oilku dah tiba bulan lalu dan pastinya langsung kalap dicoba dong.

1. LAVENDER (Lavandula angustifolia)

Essential oil sejuta umat dengan sejuta manfaat. Antiviral. Antibakteri. Antioksidan. Calming effects and curing insomnia. Salah satu oil yang dinyatakan aman buat babies, bumil, dan busui. Oil ini kupakai neat (ga didilute).

So far udah dipakai buat:
- Ngoles bentol si eneng bekas gigitan nyamuk. Cepet kempes dalam itungan jam (biasa bentol si eneng lama sembuhnya) dan besoknya udah ga berbekas.
- Diffuse malem-malem supaya enak tidur dan untuk membunuh kuman. Baunya kurang kecium sih menurutku (kebiasaan diffuse Thieves yang baunya nyengat) jadi musti netesin lebih banyak (sekitar 7 tetes buat 2 jam alias setengah wadah Dewdrop). Not my fave smell karena emang nggak gitu suka floral scents. Besokannya si baby ngantuk terus seharian (gatau deh efek lavender apa kecapean abis dari luar kota hehehe). Setelah beberapa kali diffuse, kayanya lebih ngefek di aku jadi ngantuk banget tapi biasa aja di si baby.
- Ditetesin di krim perawatan muka. Level dompet belom nyampe SKII jadi masih di lepel-lepel L'Oreal sajalah... Rasanya? Biasa aja siihh hahaha... Katanya sih bisa ngurangin keriput, jerawat dan bekasnya. Efek pemakaian sekitar sebulan (tapi kadang kelupaan): lumayan cepet ngeringin dan ngempesin jerawat. Update sesudah pakai 3 bulan: lumayan banget ngurangin bekas jerawat; walau masih nyisa merah-merah tapi nggak korodog alias kasar lagi.
- Krim muka + lavender tersebut kuoles ke kelopak mata pas kena bintitan, dengan logika kalo lavender tuh antibacterial dan bintitan tuh disebabkan bakteri (bukan karena ngintip loh ya)! Besoknya langsung kempes dan nggak gatel lagi. Tapi musti ati-ati olesnya jangan sampai masuk mata.
- Dioles ke tangan si mama yang menderita trigger finger setiap malem sebelom tidur. Ga berhasil euy, level sakitnya udah parah sih.
- Dimasukkan ke botol roll-on, dioles di kulit si mama yang gatal-gatal efek post-menopause. Katanya kerasa enakan banget, tapi pemakaiannya musti agak sering.
- Kumur-kumur waktu sakit gigi dan halitosis. Entah kenapa sakitnya, mungkin karena gigi bungsu mendesak maju lagi, atau panas dalam, atau ga sengaja gigit makanan yang keras jadi luka. Sakitnya ga seberapa tapi bau mulut tuh momok banget buatku, tengsin kan ya kalo ngomong sama orang lain. Abis kumur air matang + 2 tetes lavender oil, mulut langsung seger dan sakit giginya berangsur hilang. Tapi ya napas jadi kaya Tante Susana yah bau kembang hahaha...

Yang belum dicoba:
- Dicampur ke tonik rambut buat nebelin rambut dan ngurangin rontok. 
- Membantu gejala alergi dan sinus (dioleskan ke affected areas, nasal passages, temples, forehead, back of the neck, between the eyes) juga gejala batuk, sakit tenggorokan, asma ringan (dioles di leher dan dada). Diffusing helps, too, katanya. 
- Mengurangi mabuk karena perjalanan.

Kegunaan lain:
- Membantu menyembuhkan luka dan menghilangkan atau mengurangi bekasnya (gigitan serangga, luka bakar, sunburn, goresan, diaper rash), benjol atau memar, iritasi kulit, dan jamur. Catatan: sebaiknya tidak digunakan pada luka yang dalam (kulit terbuka, daging terekspos).
Bener juga, pernah kuoles di bekas luka kena sterilizer panas. Besoknya langsung kering dan mengelupas.
- Insect repellant.
- Pelembab kulit dan bibir. Bisa diteteskan ke produk perawatan tubuh mulai dari rambut sampai ujung kaki.
- Massage oil, diffuse untuk spa, bath oil atau bath salt. Efeknya menenangkan, menghilangkan pegal, mengurangi ketegangan otot dan rasa sakit.
- Dioles ke perut untuk meredakan nyeri menstruasi. Ga pernah sakit mens jadi belum dicoba.
- Menghilangkan bau badan.
- Meningkatkan konsentrasi.

lavenderoil

PS: sudah disertai update penggunaan selama beberapa bulan.


2. FENNEL (foeniculum vulgare)

Kegunaan: antiseptik, laxative, diuretic, galactogogue (penambah ASI), lung and kidney support and to balance the female reproductive system.
Yang ini kupesan buat nambahin produksi ASI yang makin menurun. Sejak baby umur 8 bulan, produksi perahan jadi 400-450 cc sementara kebutuhan masih 5x 100 cc. Dengan peditnya kuirit-irit aja ngasi si eneng sebotol jadi 70-90 cc sambil doa-doa dia mau makan banyakan. Walau sebenernya nggak apa-apa juga kalo ternyata harus dioplos sufor, tapi kupikir mending coba dulu ningkatin produksi aja sebelum menyerah. Harga fennel ini kan Rp 385.000an bisa dipake beberapa bulan sedangkan harga sufor Rp 200-300an cuman itungan harian-mingguan. Lagian takut akunya jadi makin males mompa kalo udah anak udah telanjur kena sufor, aku pemalesan sih *sigh*...

Pemakaian yang dianjurkan buat ningkatin ASI: topical 2-3 tetes di area PD sambil dipijat 3 kali sehari, internal minum 2-3 tetes tiga kali sehari, dan inhalasi. Yang topical kulakukan neat (tanpa dilute) tapi musti ati-ati juga kalo kena area puting dan areola langsung pedes! Takutnya keisep si baby juga. Baunya emang kaya bumbu rempah jamu gitu. Demi anak, rela deh diriku bau encim-encim dilirikin penumpang bus hahaha... Minumnya aku tetesin ke air suhu ruang dulu di gelas beling. Nggak sepedes Thieves. Rasa awalnya pait tapi after tastenya enak, agak manis. Bittersweet gitu jadinya, kaya kehidupan (halah).

Pemakaian pertama Senin pagi : minum 3 tetes + oles masing-masing PD 1 tetes. Senin siang oles-oles lagi. Perahan cuma 400 cc (biasa kalo menjelang menstruasi emang produksi ASI cuma segitu). Malem oles-oles dan minum 3 tetes.
Selasa pagi oles-oles dan minum 3 tetes. Mulai kerasa efek samping: HAUS melulu! Siang oles-oles. Perahan 470 cc. Malem kelupaan karena teler (hari pertama siklus bulan).
Rabu pagi, siang, malam oles-oles dan minum 3 tetes. Perahan 480 cc.
Kamis pagi, siang, malam oles-oles dan minum 3 tetes. Perahan 480 cc.
Jumat pagi, siang, malam oles-oles dan minum 3 tetes. Perahan 480 cc.
Sabtu pagi, siang, malam minum 3 tetes. Nggak sempat pumping, nyusuin langsung.
Minggu pagi, siang, malam minum 3 tetes. Subuh sempat mompa 100 cc karena si unyil dah kekenyangan minum dari 1 nenen dan aku ngerasa perlu ngosongin yang satunya. Tumben lho... biasanya si eneng sanggup ngosongin dua-duanya.
Senin pagi, siang, malam minum 3 tetes. Perahan 460 cc. Mompanya sering kedistract kerjaan.
Selasa pagi, malam minum 3 tetes. Hari libur jadi cuma sempat mompa 80 cc pagi-pagi.
Rabu pagi, siang, malam minum 3 tetes. Perahan 480 cc.
Kamis pagi, siang, malam minum 3 tetes. Perahan 400 cc. Lagi banyak pikiran banget! Hahaha... Terbukti imbas pikiran lebih besar daripada fennel.
Jumat udah nggak pake fennel, perahan dapet 500 cc. Kenapa nggak pakai fennel lagi? Karena pemakaian udah 10 hari, kustop dulu pemakaian fennelnya. Menurut beberapa sumber, fennel ini mengandung Trans Anethole dan sebaiknya setelah 10 hari, pemakaian dihentikan sementara waktu untuk mencegah gangguan hormon yang bisa mengakibatkan kanker. Fennel juga harus dihindari perempuan hamil dan penderita kanker dan tumor. Nah aku kan ada polip mulut rahim jadi serem juga... Ntar aja pake fennel lagi kalo menjelang menstruasi lagi.

Kesimpulan: penggunaan fennel selama masa menstruasi cukup membantu menaikkan jumlah perahan; yang biasanya 400 cc menjelang dan selama mens jadi 480an. Lumayan banget. Tapi tetep musti dipompa dengan rutin setiap 2 jam dan kondisi jiwa raga musti bagus hehehe...

Kegunaan lain: 
- Membantu mengatasi kembung, konstipasi dan kolik.
- Detox dengan cara diminum 1-2 tetes, 2-3 kali sehari. Oles di kaki di vitaflex untuk area liver dan pankreas. Efek samping: sering pipis dan haus.
- Membantu siklus menstruasi yang tidak teratur.
- Expectorant (mengeluarkan lendir).
- Mengurangi obesitas dan anoreksia, nausea, muntah, cegukan, dyspepsia, rematik. 
- Mengurangi keriput dan selulit dengan cara dioleskan (boleh campur ke krim perawatan). Juga bisa membantu menghilangkan memar.
- Mengatasi kencing batu dengan cara pijat 1-2 tetes (diluted for sensitive skin) di area tersebut 1-2 kali sehari.

fennelessentialoilinfographic


3. LEMON (Citrus limon peel oil)

Manfaat: stimulasi (pada jumlah sedikit) atau calming (pada jumlah lebih banyak), carminative, anti-infection, astringent, antiseptic, disinfectant, and antifungal properties. Termasuk oil yang cukup aman untuk babies, tapi hati-hati karena ada efek keras di kulit (seperti kalau kita maskeran pakai air lemon, kebayang kan?) jadi sebaiknya dipakaikan di telapak kaki dan didilute dulu untuk newborn.

Kegunaan lain :
- Mengurangi stress dan rasa lelah, menurunkan demam, menyembuhkan infeksi. 
- Detox dan meningkatkan imunitas dengan diffuse dan diminum.
- Mengatasi insomnia.
- Mencerahkan kulit (tapi hati-hati kalau kena sinar matahari bisa mengakibatkan bercak-bercak di kulit). Kebanyakan orang pakai buat krim malam. Aku sih jaga-jaga aja, nggak mau pakai lemon oil di muka. Sayang bok, kulit putih gini *kemudian ditabok*.
- Mengurangi gejala asma (dengan inhalasi).
- Mengatasi obesitas (menurunkan napsu makan). Nah boleh nih ntar kalo udah nyapih, diet sering-sering pake lemon oil hihi...
- Meningkatkan hair conditions (menumbuhkan rambut, menghilangkan ketombe).
- Mengatasi masalah perut (gas, mual, maag, keram).
- Membersihkan kerak dan kotoran di rumah. Mayan menarik nih, ntar mau kucoba ah.

Yang udah dicoba baru diffuse di kamar dan kantor aja buat bunuh kuman pilek yang muter terus gara-gara ventilasi buruk. Lemon oil bisa meningkatkan imunitas selama masa pencegahan penyakit (ngirit Thieves hehehe). Enak baunya seger, tentunya nggak semenyengat pengharum ruangan macam Glade lemon ya. Kalau di rumah aku diffuse pas weekend atau pagi-pagi, karena takutnya kalo dosisnya nggak tepat, babyku malah ON semaleman hahaha... Musti trial and error dulu nih soal dosisnya.

Pemakaian lain: teteskan 1-2 tetes di masker kain yang kupakai waktu berangkat ngantor (maklum lah ya pengendara ojek dan bus). Sukses mengurangi meler alergi di pagi hari dan aku suka baunya yang seger. Kalau gejala pilek mulai menyerang (pusing, bersin-bersin, meler) juga aku langsung enakan sesudah 15 menitan menghirup bau oil lemon ini.


lemonoil

Segitu dulu ya, kalau nanti ada efek dan kegunaan lain, ntar diupdate.

13 May 2015

Beginner's Review: Young Living Peppermint & Thieves Essential Oil

Sejak hamil, aku suka baca tentang perawatan keluarga dengan cara organik di blog-blog mommies bule dan buanyaak banget yang pake essential oil. Setelah join forum di Indo, ternyata orang Indo pun udah banyak yang pakai. Kebetulan salah satu ibu di birth clubku join member Young Living, jadilah kucoba.

Mengingat harganya yang cukup mihil (Rp 200ribuan s.d. jutaan per botol isi 15 ml!).... aku belinya nyicil dulu sedikit-dikit hehehe... Lagian akunya dari dulu sceptical juga sama aromaterapi; masa iya sih bau-bauan bisa ngobatin penyakit? Dan banyak oil yang katanya ga aman buat baby jadi kupikir mau pakai sendiri dan buat suami aja dulu. Peppermint untuk bantu masalah pencernaan (diare atau konstipasi) dan flu. Thieves blend buat flu.

In the end, ternyata mindsetku yang salah. Essential oil dan aromaterapi bukanlah obat! Tapi betul efeknya bisa membantu kinerja tubuh kita, misalnya buat meningkatkan imunitas, bikin rileks, dsb. Itu pun cocok-cocokan sama kondisi tubuh tiap orang. Kemudian setelah pakai, aku pun ketagihan dan malah terpikat menggunakan essential oil buat si baby karena faktor 100% naturalnya. Mana ratjun dari mommies di birth club pada okey pula testimoninya!

TAPIIII.... nget inget, penggunaan ke anak-anak tuh musti hati-hatiiii sekali! Iyalah yaa... 1 tetes essential oil itu bisa dibuat dari ratusan kg tanaman tersebut, gila kan? Makanya orang-orang bilang essential oil tuh bukan sekedar saripati tumbuhan itu tapi juga jiwanya *woooww dalem*. Efeknya juga dahsyat. Takutnya kita alergi atau ga kuat sama efek tanamannya, malah jadi masalah. Jadi untuk jaga-jaga, semua essential oils kudilute dulu pakai EVOO sebelum dicoba (baik buat dewasa maupun si baby). Situs YLnya aja bilang 'start low and go slow' jadi LESS IS BETTER! Menurut beberapa blog naturopathy dan aromatherapist ternama (duh males sebut satu-satu hahaha), pemakaian essential oil memang sebaiknya sedikit-sedikit aja. Beberapa bahkan sangaaatt hati-hati dengan pembatasan umur buat pemakaian EO. Penggunaan inhalasi aja ga boleh, apalagi topical dan internal.

Nah soal penggunaan inhalasi, YL essential oil ini semuanya bisa digunakan buat aromaterapi. Yaeyalah ya... Cara ini termasuk aman, irit (karena cukup pakai 5-7 tetes buat 4 jam), dan efisien (seisi ruangan dapet manfaatnya). Katanyaa... EO sebaiknya pakai cold mist diffuser dan jangan kena panas karena bisa rusak. Kebetulan ada kenalan jual murah Dewdrop YL diffuser seharga Rp 900 ribu sajah. Langsung beliii! Toh emang ada wacana beli humidifier, jadi sekalian lah yang multifungsi. Malah kalo kita diffuse EO yang antiviral, bisa jadi air purifier juga!

Berikut ini beberapa essential oil yang saya sudah coba dan testimoni saya sebagai user non-seller.

1. PEPPERMINT oil (mentha piperita).
Kegunaan: mengatasi masalah pencernaan dan sakit kepala, meningkatkan energi dan konsentrasi, antiviral dan antibacterial, menekan napsu makan (walau di aku malah bikin lapar hahaha), dll. 
 Pemakaian yang pernah dilakukan:
- Topically: dilute 5-7 drop dalam 20 ml EVOO lalu diolesin ke punggung suami pas dia ga enak badan kena gejala pilek. Doinya sih gapapa, akunya yang masalah. Besoknya produksi ASI berkurang sebotol hahaha... Jadi busui mending ati-ati, walau ga semua busui kena efeknya, tapi peppermint emang bisa nurunin produksi ASI. Sejak itu aku ga berani oles-oles.
- Aromatically: diffuse 3 drop selama 1 jam buat bunuh kuman. Enaaak banget, bikin kamar wangi. Walau sebetulnya efeknya menyegarkan tapi kami pules-pules aja tuh diffuse ini malem-malem.
- Internally: belum.

2. THIEVES 
Blend of Clove (Syzygium aromaticum) bud oil, Lemon (Citrus limon) peel oil, Cinnamon (Cinnamomum verum) bark oil, Eucalyptus (Eucalyptus radiata) leaf oil, Rosemary (Rosmarinus officinalis) leaf oil.
Kegunaan: antiviral, antibacterial, meningkatkan imunitas, energizing, dll.
Pemakaian yang pernah dilakukan:
- Topical: dilute sampai 1% (0,5 ml atau sekitar 20 tetes dalam EVOO 50 ml) buat si bocah, dioles di telapak kaki. Sebenernya menurutku sih ga terlalu panas, tapi jaga-jaga aja karena beberapa sumber menyarankan buat tidak menggunakan Thieves buat anak di bawah 10 tahun (topical maupun aromatically). Kenapa? Karena kandungan 1,8-cineole dalam Rosemary dan Eucalyptus bisa mengurangi fungsi pernapasan pada anak-anak yang sensitif dan karena efek panas dari Clove dan Cinnamon Bark. Tapi aku masih berani pakein di si unyil (pemakaian pertama tetep didilute dulu sih) karena minyak kayu putih pun sebetulnya ada 1,8-cineolenya dan si unyil kuat-kuat aja tuh. Rosemary sendiri sebetulnya aman buat babies, tapi harus didilute. Aku dan bapaknya juga nyoba pakai di telapak kaki sebelom bobo ketika sekeluarga kena pilek. Kalo menurut kami mah, yang neat (tidak didilute) pun nggak kerasa panas. Masih lebih panas minyak kayu putih.
- Aromatically: Panduannya mah diffuse selama 15 menit, tiga kali sehari buat pencegahan penyebaran virus. Aku pakai 3-4 tetes Thieves plus 2 tetes peppermint buat diffuse 1 jam, tiga kali sehari karena virusnya terlanjur nyebar. Pertama kali diffusenya pas si bocah ga di kamar karena alasan di atas. Begitu anaknya keliatan ga kepengaruh sih diffusenya pas dia mau bobo biar kehirup juga sama dia. Baunya kenceng, mungkin karena kandungan cengkehnya. Pokoknya kaya rempah-rempah gitu. Aku suka, paksu biasa aja, mamahku bilang bau hihii...
- Internally: Nah saking udah putus asa sama pilekku, nekad kuminum 1 tetes pake aer anget. Bener lho enakan. Ada 1 blog yang bilang emang ginilah metode tertokcer yang dia cocok kalo flunya udah terlanjur menyerang. Sebulan kemudian, suamik gejala batuk. Kusuruh minum juga setetes pake aer anget (walo sambil ngernyit-ngernyit) pagi-pagi. Bener tuh seharian ga batuk lagi.

Salah satu kejadian sekeluarga kena pilek dan diterapi Thieves:
Minggu tgl 3 suami mulai ga enak badan karena kurang tidur, berlanjut sampe minggu depannya, yang mana tgl 9 bocah mulai meler-meler dan tgl 10 malem aku ikutan meler. Itu tuh lagi di luar kota dan ga bawa EO. Yasud bocah dicekokin Kehongsan doang, mak bapaknya minum vit C dan imboost. Tgl 11 mulai diffuse-diffuse dan oles-oles Thieves, tgl 12 aku tepar dan cuti, trus malem aku minum setetes Thieves. Bocah sih untungnya dah sehatan (tapi masih kami kasi Kehongsan dan oles Thieves di telapak kakinya sebelum bobo malem). Tgl 13 udah bisa kerja walau masih agak lemes dan tgl 14 kami semua udah sehat. Lumayan banget lah, biasanya aku musti cuti 2 hari dan baru sembuh total 10 harian walau minum obat flu.
Kesimpulan: next time Thievesnya musti mulai kudiffuse begitu musim penyakit tiba dan oles-oles begitu kurang tidur dan kecapean. Bocah juga musti diolesin sebelom bepergian atau begitu mak bapaknya ga enak bodi. Maklum cosleeping, gampang nular.

Berdasar 2 bulan penggunaan EO, aku nyadar kalo aku MUSTI BANYAK RISET dan hati-hati soal pemakaiannya. Kemasannya yang munyil dan praktis bikin produsen ga bisa mencantumkan efek samping dan kegunaan masing-masing oil dengan lengkap (misalnya kedua oil di atas tidak disarankan dioles di dada dan dekat hidung anak-anak). Berikut beberapa situs tempat aku belajar soal EO:
- learningabouteos.com milik Lea Harris (ceritified aromatherapist)
- thehippyhomemaker.com milik Christina Anthis (calon aromatherapist)
- growingupherbal.com milik Meagan Visser (housewife with nurse education)
Mereka kebanyakan ngikutin sarannya Robert Tisserand dalam safety usage of EO, jadi batasan umur dan dilutionnya juga ketat banget (kaya soal Thieves ga dipake anak di bawah 10 tahun ituuh). Akhirnya sih balik lagi ke kitanya ya. Kaya yang kupikir soal bocahku udah biasa sama minyak kayu putih (yang juga mengandung 1,8-cineole) jadi ndak apapalah kupakein Thieves yang didilute. Itu pun di telapak kaki. Dan untungnya emang anaknya kuat.
Mereka juga menyarankan penggunaan EO tidak dilakukan secara terus menerus (long and continuously). Yang ini aku setuju. Seperlunya aja dan kasi rehat setelah pemakaian selama beberapa hari.

Nah gara-gara mereka juga, aku jadi pesen lavender dan lemon buat si kecil! Dua oil itu termasuk 'must have' karena termasuk aman buat babies dan buanyaak banget kegunaannya. Aku juga pesan fennel buat banyakin ASI. Lagi nunggu kirimannya tiba (padahal ya belom bayar juga) hehehe...